Profile Prof. Dr. Nursamsiar, S.Si., M.Si., Rektor Universitas Almarisah Madani

Oplus_16777216

Dari Ulusalu Menuju Puncak Kepemimpinan Akademik

Prof. Dr. Nursamsiar, S.Si., M.Si. adalah potret perempuan akademisi yang menembus batas dengan ketekunan, kecerdasan, dan semangat pengabdian yang luar biasa. Lahir di Ulusalu pada 06 November 1981, ia tumbuh dari lingkungan sederhana dengan mimpi besar yang terus menyala. Dari ruang kelas kecil di pelosok hingga memimpin perguruan tinggi, perjalanan hidupnya menjadi kisah inspiratif tentang bagaimana ilmu pengetahuan mampu mengangkat seseorang menuju puncak kepemimpinan akademik.

Jejak pendidikannya mencerminkan konsistensi yang nyaris tanpa cela. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di SDN No. 174 Pattan, ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Ulusalu dan SMF Yamasi Makassar sebelum menapaki dunia perguruan tinggi di Universitas Hasanuddin pada Program Studi Kimia. Semangat intelektualnya terus berkembang hingga meraih gelar Magister di kampus yang sama, lalu menembus salah satu institusi terbaik di Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk menyelesaikan program doktoral di bidang Farmasi dan Farmakokimia.
Di dunia akademik, nama Nursamsiar tumbuh bukan sekadar sebagai dosen, tetapi sebagai ilmuwan yang konsisten membangun kualitas pendidikan dan riset. Sejak menjadi Dosen Tetap STIFA Makassar pada tahun 2006, ia terus menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang kuat. Dari Kepala Laboratorium Kimia Farmasi, Ketua Program Studi S1 Farmasi, hingga Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kerja Sama, setiap jabatan dijalankannya dengan dedikasi penuh dan visi yang jauh melampaui zamannya.

Puncak kiprah kepemimpinannya terlihat saat dipercaya memimpin STIFA Makassar selama periode 2016–2023. Di bawah arahannya, institusi tersebut berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan farmasi yang diperhitungkan. Ia tidak hanya membangun sistem akademik, tetapi juga menanamkan budaya riset, inovasi, dan kolaborasi yang memperkuat reputasi lembaga di tingkat nasional. Kepemimpinannya dikenal tegas, progresif, namun tetap humanis—menginspirasi dosen, mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika untuk terus melampaui batas kemampuan mereka.

Kini, sebagai Rektor Universitas Almarisah Madani sejak tahun 2023, Prof. Nursamsiar hadir membawa energi baru bagi dunia pendidikan tinggi. Ia tampil sebagai simbol perempuan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga visioner dalam membangun masa depan generasi muda. Di tangannya, universitas tidak sekadar menjadi tempat belajar, melainkan ruang lahirnya inovasi, karakter, dan peradaban baru yang siap menjawab tantangan zaman.

Di tengah dunia pendidikan yang terus berubah cepat, Prof. Nursamsiar berdiri sebagai sosok yang membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dan kepemimpinan dapat berjalan seiring dalam menciptakan perubahan besar. Dari Ulusalu menuju panggung akademik nasional, ia menjelma menjadi simbol kebangkitan perempuan intelektual Indonesia—pemimpin yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga meninggalkan jejak pengabdian yang akan dikenang lintas generasi.

Penggerak Inovasi Akademik Indonesia

Prof. Dr. Nursamsiar, S.Si., M.Si. merupakan salah satu akademisi perempuan yang konsisten menorehkan jejak besar dalam dunia pendidikan tinggi dan riset farmasi di Indonesia. Perjalanan kariernya dimulai pada tahun 2006 saat dipercaya sebagai Dosen Tetap STIFA Makassar. Sejak awal, ia dikenal bukan hanya sebagai pengajar yang disiplin, tetapi juga ilmuwan yang memiliki visi besar dalam pengembangan ilmu farmasi modern berbasis riset dan inovasi.
Kemampuannya dalam bidang akademik dan manajerial membuat perjalanan kepemimpinannya melesat cepat. Pada periode 2008–2010, ia dipercaya sebagai Kepala Laboratorium Kimia Farmasi STIFA Makassar, lalu menjabat Ketua Program Studi S1 Farmasi pada 2010–2012. Kepemimpinannya yang progresif kemudian membawanya menjadi Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kerja Sama STIFA Makassar pada 2012–2016, sebelum akhirnya memimpin institusi tersebut sebagai Ketua STIFA Makassar selama tujuh tahun, dari 2016 hingga 2023.

Di bawah kepemimpinannya, STIFA Makassar berkembang menjadi institusi pendidikan farmasi yang semakin diperhitungkan. Ia dikenal aktif membangun budaya akademik yang kuat, memperluas jejaring kerja sama, dan mendorong peningkatan kualitas penelitian dosen maupun mahasiswa. Ketekunannya dalam membangun sistem pendidikan yang modern dan adaptif membuat namanya dikenal luas sebagai salah satu figur penting dalam pengembangan pendidikan kesehatan di kawasan timur Indonesia.

Pada tahun 2023, Prof. Nursamsiar dipercaya mengemban amanah lebih besar sebagai Rektor Universitas Almarisah Madani. Di posisi ini, ia membawa semangat transformasi yang menempatkan universitas sebagai pusat inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembentukan sumber daya manusia unggul. Kepemimpinannya menghadirkan energi baru bagi kampus, dengan fokus pada penguatan riset, publikasi ilmiah, dan kolaborasi lintas disiplin ilmu.
Sebagai akademisi, Prof. Nursamsiar juga dikenal luas melalui berbagai mata kuliah strategis yang diajarkannya, seperti Kimia Medisinal, Analisis Instrumen Farmasi, Elusidasi Struktur, Kimia Organik Sintesis, hingga Kimia Komputasi. Bidang-bidang tersebut memperlihatkan kapasitasnya sebagai ilmuwan yang mampu mengintegrasikan pendekatan kimia modern dengan pengembangan obat dan teknologi kesehatan masa depan.

Produktivitas intelektualnya tercermin melalui berbagai karya cipta yang lahir dari tangan dan pemikirannya. Ia telah menerbitkan sejumlah buku penting, di antaranya Pengolahan Obat Tradisional untuk Penyakit Degeneratif, Kosmetik Herbal: Dari Tradisi ke Inovasi Ilmiah, hingga Desain Molekul Obat: Integrasi Kimia Organik dan Kimia Medisinal Modern. Karya-karya tersebut menunjukkan komitmennya dalam menjembatani ilmu pengetahuan modern dengan kekayaan herbal dan potensi lokal Indonesia.

Dedikasi panjangnya di dunia akademik juga menghadirkan berbagai penghargaan bergengsi. Mulai dari The 1st Winner of Drug Modelling Competition Universitas Indonesia tahun 2013, penghargaan pengabdian 10 tahun dari LLDIKTI IX Sultanbatara, hingga penghargaan sebagai Pimpinan Perguruan Tinggi Berprestasi dan Inovatif tahun 2024. Pada tahun 2025, ia kembali mendapat apresiasi atas peningkatan kinerja publikasi penelitian berbasis SINTA Score di Universitas Almarisah Madani. Semua pencapaian itu semakin menegaskan bahwa Prof. Dr. Nursamsiar bukan sekadar akademisi, melainkan motor penggerak lahirnya generasi ilmuwan dan inovator masa depan Indonesia

Ilmuwan Farmasi Menyatukan Riset dan Inovasi

Prof. Dr. Nursamsiar, S.Si., M.Si. terus menegaskan posisinya sebagai salah satu akademisi dan ilmuwan farmasi yang aktif membangun ekosistem ilmu pengetahuan di Indonesia. Kiprahnya tidak hanya terlihat di ruang kelas atau laboratorium, tetapi juga di berbagai forum ilmiah nasional yang mempertemukan para peneliti, praktisi, dan akademisi dari seluruh penjuru negeri. Melalui seminar, konferensi, dan workshop, ia konsisten menghadirkan gagasan-gagasan inovatif di bidang kimia medisinal, farmasi modern, dan pengembangan bahan alam Indonesia.

Sebagai pemateri seminar nasional, Prof. Nursamsiar dikenal aktif membawakan hasil riset berbasis molecular docking, kimia komputasi, hingga eksplorasi tanaman herbal sebagai kandidat obat masa depan. Dalam Seminar Nasional dan Kongres APTFI IV di Yogyakarta tahun 2023, ia memaparkan penelitian tentang isolasi senyawa aktif dari tanaman kesambi (Schleichera oleosa) sebagai marker lightening agent. Penelitian tersebut memperlihatkan bagaimana kekayaan hayati Indonesia dapat dikembangkan menjadi inovasi farmasi dan kosmetik modern berbasis riset ilmiah.

Kepakarannya di bidang kimia medisinal dan desain molekul obat juga terlihat dalam berbagai seminar nasional lainnya. Ia membahas simulasi docking senyawa kurkuligosida terhadap enzim aldosa reduktase, reseptor androgen pada kanker prostat, hingga protein tyrosine phosphatase 1B (PTP1B). Melalui pendekatan ilmiah yang modern, Prof. Nursamsiar memperlihatkan bagaimana teknologi komputasi dapat mempercepat penemuan kandidat obat baru yang lebih efektif dan aman bagi masyarakat.

Tidak hanya menjadi pemateri ilmiah, Prof. Nursamsiar juga aktif sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan akademik dan pengembangan institusi pendidikan. Ia pernah mengisi seminar nasional tentang penanganan penyakit degeneratif dengan obat asli Indonesia, workshop kurikulum program studi farmasi, pelatihan penulisan proposal PKM, hingga kuliah tamu bertema inovasi kimia bahan alam untuk masa depan kesehatan. Kehadirannya di berbagai kampus dan forum akademik menjadikannya salah satu sosok inspiratif dalam pengembangan pendidikan farmasi di Indonesia.

Produktivitas intelektualnya semakin terlihat melalui karya-karya buku yang telah diterbitkannya. Mulai dari Pengolahan Obat Tradisional untuk Penyakit Degeneratif, Curculigoside A: Molekul Ajaib untuk Pengobatan Penyakit Degeneratif, hingga Kosmetik Herbal: Dari Tradisi ke Inovasi Ilmiah, semua karya tersebut menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan kekayaan tanaman herbal Nusantara. Buku-bukunya tidak hanya menjadi referensi akademik, tetapi juga jembatan antara riset laboratorium dan pemanfaatan nyata di masyarakat.

Di bidang inovasi dan hak kekayaan intelektual, Prof. Nursamsiar juga mencatatkan prestasi penting melalui sejumlah paten. Salah satunya adalah senyawa 3,5-dihidroksibenzil-3,5-dinitrobenzoat sebagai kandidat obat kanker payudara yang dipatenkan pada tahun 2019. Selain itu, ia juga mengembangkan senyawa 3,5-dihidroksibenzil-4-nitrobenzoate sebagai antiaging pada tahun 2022. Pencapaian ini menegaskan kapasitasnya sebagai peneliti yang tidak hanya menghasilkan teori, tetapi juga inovasi yang memiliki potensi besar bagi dunia kesehatan dan industri farmasi.

Dengan kombinasi antara kepakaran ilmiah, kepemimpinan akademik, produktivitas riset, dan kontribusi intelektual yang luas, Prof. Dr. Nursamsiar tampil sebagai simbol akademisi modern Indonesia. Ia membuktikan bahwa seorang ilmuwan tidak hanya bertugas menemukan pengetahuan baru, tetapi juga menyebarkannya, menginspirasi generasi muda, dan menghadirkan solusi nyata bagi masa depan kesehatan bangs

BIODATA
Prof. Dr. Nursamsiar, S.Si., M.Si.
Jabatan : Rektor Universitas Almarisah Madani
Tempat, Tanggal Lahir : Ulusalu, 06 November 1981

Riwayat Pendidikan
Jenjang Pendidikan Institusi / Program Studi Tahun Masuk Tahun Lulus
SD SDN No. 174 Pattan 1987 1993
SMP SMP Negeri Ulusalu 1993 1996
SMA SMF Yamasi Makassar 1996 1999
Sarjana (S1) UNHAS / Kimia 2000 2004
Magister (S2) UNHAS / Kimia 2006 2008
Doktor (S3) ITB / Farmasi / Farmakokimia 2011 2015

Riwayat Pekerjaan
2006 : Dosen Tetap STIFA Makassar
2008-2010 : Ka. Laboratorium Kimia Farmasi STIFA Makassar
2010-2012 : Ketua Program Studi S1 Farmasi STIFA Makassar
2012-2016 : Wakil Ketua 1 Bidang Akademik dan Kerjasama STIFA Makassar
2016-2023 : Ketua STIFA Makassar
2023-sekarang : Rektor Universitas Almarisah Madani

Buku
1. Pengolahan Obat Tradisional untuk Penyakit Degeneratif
Penerbit: STIFA Press, 2023
2. Analisis Farmasi
Penerbit: STIFA Press, 2023
3. Curculigoside A: Molekul Ajaib untuk Pengobatan Penyakit Degeneratif
Penerbit: Deepublish, 2023
4. Kesambi
Penerbit: Deepublish, 2024
5. Kersen sebagai Antipenuaan Kulit
Penerbit: Deepublish, 2024
6. Kosmetik Herbal: Dari Tradisi ke Inovasi Ilmiah
Penerbit: STIFA Press, 2024
7. Tanaman Herbal Andalan Keluarga Berencana (KB)
Penerbit: STIFA Press, 2024
8. Desain Obat Berbasis Struktur: Teori, Metode, dan Aplikasi
Penerbit: PT Bukuloka Literasi Bangsa, 2025
9. Desain Molekul Obat: Integrasi Kimia Organik dan Kimia Medisinal Modern
Penerbit: PT Bukuloka Literasi Bangsa, 2025

Paten
1. Senyawa 3,5-Dihidroksibenzil-3,5-Dinitrobenzoat sebagai Obat Kanker Payudara
Tahun: 2019
Nomor Paten: S15201911043
2. Senyawa 3,5-Dihidroksibenzil-4-Nitrobenzoate sebagai Antiaging
Tahun: 2022
Nomor Paten: P00202214771

Karya Cipta
1. Buku: Pengolahan Obat Tradisional Untuk Penyakit Degeneratif, tahun 2023,
EC00202268949
2. Poster: Molecular Docking Studies of Aglycone Curculigoside A And Its Derivatives With
HER-α Receptor, tahun 2023, EC00202307197
3. Buku: Kosmetik Herbal: Dari Tradisi Ke Inovasi Ilmiah, tahun 2024, EC002024262776
4. Buku: Tanaman Herbal Andalan Keluarga Berencana (KB), tahun 2024, EC002024191934
5. Buku ajar: Desain Obat Berbasis Struktur: Teori, Metode, dan Aplikasi, tahun 2025,
EC002025138567
6. Buku Refrensi: Desain Molekul Obat: Integrasi Kimia Organik dan Kimia Medisinal
Modern, tahun 2025, EC002025156150

Penghargaan
1. The 1st Winner of Drug Modelling Competition, Tahun 2013, Universitas Indonesia
2. Piagam Penghargaan Masa Pengabdian 10 Tahun, tahun 2022, LLDIKTI IX Sultanbatara
3. Pimpinan Perguruan Tinggi berprestasi dan inovatif, tahun 2024, LLDIKTI IX Sultanbatara
4. Anugerah Peningkatan kinerja publikasi penelitian (SINTA SCORE) di Universitas
Almarisah Madani, tahun 2025

Penelitian
1. Optimasi dan Scale Up Prototipe Granul Instan Ekstrak Daun Kesambi (Schleichera oleosa L.) sebagai Produk Herbal Terstandar (Anggota, Prototipe, 2026).
2. Eksplorasi Klika Sterculia populifolia sebagai Bahan Baku Kosmetik Antiaging: Kajian Elusidasi Struktur, MTT Assay, Molecular Docking dan In Vivo (Anggota, Penelitian Fundamental Reguler DIKTI, 2025–2026).
3. Eksplorasi Ekstrak dan Fraksi Klika Sterculia populifolia sebagai Bahan Baku Cosmeceutical Antiaging dengan Pendekatan Metabolite Profiling, Molecular Docking dan In Vitro (Anggota, Penelitian Fundamental Reguler DIKTI, 2024).
4. Eksplorasi Drug Candidate Tanaman Asli Indonesia Schleichera oleosa sebagai Antidiabetes melalui Studi In Vitro, In Silico, dan In Vivo sebagai Inhibitor α-Glukosidase dan DPP-IV (Ketua, DIKTI, 2023–2024).
5. Sintesis Senyawa Turunan Aglikon Kurkuligosida A dan Mekanisme Molekularnya sebagai Senyawa Antidiabetes (Ketua, Penelitian Dasar Kompetitif Nasional DIKTI, 2019).
6. Pengembangan Obat Tradisional Lansau Khas Suku Muna menjadi Obat Herbal Terstandar (Anggota, Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi DIKTI, 2017–2018).
7. Disain dan Sintesis Senyawa Turunan Aglikon Kurkuligosida A sebagai Anti Kanker (Ketua, Hibah Pasca Doktor DIKTI, 2017–2018).
8. Formulasi dan Uji Efektivitas Masker Gel Peel Off sebagai Antiaging (Anggota, Hibah Dosen Pemula DIKTI, 2016).
9. Pengembangan Senyawa Obat Berbasis Lead Compound dari Tanaman Obat Indonesia (Anggota, Riset Inovasi KK ITB, 2015).
10. Penelitian Curculigosida dari Congkok (Curculigo orchioides) sebagai Kandidat Antikanker dan Antiinflamasi melalui pendekatan sintesis, QSAR, In Silico, dan uji aktivitas biologis (Ketua/Anggota, DIKTI, ITB, dan Asahi Glass Foundation, 2013–2014).

Keanggotaan dalam Organisasi Profesi
1. Anggota Himpunan Kimia Indonesia (HKI) sejak tahun 2012 – sekarang.
2. Anggota Perhimpunan Ahli Kimia Medisinal Indonesia (PERAKMI) sejak tahun 2013 – sekarang.
3. Anggota Ikatan Alumni Kimia Universitas Hasanuddin (UNHAS).
4. Pengurus Himpunan Kimia Indonesia Cabang Sulawesi Selatan Masa Bakti 2020–2023.
5. Pengurus Majelis Daerah Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Kota Makassar Masa Bakti 2022–2027.
6. Pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Masa Bakti 2022–2027.
7. Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (ARTIPENA) Provinsi Sulawesi Selatan Masa Bakti 2023–2026.
8. Pengurus Forum Wilayah V Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) Masa Bakti 2023–2027.
9. Dewan Pengawas Pengurus Cabang Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kota Makassar Periode 2022–2027.
10. Pengurus Himpunan Perguruan Tinggi Kesehatan (HPTKes) Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan Periode 2025–2029.

Pos terkait

http://linksulsel.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-09-at-17.01.041-1.jpeg

Tinggalkan Balasan