Sang Pendobrak Takdir di Kancah Politik Maros
Ketika fajar reformasi menyingsing di tahun 1999, membelah kegelapan otoritarianisme, seorang pemuda bernama Chaidir Syam bangkit dari keramaian, membawa bara semangat perubahan di dadanya. Ia bukan sekadar bergabung dengan Partai Amanat Nasional; ia adalah api yang menyulut obor perjuangan, langsung menancapkan kakinya sebagai Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kabupaten Maros.
Dengan keberanian yang membakar, ia melemparkan dirinya ke medan laga pemilihan legislatif 1999, sebuah pertarungan epik di mana takdir seolah mengujinya. Sistem nomor urut yang kejam menolaknya, namun penolakan itu tak sedikit pun memadamkan apinya. Justru, ia menjadi baja yang ditempa dalam bara kekalahan, konsisten dan berkomitmen, seolah setiap kegiatan partai adalah denyut nadinya.
Namun, takdir memiliki jalannya sendiri. Setelah badai politik mereda, Chaidir Syam tak gentar. Ia mengalihkan energinya ke medan juang lain, menyelami samudra luas Non-Governmental Organization (NGO) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Di sana, ia bukan sekadar bekerja; ia adalah arsitek perubahan sosial, menjabat sebagai asisten City Forum Specialist dan Urban Coordinator program SWASH CARE International Indonesia. Pengabdiannya yang tak kenal lelah bagaikan magnet yang menarik kepercayaan semesta, hingga pada tahun 2007, sebuah pintu takdir terbuka lebar: ia mendapat kehormatan untuk Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten Maros dari PAN.
Dua tahun sebagai PAW adalah pemanasan epik sebelum ia kembali ke arena politik dengan kekuatan yang berlipat ganda.
Pada pemilihan legislatif 2009, Chaidir Syam kembali bertarung, bukan lagi sebagai pemula, melainkan sebagai gladiator yang telah teruji. Ia terpilih, mengukir namanya sebagai wakil rakyat Kabupaten Maros untuk periode 2009–2014.
Puncaknya, pada tahun 2010, ia diangkat menjadi Wakil Ketua I, sebuah tonggak sejarah yang mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pilar politik Maros. Dari 2010 hingga 2014, ia adalah nakhoda yang tangguh, memimpin dengan visi dan integritas.
Namun, kisah kepahlawanannya belum usai. Tahun 2014, ia kembali ke medan pertempuran, dan kali ini, ia tidak hanya menang; ia meraih kemenangan yang menggema, dengan perolehan suara tertinggi yang memecahkan rekor, mengalahkan semua legislator lainnya di Kabupaten Maros. Ia duduk di singgasana Ketua DPRD Kabupaten Maros untuk periode 2014–2019, sebuah mahkota yang pantas bagi seorang pemimpin sejati.
Pada Pileg 2019, ia sekali lagi membuktikan dirinya adalah kekuatan yang tak tergoyahkan, kembali terpilih sebagai wakil rakyat untuk periode 2019–2024, menjabat sebagai Wakil Ketua I.
Namun, panggilan yang lebih besar menantinya. Pada 2 September 2020, dengan langkah berani yang menggetarkan, ia mengundurkan diri dari kursi legislatif, melepaskan jabatannya demi sebuah misi yang lebih mulia: mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Kabupaten Maros pada Pilkada Maros 2020.
Pengunduran dirinya diterima secara resmi pada 15 September 2020, menandai babak baru dalam epik perjalanannya. Kini, ia bukan hanya seorang politisi; ia adalah sekretaris DPD PAN Sulsel, sang arsitek strategi partai, setelah sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPD PAN Maros.
Chaidir Syam adalah legenda hidup, sebuah bukti bahwa ketekunan, keberanian, dan komitmen dapat mengubah takdir, mengukir sejarah, dan menginspirasi generasi.
Aktivis Kampus Menapaki Tangga Kepemimpinan
Sosok AS Chaidir Syam dikenal sebagai figur yang telah lama ditempa dalam dunia organisasi sejak masa mahasiswa. Jejak aktivismenya bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi fondasi kuat yang membentuk karakter kepemimpinannya hingga kini menjabat sebagai Bupati Maros.
Sejak akhir 1990-an, Chaidir mulai aktif berorganisasi. Ia tercatat sebagai Sekretaris Jenderal PP Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Kabupaten Maros pada periode 1998–2000. Di waktu yang hampir bersamaan, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan PW Ikatan Remaja Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
Kiprahnya terus berlanjut dengan menjadi Koordinator Bidang Sosial-Politik Forum Warga Salewangang pada 2002–2004, serta terlibat sebagai anggota koalisi LSM/Ornop di Kabupaten Maros pada 2003. Pengalaman tersebut memperkuat sensitivitas sosial dan pemahamannya terhadap dinamika masyarakat akar rumput.
Memasuki fase kepemudaan yang lebih matang, Chaidir dipercaya memimpin organisasi strategis. Ia menjabat Ketua KNPI Kabupaten Maros periode 2011–2014 dan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Maros periode 2011–2016. Peran ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai tokoh muda berpengaruh di daerah.
Di sisi profesional, Chaidir juga memiliki pengalaman sebagai Community Facilitator dan tenaga pendamping masyarakat dalam berbagai program pembangunan, termasuk proyek irigasi partisipatif (PISP) pada 2006–2008. Ia juga terlibat dalam program internasional sebagai Asisten City Forum Specialist dan Urban Coordinator di Urban Care International Indonesia.
Karier politiknya dimulai sebagai anggota DPRD Maros melalui mekanisme PAW periode 2005–2010. Ia kemudian menjabat Wakil Ketua DPRD Maros (2010–2015) sebelum akhirnya mencatat sejarah sebagai Ketua DPRD termuda se-Sulawesi Selatan pada periode 2014–2019. Setelah itu, ia kembali dipercaya sebagai Wakil Ketua DPRD periode 2019–2024.
Puncak perjalanan politiknya terjadi saat ia terpilih sebagai Bupati Maros pada Pilkada 2020 untuk periode 2021–2026, dan kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat pada Pilkada 2024.
Sepanjang perjalanan kariernya, Chaidir juga meraih berbagai penghargaan, di antaranya Pemuda Berprestasi dari Pemda Maros (2012), legislator dengan suara terbanyak pada Pemilu 2014, serta sejumlah penghargaan di bidang tata kelola pemerintahan, keterbukaan informasi publik, dan inovasi daerah.
Di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Maros juga menorehkan berbagai capaian, seperti penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024, opini WTP ke-12 atas laporan keuangan daerah, serta pengakuan nasional dalam kewaspadaan dini terhadap wabah.
Dengan latar belakang aktivis yang kuat, pengalaman organisasi yang panjang, serta rekam jejak birokrasi dan politik yang solid, Chaidir Syam menjadi salah satu contoh pemimpin daerah yang tumbuh dari akar gerakan mahasiswa hingga mencapai puncak pemerintahan daerah.
BIODATA
Nama Lengkap : Dr. H.A.S Chaidir Syam, S.I.P., Μ.Η.
Tempat dan Tanggal Lahir : Bone, 02 Februari 1977
Nama Isteri : Hj. Ulfiah Nur Yusuf., S.Si., Apt
Nama Anak
• Dr. Muhammad Gemilang Pagessa, S.Tr. Sos., M.Si
• Tis’a Nurfath Pagessa, S.H
• Andi Muhammad Fathan
• Andi Fahira Chaidir, S.Ked
• Andi Muhammad Fahmi
• Andi Naurah Alfaza Chaidir
Nama Orang Tua
Nama Ayah : Andi Syamsuddin (Alm)
Pekerjaan: Pensiunan Dispenda Kabupaten Maros
Nama Ibu : Hj. A. Nadjemiah
Pekerjaan : Pensiunan PNS Dinas PU
Pendidikan
• Raudatul Athfal Departemen Agama Maros (setingkat TK) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (1981–1983)
• SD Negeri 1 Maros di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (1983–1989)
• Santriawan di Pondok Pesantren IMMIM Putra di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (1989)
• SMP Negeri 2 Maros di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (1989–1992)
• SMA Negeri 1 Maros di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (1992–1995)
• S1 Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (1995–2001
• S2 Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (2015–2018)
• S3 di Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (2021–2024)
• S3 Jurusan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin (2023 – 2026)
Pengalaman Organisasi
• Ketua Umum PP HPPMI Maros tahun 2000-2002
• Sekretaris Jenderal PP HPPMI (Himpunan Pemuda Pelajar Dan Mahasiswa) Kabupaten Maros (1998 – 2000)
• Koordinator bidang sosial-politik forum warga salewangang kab. Maros (2002 – 2004)
• Ketua Bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan (Pip) Pw Irm Sul-Sel (1998 – 2000)
• Anggota Koalisi LSM/Ornop Kabupaten Maros (kolom) 2003
• Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Maros 2011 – 2016
• Ketua KNPI Kabupaten Maros 2011 – 2014
• Asisten City Forum Spesialist Dan Urban Coordinator Program Swash Care International Indonesia
• Ketua Dprd Kabupaten Maros 2014 – 2019
• Wakil Ketua Dprd Kabupaten Maros 2019 – 2024
• Bupati Maros periode (2021-2026)
• Bupati maros periode (2025-2030)
Pengalaman Kerja
• Community Facilitator Urban Care International Indonesia di Kabupaten Maros
• Tenaga pendamping masyarakat (tpm) Participatory irrigation sector
• Project (PISP) Kabupaten Maros Tahun Anggaran 2006 hingga 2008
• Anggota DPRD Maros (Paw) Periode 2005-2010
• Wakil Ketua Dprd Kabupaten Maros 2010 – 2015
Prestasi dan Penghargaan
• Pemuda Berprestasi dari Pemda Maros (2012)
• Ketua DPRD termuda se-Sulawesi Selatan (2014)
• Legislator peraih suara terbanyak pada Pemilihan Umum Legislatif DPRD Kabupaten Maros Periode 2014–2019 sehingga didaulat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Maros pada periode tersebut (2014)
• Lencana Pramuka dari Pramuka (2018)
• Penghargaan Atas Dukungan dalam Pembebasan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Bagi Peserta Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap di Kab. Maros (2021)
• Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2021 Sebagai Badan Publik Cukup Informatif
• KPID Award 2022, Sebagai Kepala Daerah Peduli Penyiaran
• Internalisasi Core Value Budaya Kerja ASN BerAKHLAK (2024)
• 100 Besar ADWI 2024 (ANUGERAH DESA WISATA INDONESIA) Desa Wisata Hidden Paradise Desa Samangki)
• Sebagai Tokoh Pencetus Perda Literas dan Penggerak Perpustakaan Desa (2024)
• Pemerintah Kabupaten Dengan Kontribusi Teraktif Dalam Penyelenggaraan Reforma Agraria Tahun 2023
• WTP Ke-12 (opini Atas LKPD TA 2023 Pada Pemerintah Kabupaten Maros (2024)
• Sebagai kabupaten /kotaTerbaik Tingkat Nasional, dalam rangka Kewaspadaan Dini dan Respon Terhadap Penyakit Yang Menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB)/ Wabah (2024)
• Manggala Karya Kencana (MKK) yang telah memberikan Kontribusi serta Dedikasi tinggi dalam menunjukkan komitmen luar biasa untuk melaksanakan Program Pengendalian Penduduk. (2024)
PENGHARGAAN PRIBADI
• Tahun 2022, menerima penghargaan atas dukungan dan sinergitas dalam upaya penanganan serta penegakan hukum lingkungan hidup di Kabupaten Maros.
• Masih pada tahun 2022, menerima penghargaan atas peran serta dalam pencapaian Desa ODF di Kabupaten Maros pada peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-58.
• Pada tahun yang sama, memperoleh penghargaan atas dukungan dan bantuan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian di daerah.
• Tahun 2022 juga, menerima penghargaan sebagai pemateri dalam kegiatan Government Talk HIMAPEM FISIP Universitas Hasanuddin dengan tema “Refleksi Dua Dekade Otonomi Daerah”, khususnya pada materi peran dan inovasi pemerintahan daerah dalam memperkuat otonomi daerah.
• Selanjutnya, pada tahun 2023, dianugerahi Presisi Award sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan kontribusi.
• Masih pada tahun 2023, menerima penghargaan atas perhatian dan dedikasi dalam layanan pendidikan keagamaan di Kabupaten Maros.
• Pada tahun 2023, juga memperoleh Anugerah Iqro IKA BKPRMI Mosque Literacy Award dengan kategori Muwahid Utama Literasi Masjid.
• Di tahun yang sama, mendapatkan penghargaan sebagai pemerhati bidang pengembangan infrastruktur pertanian di Kabupaten Maros.
• Selain itu, pada tahun 2023 menerima penghargaan atas peran aktif dalam membangun, melindungi, dan mendukung kekayaan intelektual Sulawesi Selatan pada agenda penandatanganan kesepakatan bersama Kementerian Hukum dan HAM RI.
• Masih di tahun 2023, memperoleh penghargaan kinerja berupa alokasi insentif fiskal kinerja tahun berjalan (TA 2023) kategori percepatan belanja daerah dan penggunaan produk dalam negeri pada Rapat Koordinasi Nasional P2DD Tahun 2023.
• Pada tahun 2023, juga menerima penghargaan atas partisipasi dan kontribusi dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam.
• Selanjutnya, dianugerahi penghormatan dan penghargaan atas kontribusi, dedikasi, dan loyalitas kepada organisasi Darul Da’wah Wal-Irsyad (DDI) pada tahun 2023.
• Memasuki tahun 2024, menerima penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN.
• Pada tahun 2024, juga dianugerahi penghargaan sebagai tokoh pencetus Perda Literasi sekaligus penggerak perpustakaan desa.
• Puncaknya, pada tahun 2024 menerima penghargaan tertinggi Sandya Praditya dari Pengurus Pusat Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB).





