Suzanna Come Back di Bioskop 15 November

JAKARTA, LINKSULSEL.COM– Siapa yang tidak tahu film Sundel Bolong. Penikmat film horor tahun 1980-an pasti sudah hapal dengan sosok Suzzanna. Raut wajah dan semua gerak-geriknya di film horor seakan membekas di ingatan orang-orang yang telah menontonnya. Harus diakui inilah kekuatan film Suzzanna pada zamannya.

Sayangnya, adegan epik dalam film yakni saat Suzzanna memesan 200 sate dari tukang sate justru tidak ada dalam film berdurasi lebih dari 60 menit tersebut. Padahal, dalam triller sebelum film diputar premiere, adegan tersebut masih dimunculkan.

Bacaan Lainnya
http://linksulsel.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-09-at-17.01.041-1.jpeg

Meski terdapat perasaan kecewa saat adegan tersebut tidak mendapatkan ruang di film horor terbaru Soraya Intercine Films berjudul Suzzanna Bernapas dalam Kubur tetap diluncurkan. Dan satu-satunya yang mungkin bisa dirasakan penonton nanti saat melihat film yang akan tayang pada 15 November 2018 mendatang adalah, perasaan nostalgia melihat sosok Suzzanna terlahir kembali.

Bagaimana bisa? Tentu bisa dan bukan hal mustahil di tengah kemajuan teknologi saat ini. Aktris Luna Maya adalah sosok yang membawa kembali jiwa Suzanna dalam film tersebut. Wajah Luna dipoles sedemikian rupa, dengan bantuan teknologi dan ahli tata rias dari Rusia.

Alhasil, dalam film tersebut terlihat wajah mediang Suzanna seperti benar-benar kembali ingin mewarnai industri perfilman Indonesia. Minusnya hanya satu, ekspresi Luna jadi sangat kaku, karena pemakaian prostetik yang begitu tebal pada bagian dagu dan bibir.

“Kalau di bilang 100% mirip, saya yakin juga tidak. Karena saya bukan beliau, saya ini Luna. Satu dengan yang lainnya tidak bisa disamakan, bahkan kembar identik saja ada yang berbeda. Jadi, tidak 100% sama tapi kita coba sedemikian rupa, sehingga orang yang menonton film ini bisa nonton film Suzzanna yang baru. Jadi bukan nonton film Luna Maya yang baru,” ungkap Luna Maya kepada redaksi SP, di BeritaSatu Plaza, belum lama ini.

Sempat menjadi pertanyaan orang banyak juga, apakah film Suzzanna Bernapas dalam Kubur ini merupakan sebuah remake dari film-film sebelumnya? Ataukah film ini adalah gabungan cerita dari beberapa film yang laris manis di pasaran? Terlebih judul dari film ini seakan seperti menggabungkan judul film drama Bernapas dalam Lumpur (1970) dan Beranak dalam Kubur (1971).

“Film ini tidak ingin menggabungkan kedua judul film tersebut. Kalau nanti nonton, Anda akan tahu kenapa judulnya seperti ini, karena judul ini tidak hanya asal judul, tetapi ada pemaknaannya,” ungkap Luna.

Lantas, apakah film Suzzanna mampu bersaing di tengah industri perfilman Indonesia saat ini? Mengingat, perkembangan film, terutama genre horor dewasa ini tengah memperlihatkan keseriusannya. Bukan hanya membuat penonton berteriak ketakutan saja, tetapi para sutradara kini telah lebih teliti untuk memperhatikan cerita, estetika, dan artistik. Sehingga, film tersebut bisa dinikmati dari segala sisi.

Editor: Ahmad

Pos terkait

http://linksulsel.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-09-at-17.01.041-1.jpeg

Tinggalkan Balasan