Tokoh Perempuan hadiri Diskusi FORHATI Sulsel “Perempuan, Krisis dan Harapan”

MAKASSAR, LINKSULSEL – Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Sulawesi Selatan menggelar FORHATI Sulsel Talk bertema “Perempuan, Krisis dan Harapan di Kedai Kopi Asia by Sija, Jalan Pengayoman, Makassar, Senin (22/6/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung pukul 19.00–22.00 WITA ini menjadi ruang dialog bagi perempuan untuk membahas berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang tengah dihadapi masyarakat, sekaligus merumuskan harapan serta solusi dalam menghadapi dinamika zaman.

Mewakili Koordinator Presidium FORHATI Sulsel, Prof. Dr. Nur Syamsiah Yunus Tekeng membuka kegiatan dengan menyampaikan pentingnya peran perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga dan masyarakat di tengah berbagai krisis.

Sejumlah tokoh perempuan turut berbagi pengalaman dan gagasan dalam forum tersebut. Dr. dr. Hj. Rumaisah Hasan memaparkan pentingnya resiliensi perempuan sebagai kader KOHATI dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Sementara itu, Dr. Dien Triana memberikan edukasi mengenai pentingnya literasi keuangan sejak dini sebagai bekal menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Pengusaha katering Marlina turut membagikan pengalaman mempertahankan dan mengembangkan usaha di tengah situasi krisis. Sedangkan Ahli Sahra mengulas peluang dunia konten kreator sebagai salah satu jalan menghadapi tantangan ekonomi di era digitalisasi.

Pada sesi utama, Hadriana Hanafie, S.E., M.M. memaparkan gagasan mengenai tema **“Perempuan, Krisis dan Harapan”**, dengan menekankan pentingnya kepemimpinan, kolaborasi, dan pemberdayaan perempuan dalam menghadirkan perubahan positif di masyarakat.

Diskusi dipandu oleh Andi Sri Wulandani, S.IP., M.Hum., selaku Sekretaris Umum FORHATI Sulsel yang bertindak sebagai moderator.

Koordinator Presidium FORHATI Sulsel, Suryanarni Sultan, mengatakan perempuan memiliki posisi strategis dalam menghadapi berbagai krisis yang terjadi di tengah masyarakat. Menurutnya, perempuan tidak hanya menjadi pihak yang terdampak, tetapi juga memiliki kapasitas besar untuk menghadirkan solusi dan harapan.

> “Melalui forum ini, FORHATI Sulsel ingin menghadirkan ruang dialog yang produktif untuk memperkuat peran perempuan dalam menjawab berbagai tantangan zaman,” ujarnya.

Usai diskusi publik, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi internal Presidium FORHATI Sulsel guna membahas program kerja dan agenda organisasi ke depan.

Melalui forum ini, FORHATI Sulsel berharap dapat memperkuat jejaring, meningkatkan kapasitas perempuan, serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan konstruktif yang berkontribusi bagi pembangunan daerah dan pemberdayaan perempuan di Sulawesi Selatan.

Pos terkait

http://linksulsel.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-09-at-17.01.041-1.jpeg

Tinggalkan Balasan