Makassar, Linksulsel.com- Dinas Kesehatan Kota Makassar menurunkan tim layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) dari puskesmas di seluruh SMP Negeri yang ada di Kota Makassar. Hal ini dilakukan demi krining kadar kandungan karbon monoksida (CO) pada remaja.
Dikutip dari voi.co.id, kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, dengan tujuan mendeteksi dan menganalisa keberadaan karbon monoksida dalam pernapasan setiap siswa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Andi Mariani mengatakan, selain sebagai salah satu upaya skrining penyakit tidak menular, pemeriksaan ini ditujukan untuk melihat paparan karbon monoksida.
Kondisi ini menurutnya dapat disebabkan salah satunya paparan asap rokok. Karenanya, kegiatan ini pun dapat sekaligus mengedukasi dan nantinya diharapkan dapat menekan prevalensi angka perokok pada usia remaja.
“Dari data Riskedas pada 2018 terjadi peningkatan perokok remaja 9,1 persen atau sekitar 3,2 juta anak dari yang ditargetkan oleh pemerintah menurun menjadi 5,4 pesen pada tahun 2019 (Kemenkes Rl, 2019),” kata Mariani dalam keterangan tertulis, Senin, 18 Juli 2022.
Di Kota Makassar, merujuk survei pada tahun 2017, diketahui jumlah perokok di bawah usia 18 tahun mencapai 11,9 persen. Sedangkan rata-rata anak mulai merokok usia 13 tahun dengan konsumsi rata-rata 8 batang rokok per hari.
Editor: Ahmad Rusli




