Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA.
Rektor Universitas Islam Makassar (UIM)
Sang Penjaga Moderasi Islam dan Pendidikan Modern
Di tengah dinamika pendidikan tinggi Islam di Indonesia Timur, nama Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA. menjelma sebagai salah satu intelektual muslim yang paling berpengaruh dan disegani. Sosok kelahiran Ujungpandang, 22 November 1973 ini dikenal luas sebagai ulama akademisi yang mampu memadukan kedalaman ilmu syariah dengan kepemimpinan modern. Kiprahnya sebagai Guru Besar Hukum Islam Kontemporer di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar sekaligus Rektor Universitas Islam Makassar menjadi bukti nyata dedikasinya dalam membangun peradaban pendidikan Islam yang maju dan berdaya saing global.
Perjalanan akademiknya ditempa dari lembaga-lembaga pendidikan Islam terbaik. Sejak menimba ilmu di Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Kabupaten Barru, Muammar Bakry telah menunjukkan kecerdasan dan semangat belajar luar biasa. Langkah besarnya kemudian membawanya ke Universitas Al-Azhar, salah satu pusat keilmuan Islam tertua dan paling prestisius di dunia, hingga meraih gelar Licence (Lc) dalam Studi Islam dan Arab pada 1997. Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan pendidikan magister di IAIN Alauddin dan menyelesaikan program doktoral Syariah/Hukum Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2005 dengan reputasi akademik yang cemerlang.
Sebagai pemikir hukum Islam kontemporer, Prof. Muammar Bakry dikenal memiliki pandangan moderat, inklusif, dan visioner. Ia aktif mengembangkan pemikiran Islam yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar nilai-nilai syariah. Kepemimpinannya di dunia akademik tidak hanya melahirkan kebijakan-kebijakan progresif, tetapi juga membangun tradisi intelektual yang kuat di lingkungan kampus. Di bawah arahannya, Universitas Islam Makassar terus bergerak menjadi institusi pendidikan yang adaptif terhadap perubahan global, sekaligus tetap kokoh menjaga identitas keislaman dan kebangsaan.
Wawasan internasionalnya semakin terasah melalui berbagai pelatihan dan short course di mancanegara. Ia pernah mengikuti International Visitors Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat tahun 2019, program hubungan antar umat beragama di Korea Selatan tahun 2018, hingga pelatihan ISESCO di Singapura. Selain itu, ia juga mendalami isu Islam moderat di Beirut, Lebanon, serta mengikuti kajian Sunni-Syiah di Iran. Pengalaman lintas negara tersebut membentuk dirinya sebagai tokoh akademik yang memiliki cakrawala global, namun tetap berpijak kuat pada nilai-nilai keindonesiaan.
Tidak hanya dikenal di lingkungan kampus, Prof. Muammar Bakry juga dipandang sebagai figur pemersatu umat yang aktif menyuarakan pentingnya toleransi, moderasi beragama, dan penguatan nilai kebangsaan. Keikutsertaannya dalam program Pemantapan Nilai Kebangsaan di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia menjadi refleksi komitmennya dalam merawat harmoni sosial di tengah masyarakat majemuk. Dalam berbagai forum ilmiah dan keagamaan, ia tampil sebagai cendekiawan yang teduh, argumentatif, dan mampu menjembatani dialog antara tradisi Islam klasik dengan realitas modern.
Ulama Intelektual Penggerak Pendidikan
Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA. merupakan sosok ulama akademisi yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk pendidikan, dakwah, dan pembangunan umat. Kiprahnya tidak hanya terbatas di ruang kuliah, tetapi juga menjangkau mimbar-mimbar keagamaan, lembaga sosial, hingga organisasi strategis tingkat daerah dan nasional. Kepercayaan yang diberikan kepadanya di berbagai institusi menjadi bukti kuat atas kapasitas intelektual, integritas moral, dan ketokohannya di tengah masyarakat Sulawesi Selatan.
Puncak perjalanan kepemimpinannya terlihat ketika dipercaya menjadi Rektor UIM Al-Gazali periode 2023–2027. Di bawah arahannya, kampus tersebut bergerak membangun tradisi akademik yang modern namun tetap berakar pada nilai-nilai Islam moderat. Sosok Muammar Bakry dipandang mampu menghadirkan wajah pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas keilmuan dan spiritualitasnya. Kepemimpinannya menghadirkan harapan baru bagi kemajuan perguruan tinggi Islam di kawasan timur Indonesia.
Dalam kehidupan keagamaan masyarakat, Prof. Muammar Bakry dikenal luas sebagai Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami sejak tahun 2018. Dari mimbar masjid megah yang menjadi ikon Sulawesi Selatan itu, ia terus menyuarakan pesan persatuan, moderasi beragama, dan kedamaian sosial. Ceramah-ceramahnya dikenal menyejukkan, penuh kedalaman ilmu, namun tetap mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat. Kehadirannya menjadi magnet spiritual yang memperkuat posisi Al-Markaz sebagai pusat dakwah dan peradaban Islam di Makassar.
Di bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda, pengabdiannya berlangsung sangat panjang. Sejak tahun 2000 ia mengabdi sebagai dosen tetap Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, melahirkan banyak alumni yang kini tersebar di berbagai bidang pengabdian. Ia juga memimpin Pesantren Multidimensi Al-Fakhriyah Makassar sejak 2006 dan menjadi Direktur Sekolah Islam Ma’arif sejak 2012. Melalui lembaga-lembaga tersebut, Muammar Bakry terus membangun generasi muslim yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus kuat dalam akhlak dan spiritualitas.
Keahliannya dalam bidang ekonomi syariah juga membuatnya dipercaya menjadi Dewan Pengawas Syariah di berbagai lembaga keuangan, termasuk BPRS Dana Moneter dan BPRS Harta Insan Karimah. Dalam peran itu, ia memastikan praktik perbankan syariah berjalan sesuai prinsip-prinsip Islam yang adil dan amanah. Di sisi lain, kiprahnya sebagai Dewan Hakim MTQ/STQ Nasional sejak 2013 menunjukkan pengakuan nasional atas kapasitasnya dalam bidang tafsir Al-Qur’an dan ilmu-ilmu keislaman.
Muammar Bakry juga memainkan peran penting dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat persatuan umat. Sebagai Ketua FKUB Sulsel periode 2024–2028, ia berada di garis depan dalam membangun dialog lintas agama dan menjaga kerukunan masyarakat. Ia juga aktif di berbagai organisasi besar seperti MUI Sulsel, DDI, PWNU Sulawesi Selatan, IPIM, hingga Dewan Masjid Indonesia. Kehadirannya di berbagai organisasi tersebut menjadikannya salah satu tokoh sentral yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan keagamaan dan sosial di Sulawesi Selatan.
Dedikasi panjang Prof. Muammar Bakry memperlihatkan sosok pemimpin yang tidak pernah lelah mengabdi untuk umat dan bangsa. Dari kampus, pesantren, masjid, hingga forum-forum organisasi, ia terus menanamkan nilai keilmuan, persaudaraan, dan kebangsaan. Kiprahnya telah menjadikan dirinya bukan sekadar akademisi atau ulama, tetapi simbol keteladanan yang mampu menyatukan intelektualitas, spiritualitas, dan pengabdian sosial dalam satu perjalanan hidup yang menginspirasi.
Dianugrahi Satya Lencana Karya Satya
Dedikasi panjang Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA. dalam dunia pendidikan, dakwah, dan pengembangan pemikiran Islam terus mendapat pengakuan luas. Sosok yang dikenal sebagai ulama intelektual dan akademisi produktif ini berhasil menorehkan jejak pengabdian yang tidak hanya dirasakan di lingkungan kampus, tetapi juga di tengah masyarakat nasional. Konsistensi pengabdiannya membuat namanya semakin diperhitungkan sebagai salah satu tokoh muslim berpengaruh di Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur.
Atas pengabdian dan loyalitasnya kepada negara di bidang pendidikan dan pelayanan publik, Prof. Muammar Bakry dianugerahi Satya Lencana Karya Satya X Tahun dan Satya Lencana Karya Satya XX Tahun dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi simbol penghormatan negara atas dedikasi panjangnya dalam membangun sumber daya manusia, memperkuat pendidikan Islam, serta menghadirkan pemikiran keagamaan yang menyejukkan dan moderat. Tidak banyak akademisi yang mampu mempertahankan konsistensi pengabdian selama puluhan tahun dengan reputasi yang tetap terjaga.
Selain dikenal sebagai pemimpin akademik dan ulama, Muammar Bakry juga merupakan penulis produktif yang aktif melahirkan karya-karya ilmiah dan buku keislaman. Melalui pemikirannya, ia berupaya menghadirkan wajah Islam yang kontekstual, moderat, dan relevan dengan tantangan zaman modern. Karya-karyanya banyak menjadi rujukan mahasiswa, dosen, peneliti, hingga kalangan pesantren karena memadukan kedalaman dalil dengan pendekatan akademik yang sistematis dan mudah dipahami.
Di bidang hukum Islam, ia melahirkan sejumlah karya penting seperti Hukum Islam Tematik, Fiqh Prioritas, Fiqh Al-Qur’an dan Hadis, serta Pengantar Fiqh Perbandingan. Buku-buku tersebut menunjukkan kapasitasnya sebagai pakar hukum Islam kontemporer yang mampu menjembatani khazanah klasik dengan kebutuhan masyarakat modern. Pemikirannya tentang metodologi hukum Islam dan fiqh prioritas menjadi salah satu kontribusi besar dalam pengembangan kajian syariah yang lebih adaptif dan solutif.
Tidak hanya fokus pada bidang fiqh dan hukum Islam, Prof. Muammar Bakry juga aktif menulis tentang moderasi beragama, toleransi, dan harmoni sosial. Hal itu terlihat melalui karya seperti Konstruksi Islam Moderat, Rekonstruksi Sikap Toleransi dalam Bermazhab, serta Resolusi Konflik terhadap Sektarianisme Bermazhab. Melalui tulisan-tulisan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk membangun kehidupan beragama yang damai, menghargai perbedaan, dan menjadikan Islam sebagai kekuatan pemersatu bangsa.
Kepeduliannya terhadap pembinaan moral dan spiritual masyarakat juga tercermin dalam karya-karya inspiratif seperti Recharge Your Soul (Harmoni Dalam Kehidupan) dan 40 Manifesto Cinta. Di sisi lain, ia turut memperkuat literasi keagamaan melalui buku-buku Aswaja seperti Aqidah Aswaja, Akhlak Aswaja, dan Fiqh Aswaja. Produktivitas intelektualnya yang begitu luas memperlihatkan bahwa Muammar Bakry bukan hanya seorang akademisi, tetapi juga pendidik umat yang terus menebarkan ilmu melalui pena dan gagasan.
Kini, nama Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA. semakin kokoh sebagai salah satu intelektual muslim yang memiliki pengaruh besar dalam pengembangan pendidikan Islam, moderasi beragama, dan literasi keislaman di Indonesia. Dari ruang kuliah, mimbar dakwah, hingga lembar-lembar buku yang ia tulis, seluruh pengabdiannya menjadi warisan intelektual yang terus hidup dan menginspirasi generasi masa depan. Sosoknya membuktikan bahwa ilmu pengetahuan, keteladanan, dan pengabdian dapat menjadi cahaya yang menerangi perjalanan umat dan bangsa.
BIODATA
Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA.
Jabatan Akademik :Guru Besar Hukum Islam Kontemporer FSH UIN Alauddin
Jabatan Struktural :Rektor UIM (Universitas Islam Makassar)
Tempat, Tgl Lahir :Ujungpandang, 22 Nopember 1973/ 17 Zulqaidah 1393
E-Mail : muammarbakry@yahoo.com
Pendidikan Formal:
– Program S3 (Doktor) Syariah/Hukum Islam, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2005.
– Program S2 Magister (M.Ag) Syariah/Hukum Islam, IAIN Alauddin, 2000.
– S1 (Lc) Studi Islam Dan Arab Fakultas Dirasat Islamiyah Wal Arabiyah Universitas Al-Azhar Kairo-Mesir, 1997.
– Madrasah Aliyah Pondok Pesantren DDI Mangkoso Kabupaten Barru 1993.
– Madrasah Tsnawiyah Pondok Pesantren DDI Mangkoso Kabupaten Barru 1990
– Madrasah I’dadiyah DDI Mangkoso, 1987.
– SD Datuk Ri Bandang Makassar, 1986.
Pelatihan Dan Short Course :
– IVLP (International Visitors Leadership Program), Amerika 2019
– Hubungan Antar Umat Beragama, Korea Selatan 2018
– IESCO (Islamic Educational Scientific And Cultural Organization), Singapore 2016
– LEMHANAS, Pemantapan Nilai Kebangsaan, 2014
– Short Course “Islam Moderat” Global University Beirut Libanon 2014
– Short Course “Sunni-Syiah” Jamiyah Al-Mustafa Al-Alamiyah Iran 2013
– Pelatihan DPS Kerjasama Bank Indonesia-DSN MUI, Oktober 2011
Riwayat Pekerjaan
– Rektor UIM Al-Gazali, 2023-2027
– Sekum MUI Sulsel 2022-2026
– Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami, 2018-sekarang
– Dosen Tetap Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin, 2000-Sekarang
– Pimpinan Pesantren Multidimensi Al-Fakhriyah Makassar, 2006-Sekarang
– Direktur Sekolah Islam Ma‘arif, 2012-Sekarang
– Dewan Pegawas Syariah BPRS Dana Moneter 2008-sekarang
– Dewan Pengawas Syariah BPRS Harta Insan Karimah 2016-sekarang
– Dewan Hakim MTQ/STQ Nasional Bidang Tafsir Dan 30 Juz 2013-Sekarang
– Ketua FKUB Sulsel 2024-2028
– Sekretaris Majelis Istisyar DDI (Darud Dakwah Wal Irsyad) 2021-2025
– Sekum DDI Sulsel, 2022-2026
– Wakil Ketua PWNU Sulawesi Selatan 2019-2023
– Pengurus Pusat IPIM (Ittihad Persaudaraan Imam Masjid), 2020-2025
– Koordinator Pokja Agama, Budaya, Adat KPA HIV AIDS Sulawesi Selatan, 2021-2025
– Wakil Direktur NUO Sulawesi Selatan, 2021-2026
– Pengurus LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an) Sulsel 2023-2026
– Pengurus IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Sulawesi Selatan,
– Anggota Majelis Pakar DMI (Dewan Masjid Indonesia) Sulawesi Selatan, 2021-2026
Penghargaan
– Satya Lencana Karya Satya X Tahun dari Presiden Republik Indonesia
– Satya Lencana Karya Satya XX Tahun dari Presiden Republik Indonesia
Karya Buku: (Muammar Bakry – Google Cendekia – Google Scholar)
– Hukum Islam Tematik
– Labbaykallohumma Umrah
– Fiqh Prioritas: Konstruksi Metodologi Hukum Islam Dan Kompilasi Kaidah Prioritas Hukum Islam
– Fiqh Al-Qur’an Dan Hadis
– Kompetensi Al-Ajurumiyah Dalam Bahasa Arab
– Muqaranah Mazahib Fi Al-Fiqh
– Akuntansi Dasar Mawaris (Membagi Pusaka Secara Syar’i)
– Recharge Your Soul (Harmoni Dalam Kehidupan)
– Konstruksi Islam Moderat (Dkk)
– AQIDAH ASWAJA
– AKHLAK ASWAJA
– FIQH ASWAJA
– Irsyadu Thullab Fi Bayan Al-Ahkam
– Etika Dan Praktik Bermazhab
– Rekonstruksi Sikap Toleransi Dalam Bermazhab
– Ceruk Pasar Muslim Milenial Perbankan Syariah
– Moderasi Dalam Metodologi Hukum Islam (Dkk)
– Pengantar Fiqh Perbandingan
– Resolusi Konflik terhadap Sektarianisme Bermazhab
– 40 Manifesto Cinta
– Dll Buku dan Penelitian





