MAKASSAR, LINKSULSEL.COM– Peyelenggaraan penanggulangan bencana seyogyanya merupakan sinergi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Olehnya itu BPBD Kota Makassar di setiap kegiatannya senantiasa menginisiasi usaha-usaha pengurangan risiko bencana dengan melibatkan para pemangku kepentingan.
“Dalam penanggulangan bencana, partisipasi pemerintah, masyarakat dan potensi lainnya menjadi penting dilaksanakan untuk membangun ketangguhan Kota Makassar,” demikian sambutan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makasar, H. Khaeruddin H, S.Sos, M.Si yang akrab disapa H. Dg Awing pada pembukaan acara Orientasi DIklat SAR Laut pada hari Senin 1 Oktoner 2018 lalu di Makassar.

Pelatihan yang dilaksanakan BPBD Makassar kali ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kemampuan, keterampilan relawan dan potensi tentang manajemen penanggulangan, pencarian dan penyelamatan di laut. Pelatihan ini diikuti oleh unsur Resimen Mahasiswa Wolter Monginsidi Sulawesi Selatan dan relawan lingkup Kota Makassar.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari di kelas dan sehari di laut, yaitu perairan Pulau Lae-lae dan Pulau Samalona.
“Mahasiswa sebagai agen prubahan dan misi pengabdian masyarakat menemukan relevansinya saat mahasiswa dapat terlibat dalam upaya-upaya pengurangan risiko bencana,” demikian keterangan Muh. Lutfi, S.Sos selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Makassar saat mendapingi Sekretaris BPBD Dg.Awing.
Pada acara itu, hadir pula Komandan Komando Resimen Mahasiswa Wolter Monginsidi, Ir. Hendro Budi Santoso, M.Si untuk memberi dukungan kepada personil Menwa yang turut sebagai peserta dan berpesan agar kegiatan menjadi perekat kerjasama BPBD dengan Menwa dalam upaya-upaya penanggulangan bencana.
Materi pelatihan meliputi Manajemen Penanggulangan Bencana, Motivasi dan Etika bekerja untuk kemanusiaan, dinamika kelompok dan membangun team work, pertolongan pertama serta praktek pertolongan di perairan oleh Pelatih dari Basarnas.
Editor: Ahmad





