Dari Pedagang Parfum ke Parlemen Makassar
oleh : Muhammad Askar, SKM
Dalam lanskap politik Kota Makassar, nama H. Ismail, SH muncul sebagai representasi nyata dari mimpi demokrasi Indonesia: bahwa setiap warga negara, terlepas dari latar belakangnya, memiliki kesempatan yang sama untuk mengabdi dan memimpin. Perjalanan hidupnya adalah sebuah narasi inspiratif tentang dedikasi, konsistensi, dan kerja keras.
Dari seorang pedagang parfum keliling yang berjuang memenuhi kebutuhan harian, H. Ismail bertransformasi menjadi Anggota DPRD Makassar dan tokoh masyarakat yang dipercaya memimpin organisasi olahraga daerah. Kisahnya membuktikan tesis bahwa “hasil akhir perjuangan ditentukan oleh keteguhan hati dan konsistensi dalam melangkah.”
Babak Awal: Deru Roda dan Aroma Parfum
Sebelum dikenal sebagai Bapak Legislator, H. Ismail adalah seorang pengusaha kecil yang akrab dengan jalanan Makassar. Bisnis parfum yang ia rintis bukan sekadar usaha dagang, melainkan sekolah kehidupan pertama baginya.
* Belajar dari Jalanan: Berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat saat menjajakan dagangan mengajarinya memahami denyut nadi permasalahan rakyat kecil, mulai dari kesulitan ekonomi hingga harapan akan perubahan.
* Mentalitas Pejuang: Menjadi pedagang menuntut ketahanan mental yang tinggi. Penolakan, terik matahari, dan ketidakpastian pendapatan tempa dirinya menjadi pribadi yang ulet dan tidak mudah menyerah.
* Jaringan Akar Rumput: Jejak langkahnya sebagai pedagang membangun jaringan emosional yang kuat dengan warga di berbagai sudut kota, yang kelak menjadi basis dukungan alamiahnya di dunia politik.
Bagi H. Ismail, masa-masa sebagai pedagang parfum adalah fondasi karakter yang membentuknya menjadi pemimpin yang merakyat dan paham realitas lapangan.
Transformasi Intelektual: Mengejar Gelar Sarjana Hukum
Di tengah kesibukan berdagang, H. Ismail menyimpan mimpi besar untuk meningkatkan kapasitas dirinya melalui pendidikan. Keyakinannya bahwa “ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan pengabdian” mendorongnya untuk menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar Sarjana Hukum (SH).
Pendidikan hukum memberikan perspektif baru baginya:
* Pemahaman Regulasi: Ia belajar bagaimana aturan dibuat dan bagaimana hukum dapat digunakan sebagai alat untuk membela keadilan.
* Logika Berpikir Sistematis: Latar belakang hukum melatihnya untuk menganalisis masalah secara terstruktur dan mencari solusi yang legal serta konstitusional.
* Advokasi Rakyat: Dengan bekal ilmu hukum, ia merasa lebih percaya diri untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat yang sering kali terabaikan.
Kombinasi antara pengalaman lapangan sebagai pedagang dan wawasan akademis sebagai sarjana hukum menjadikan H. Ismail figur yang unik: cerdas secara intelektual namun tetap membumi secara sosial.
Masuk Arena Politik: Konsistensi di Partai Golkar
Keputusan H. Ismail untuk masuk ke dunia politik bukanlah langkah instan. Ia memilih Partai Golkar sebagai wadah perjuangannya, partai yang dikenal dengan basis massa yang kuat dan sejarah panjangnya di Sulawesi Selatan.
Perjalanannya di internal partai penuh dengan proses:
1. Kaderisasi: Ia melewati berbagai tahap kaderisasi, membuktikan loyalitas dan kontribusinya bagi partai sebelum dipercaya maju sebagai calon legislatif.
2. Memantapkan Diri di Dapil II: Pada Pemilu 2024, H. Ismail mantap maju sebagai calon anggota DPRD Makassar dari Dapil II (yang mencakup wilayah padat penduduk seperti Tallo, Ujung Tanah, Wajo, Bontoala dan Sangkarrang ). Kampanyenya tidak mengandalkan janji manis, melainkan rekam jejak nyata dan kedekatan personal dengan warga.
3. Kemenangan yang Mengharukan: Keberhasilannya terpilih menjadi Anggota DPRD Makassar periode 2024-2029 adalah buah dari konsistensi menyapa konstituen selama bertahun-tahun, bahkan sejak ia masih berstatus sebagai pedagang.
“Politik bukan soal siapa yang paling keras suaranya, tapi siapa yang paling konsisten hadir di tengah masyarakat,” demikian prinsip yang selalu ia pegang teguh.
Pengabdian di Parlemen: Suara Baru untuk Makassar
Sebagai anggota dewan, H. Ismail membawa semangat “pedagang yang peduli” dan “ahli hukum yang membela”. Di kursi DPRD Makassar, fokus utamanya adalah:
* Pemberdayaan UMKM: Memahami betul seluk-beluk usaha kecil, ia aktif mendorong regulasi yang memudahkan akses modal dan pasar bagi pelaku UMKM di Makassar.
* Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL): Dengan empati seorang mantan pedagang, ia menjadi jembatan dialogis antara pemerintah kota dan para PKL, mencari solusi penataan yang manusiawi tanpa mematikan sumber penghidupan.
* Supremasi Hukum Daerah: Menggunakan keahlian hukumnya, ia kritis dalam pembahasan Perda, memastikan setiap aturan melindungi rakyat kecil dan tidak tumpang tindih.
* Pengawasan Pembangunan: Ia rutin melakukan sidak ke proyek-proyek infrastruktur untuk memastikan anggaran daerah benar-benar bermanfaat bagi publik.
Gaya kerjanya yang blusukan dan mudah diakses membuatnya cepat diterima oleh berbagai kalangan, dari tukang parkir hingga pengusaha besar.
Ekspansi Pengabdian: Memimpin Olahraga Kota Makassar
Bukti bahwa dedikasi H. Ismail melampaui batas-batas formal jabatan legislatif terlihat pada tahun 2025. Kepercayaan publik kepadanya semakin luas ketika ia ditunjuk dan kemudian dikukuhkan sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar untuk periode 2025-2029.
Sebagai Ketua KONI Makassar:
* Revitalisasi Olahraga Dasar: Ia berkomitmen membangkitkan kembali minat olahraga di tingkat kecamatan dan kelurahan.
* Dukungan Atlet Berprestasi: Memastikan atlet-atlet Makassar mendapat fasilitas dan perhatian layak untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
* Sinergi Pemkot dan Swasta: Menjembatani kerjasama antara pemerintah kota Munafri-Aliyah dengan sektor swasta untuk pendanaan olahraga.
Langkah ini menunjukkan bahwa H. Ismail tidak hanya puas dengan pencapaian politik, tetapi terus mencari medan pengabdian baru untuk memajukan kota tercinta.
Filosofi Perjuangan: Dedikasi Menentukan Hasil
Perjalanan H. Ismail, SH dari pedagang parfum ke parlemen dan pimpinan KONI mengajarkan satu pelajaran fundamental: Konsistensi adalah kunci keberhasilan.
Banyak orang mungkin memulai dengan mimpi besar, namun hanya sedikit yang bertahan melewati proses panjang penuh liku. H. Ismail adalah bukti hidup bahwa:
* Latar belakang ekonomi bukan penghalang untuk sukses.
* Pendidikan adalah alat ampuh untuk mengubah nasib.
* Loyalitas dan kerja nyata lebih berharga daripada janji kosong.
* Pengabdian yang tulus akan selalu menemukan jalannya menuju kepercayaan rakyat.
“Hasil akhir perjuangan tidak pernah mengkhianati mereka yang berjalan dengan kaki yang lelah namun hati yang tak pernah berhenti berharap,” begitu kira-kira pesan tersirat dari hidup H. Ismail.
Penutup
Jejak langkah H. Ismail, SH adalah cerita tentang transformasi dan harapan. Dari aroma parfum yang ia jual di jalanan Makassar, kini ia menebarkan aroma kebijakan yang menyejahterakan di ruang parlemen. Dari seorang pedagang yang berjuang sendirian, kini ia menjadi pemimpin yang menggerakkan ribuan atlet dan konstituen.
Di era kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika, kehadiran figur seperti H. Ismail di DPRD dan KONI memperkuat sinergi pembangunan Kota Makassar. Ia adalah simbol bahwa dengan dedikasi dan konsistensi, setiap orang bisa menulis sejarah kejayaannya sendiri dan memberikan dampak nyata bagi bangsa.
Semoga perjalanan H. Ismail menjadi inspirasi abadi bagi generasi muda Makassar untuk berani bermimpi, berani berjuang, dan konsisten dalam pengabdian.
Catatan: Profil ini disusun berdasarkan data publikasi terkini hingga Maret 2026, mencakup riwayat H. Ismail sebagai Anggota DPRD Makassar Dapil II, pengangkatannya sebagai Ketua KONI Makassar periode 2025-2029, serta latar belakangnya sebagai pengusaha.





