• Dinkes Makassar Sidak Sejumlah Pasar Tradisional, Ada Apa?
    Oleh | Sabtu, 28 Oktober 2023 | 07:39 WITA

    MAKASSAR, LINKSULSEL.COM- Tim Farmasi dari Dinas Kesehatan Kota Makassar melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah pasar tradisional dan pasar modern yang ada di kota ini. Sidak dilakukan mulai akhir bulan September lalu dan masih terus dilakukan hingga saat ini.

    Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2T) Dinas Kesehatan Makassar drg Adi Novrisa, menjelaskan selain mengunjungi pasar tradisional dan modern, pihaknya juga langsung memantau ke tempat produksinya.

    “Teknisnya, tim Dinkes memantau produk-produk yang ada di masyarakat. Kemudian beberapa sampel yang terindikasi dibeli dan dilakukan pemeriksaan di laboratorium BBPOM untuk melihat kandungannya,” kata Adi Novrisa dikutip dari BeritaKotaMakassar.com.

    Dari hasil pemantauan dan pengawasan di lapangan, ditemukan sejumlah produk yang diindikasikan tidak layak untuk dikonsumsi masyarakat. Produk-produk tersebut langsung diperiksakan ke laboratorium Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar pada 27 September 2023.
    “Hasil pemeriksaan di BBPOM, ditemukan ada sembilan produk yang tidak layak untuk dikonsumsi masyarakat karena mengandung bahan-bahan berlebih yang melewati ambang batas,” ungkap Adi Novrisa.

    Produk tersebut adalah lombok kuning merek Merpati, saus tomat merek Sumber Alam, tepung nugget merek Tana Doang, sambel tuna merek Mak Judess, saus tomat merek Sumber Jaya, lombok kuning merek Rajawali, lombok kuning merek Sumber Alam, lombok kuning merek Sejati, dan sambel rica-rica merek Cinderella.
    Setelah menerima hasil laboratorium dan BBPOM, lanjut dia, produsen pemilik produk dipanggil dan diminta untuk menarik produk yang telah beredar. “Mereka pun telah menandatangani surat pernyataan komitmen untuk lebih berhati-hati dengan kandungan yang melebihi batas yang diperbolehkan pada saat produksi,” jelasnya.

    Selanjutnya, tim dari Dinas Kesehatan kembali ke pasar modern dan tradisional untuk memberitahukan agar produk-produk tersebut tidak diperjualbelikan dulu. Bagi produsen yang merasa telah memperbaiki kandungan produknya, dipersilakan untuk menguji kembali di laboratorium. Apabila hasilnya sudah normal bisa kembali ke Dinkes untuk konfirmasi. Selanjutnya, Dinkes akan melakukan persuratan ke produsen dan toko-toko dan menyatakan produk tersebut telah layak jual.

     

    Editor: Ahmad Rusli