• Aset First Travel Dirampas Negara, Korban Merana
    Oleh | Sabtu, 16 November 2019 | 13:37 WITA

    JAKARTA, LINKSULSEL.COM – Peribahasa sudah jatuh ditimpa tangga dirasakan jemaah First Travel. Setelah gagal umrah karena uang ditilap First Travel, uang para korban tidak dikembalikan dan dirampas negara.

    Bagaimana tidak? Mahkamah Agung (MA) dalam kasasinya memutuskan untuk merampas aset First Travel senilai puluhan miliar ke negara. Padahal uang ini milik para jemaah yang gagal diberangkatkan umrah oleh First Travel.

    Salah seorang jemaah mengaku pasrah atas kasasi MA. Namun berharap mereka yang mengambil hak jemaah dilaknat Allah SWT.

  • Saya dan beberapa teman masih menggugat, yang digugat kan jaksa. Tapi ya sudah inkrah, nanti tanggal 25 (November) ada keputusan. Tetapi kalau saya, sudahlah, semua jemaah sudah ikhlas. Artinya gini, ya sudah, serahkan kepada Allah, kalaupun tidak dikembalikan, biarlah mereka yang mengambil hak dilaknat Allah,” kata salah seorang korban, Ade Mustafa saat dihubungi, Sabtu (16/11/2019).

    Ade tidak menjelaskan secara spesifik soal siapa ‘mereka’ yang akan dilaknat Allah SWT. Ade dan rombongan yang ia ajak dirugikan sekitar Rp 1,8 miliar.

    Siapa pun. yang berkolaborasi, siapa pun saja, apakah oknum jaksanya, oknum aparat, semua yang terlibat di situ yang mengambil hak orang, itu semuanya kemarin, kami ada pertemuan, itu laknatullah ya. biarlah Allah yang melaknat. Jadi kami sudah ikhlas, biarlah saja, kami kalah di dunia, tapi kami menang di akhirat,” ujar Ade.

    Nah rupanya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok mulai melaksanakan putusan MA dengan melelang aset First Travel hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) milik jemaah. Korban lainnya bernama Ira Fauziyah merasa heran karena aset-aset yang mulai dilelang.

    “Kami ini merasa seperti dimanipulasi kasus ini, kok tiba-tiba ditutup dengan pelelangan dan akhirnya hasil lelang harusnya jatuh ke jemaah. Kami ini kan jemaah yang mengeluarkan uang yang dengan cara, ada yang sebagai tukang ikan asin, tukang urut, tukang sayur, nggak semudah itu,” ujar salah satu korban bernama Ira Fauziyah saat dihubungi, Sabtu (16/11/2019).

    Kami secara pribadi ikhlas, tapi bukan mengikhlaskan untuk diambil pejabat. Tapi memang ikhlas kepada takdir Allah,” imbuhnya.

    Ira ingin mencari keadilan atas kasus ini. Ira berharap semestinya hasil pelelangan aset diberikan kepada korban.

    “Kami pengin cari keadilan saja, misalnya kalau dilihat hukum ini sudah mati, siapa yang menggugat, siapa yang digugat. Sekarang yang digugat seenaknya saja umumkan, kita disuruh ikhlas. Kami minta diberangkatkan umrah, gitu saja,” kata Ira. (dt)

    Editor : Heny