Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla
Wakil Presiden RI (2004-2009)
Jejak Panjang Negarawan dari Watampone ke Panggung Nasional
Nama Jusuf Kalla seakan terukir abadi dalam denyut nadi perjalanan bangsa Indonesia—bukan sekadar hadir, tetapi menjelma sebagai energi yang menggerakkan perubahan. Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ini bukan hanya seorang tokoh, melainkan simpul dari berbagai dunia: usaha, organisasi, hingga pemerintahan, yang berpadu menjadi satu kekuatan besar dalam membentuk arah sejarah.
Lahir di Watampone, Sulawesi Selatan, pada 15 Mei 1942, Jusuf Kalla tumbuh dari tanah yang menanamkan disiplin sebagai akar dan kerja keras sebagai batang kehidupan. Sejak muda, ia telah menunjukkan dahaga intelektual yang tak pernah surut—membaca dan menulis bukan sekadar hobi, melainkan napas panjang yang membentuk cara berpikirnya. Di Universitas Hasanuddin Makassar, ia menempuh pendidikan ekonomi, namun sesungguhnya ia sedang membangun fondasi bagi peran besar yang kelak akan ia jalani.
Di masa mahasiswa, kepemimpinannya telah menyala seperti api yang sulit dipadamkan. Dari Ketua Senat Mahasiswa hingga memimpin Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar, Jusuf Kalla muda tampil sebagai figur yang tidak hanya berpikir, tetapi juga bertindak. Langkah-langkah awal itu menjadi pijakan kokoh menuju panggung yang lebih luas—panggung bangsa.
Karier politiknya dimulai dari Sulawesi Selatan, namun tak lama kemudian melesat ke tingkat nasional. Dari anggota DPRD hingga kursi MPR RI, ia terus menapaki tangga pengabdian dengan keteguhan yang jarang goyah. Di Partai Golkar, ia bukan sekadar kader, melainkan nahkoda yang dipercaya memimpin sebagai Ketua Umum DPP pada 2005—sebuah posisi yang menegaskan bobot kepemimpinannya dalam lanskap politik nasional.
Namun, puncak pengabdiannya bukan hanya pada jabatan, melainkan pada kepercayaan. Saat ia menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan, lalu Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, hingga akhirnya menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004–2009, Jusuf Kalla menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang keputusan cepat, langkah tegas, dan keberanian mengambil risiko demi kepentingan rakyat.
Di luar pemerintahan, jejaknya meluas tanpa batas. Ia hadir di ruang-ruang keagamaan, memimpin Yayasan Badan Wakaf Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, menjadi Mustasyar Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, hingga merajut harmoni sebagai Ketua Forum Antar-Agama. Ia juga menghidupkan semangat olahraga sebagai Ketua PSM Makassar, serta menggerakkan roda ekonomi melalui perannya di KADIN dan ISEI.
Namun di balik segala gemuruh peran publiknya, Jusuf Kalla tetaplah seorang manusia yang berpijak pada nilai keluarga. Bersama Mufidah Jusuf Kalla dan kelima anaknya, ia menemukan keseimbangan antara pengabdian dan kehangatan, antara tanggung jawab negara dan cinta keluarga.
Dengan bentangan pengalaman yang melintasi politik, ekonomi, sosial, hingga keagamaan, Jusuf Kalla tidak hanya menjadi bagian dari sejarah—ia adalah salah satu penulisnya. Dari Watampone hingga Jakarta, dari ruang rapat hingga panggung dunia, namanya menjelma sebagai simbol keteguhan, kecerdasan, dan pengabdian tanpa jeda bagi Indonesia.
Dari Dunia Usaha ke Panggung Nasional
Perjalanan Jusuf Kalla di dunia usaha bukan sekadar kisah sukses seorang pebisnis—ia adalah epos panjang tentang bagaimana ketekunan, insting tajam, dan keberanian mengambil keputusan mampu mengubah roda ekonomi sekaligus membuka jalan menuju panggung kepemimpinan nasional. Jauh sebelum namanya menggema di istana negara, Jusuf Kalla telah lebih dahulu menaklukkan medan bisnis dengan konsistensi yang nyaris tanpa jeda selama lebih dari tiga dekade.
Sejak 1969, ia berdiri di garis depan sebagai penggerak utama sejumlah perusahaan strategis. Di tangan dinginnya, NV Hadji Kalla dan PT Bumi Karsa bukan hanya bertahan, tetapi menjelma menjadi lokomotif ekonomi yang melaju kencang, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Ia tidak sekadar mengelola perusahaan—ia membesarkan, mengembangkan, dan mengubahnya menjadi kekuatan yang mampu menembus berbagai sektor, dari konstruksi hingga perdagangan, dari lokal hingga nasional.
Langkahnya tidak berhenti di situ. Pada periode 1988 hingga 2001, ia dipercaya mengemban posisi penting di berbagai entitas bisnis besar, termasuk sebagai Komisaris Utama PT Bukaka Teknik Utama, serta Direktur Utama PT Bumi Sarana Utama dan PT Kalla Inti Karsa. Bahkan, saat ia memimpin sebagai Komisaris Utama PT Bukaka Singtel International, cakrawala bisnisnya meluas melintasi batas negara, menegaskan bahwa visinya tidak pernah dibatasi oleh geografi.
Namun, keberhasilan itu tidak semata diukur dari angka-angka pertumbuhan atau ekspansi bisnis. Lebih dari itu, Jusuf Kalla membangun ekosistem—menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi rakyat, dan menjadi bagian dari denyut pembangunan nasional. Di sinilah terbentuk karakter kepemimpinannya: cepat dalam membaca situasi, tegas dalam mengambil keputusan, dan fokus pada hasil nyata.
Atas kiprah besar tersebut, berbagai penghargaan bergengsi pun datang silih berganti, seolah menjadi penegasan bahwa dedikasinya diakui lintas bidang. Ia dianugerahi sejumlah gelar Doktor Honoris Causa dari berbagai perguruan tinggi ternama, mulai dari Universitas Pendidikan Indonesia dalam bidang kewirausahaan, Universitas Hasanuddin, Universitas Syiah Kuala dalam bidang perdamaian, Universitas Brawijaya dalam bidang ekonomi dan bisnis, Universitas Indonesia dalam bidang kepemimpinan, hingga Universitas Andalas dalam bidang hukum dan pemerintahan daerah.
Tak berhenti di ranah akademik, penghargaan lain pun memperkuat jejaknya sebagai tokoh lintas sektor. Penghargaan BUDI dari Universitas Islam Sultan Agung, pengakuan sebagai Tokoh Perdamaian dalam Forum Pemuda Dunia di Ambon, serta Dwidjosowojo Award dari AJB Bumiputera 1912 menjadi bukti bahwa pengaruhnya melampaui batas dunia usaha.
Pada akhirnya, kisah Jusuf Kalla adalah bukti bahwa dunia bisnis bukan sekadar tempat mencari keuntungan, tetapi juga ladang pembentukan kepemimpinan. Dari ruang-ruang rapat perusahaan hingga panggung kebijakan negara, ia menjelma sebagai figur yang tidak hanya sukses membangun usaha, tetapi juga mampu menerjemahkan pengalaman itu menjadi kekuatan untuk membangun bangsa—sebuah perjalanan yang menjadikannya lebih dari sekadar pengusaha, melainkan arsitek perubahan bagi Indonesia.
BIODATA
Nama: Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla
Tempat/Tanggal Lahir: Watampone, 15 Mei 1942
Agama: Islam
Hobi: Membaca, Menulis
Alamat: Jl. Denpasar Raya CIII/9, Kuningan, Jakarta Pusat
KELUARGA
Istri: Ny. Mufidah Jusuf Kalla
Tempat/Tanggal Lahir: Sibolga, 12 Februari 1943
Anak-anak:
Muchlisa Jusuf Kalla
Yuswirah Jusuf Kalla
Imelda Jusuf Kalla
Solihin Jusuf Kalla
Chairani Jusuf Kalla
PENDIDIKAN
Pendidikan Terakhir:
Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanuddin, Makassar (1967)
KARIR
1999–2000: Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI
2001–2004: Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI
2004–2009: Wakil Presiden Republik Indonesia
Partai Politik : Partai Golkar
1965–1968: Ketua Pemuda Golkar Sulawesi Selatan
1978–1999: Anggota Dewan Penasehat DPD Golkar Sulawesi Selatan
1999–2005: Anggota Dewan Penasehat DPP Partai Golkar
2005: Ketua Umum DPP Partai Golkar
LEMBAGA LEGISLATIF
1965–1968: Anggota DPRD Sulawesi Selatan
1982–1987: Anggota MPR RI (Utusan Golkar)
1987–1992: Anggota MPR RI (Badan Pekerja) – Utusan Golkar
1992–1997: Anggota MPR RI (Badan Pekerja) – Utusan Daerah
1997–1999: Anggota MPR RI (Badan Pekerja) – Utusan Daerah
BIDANG KEAGAMAAN
Ketua Yayasan Badan Wakaf Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar
Bendahara Masjid Raya Makassar
Mustasyar NU Sulawesi Selatan
Ketua Forum Antar-Agama Sulawesi Selatan
BIDANG OLAHRAGA
1980–1990: Ketua PSM Makassar
1985–1992: Ketua Klub Sepak Bola Makassar Utama
1980–1990: Bendahara PERBAKIN Sulawesi Selatan
ORGANISASI MAHASISWA
1964–1966: Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unhas
1965–1966: Ketua Umum HMI Cabang Makassar
1966–1968: Ketua Umum KAMI Sulawesi Selatan
ORGANISASI PROFESI
1985–1997: Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan
1997–2002: Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia
1985–1995: Ketua Umum ISEI Sulawesi Selatan
1987–2000: Wakil Ketua ISEI Pusat
2000–sekarang: Penasehat ISEI Pusat
1990–sekarang: Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin
DUNIA USAHA
1969–2001: Direktur Utama NV Hadji Kalla
1969–2001: Direktur Utama PT Bumi Karsa
1988–2001: Komisaris Utama PT Bukaka Teknik Utama
1988–2001: Direktur Utama PT Bumi Sarana Utama
1988–2001: Direktur Utama PT Kalla Inti Karsa
1995–2001: Komisaris Utama PT Bukaka Singtel International
PENGHARGAAN
Gelar Kehormatan (Doktor Honoris Causa)
• Doktor Honoris Causa bidang Kewirausahaan dari Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung (17 Maret 2011)
• Doktor Honoris Causa dari Universitas Hasanuddin, Makassar
• Doktor Honoris Causa bidang Perdamaian dari Universitas Syiah Kuala, Aceh (12 September 2011)
• Doktor Honoris Causa bidang Pemikiran Ekonomi dan Bisnis dari Universitas Brawijaya, Malang (8 Oktober 2011)
• Doktor Honoris Causa bidang Kepemimpinan dari Universitas Indonesia (9 Februari 2013)
• Doktor Honoris Causa bidang Hukum dan Pemerintahan Daerah dari Universitas Andalas, Padang (5 September 2016)
Penghargaan Lainnya
• Penghargaan BUDI (Budaya Akademik Islami) dari Universitas Islam Sultan Agung, Semarang
• Penghargaan Tokoh Perdamaian dalam Forum Pemuda Dunia untuk Perdamaian di Ambon (2011)
• Dwidjosowojo Award dari AJB Bumiputera 1912




