MAKASSAR, LINKSULSEL.COM– Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah (NA) menemui langsung para demonstran yang mendatangi Kantor Gubernur Sulsel, Senin (15/7) sore.
Dengan berjalan kaki dari lobby utama kantor, Nurdin berjalan menuju gerbang pintu masuk menemui puluhan pengunjuk rasa.
Para pengunjuk rasa berasal dari PB-Hipermata, mereka menyampaikan aspirasi terkait kegiatan tambang di Galesong, Kabupaten Takalar. Kegiatan pertambangan tersebut dinilai telah berpengaruh signifikan terhadap perekonomian nelayan, selain itu juga kondisi lingkungan yang dikuatirkan turut rusak.
Walaupun perwakilan di awal dialog sempat menyampaikan sikap dengan nada sedikit meninggi. Namun sikap tenang gubernur membuat mereka berusaha memahami.
“Saya orang lingkungan, tidak akan mungkin kita rusak,” kata Guru Besar Fakultas Kehutanan di Universitas Hasanuddin.
Nurdin lebih lanjut kemudian meminta penjelasan apa yang menjadi masalah dan apa yang mereka harapkan. Nurdin memberikan argumen logis, akhirnya diskusi berjalan cair.
“Kita akan back-up, percaya saja. Saya akan lindungi (nelayan), pokoknya tidak akan ada lagi penambang pasir di situ,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB-Hipermata Tahkifal Mursalim menyampaikan akan terus mengawal hal ini.
“Kawan-kawan akan tetap terus menanyakan persoalan tambang pasir ini. Kami akan terus melaksanakan apa keluhan dari masyarakat yang ada di Galesong khususnya,” ujarnya.
Setelah menerima aspirasi mereka, para pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib.
Editor: Triutami





