• Gerak Cepat, Dinkes Makassar Edarkan Surat Himbauan ke Apotek
    Oleh | Jumat, 21 Oktober 2022 | 12:35 WITA

    Makassar, Linksulsel.com- Marak kasus gagal ginjal pada anak-anak di beberapa daerah di Indonesia. Mendadak, sejumlah sirup obat-obatan yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya dihentikan peredarannya. Termasuk di kota Makassar, pemerintah daerah mulai menyikapinya dengan serius.

    Dinas Kesehatan Makassar gerak cepat dengan mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh pusat layanan kesehatan agar sementara waktu tidak menggunakan obat sirop untuk diberikan kepada pasien.

    Dilansir dari Antara Sulsel, Kepala Dinas Kesehatan Makassar dr Nursaidah Sirajuddin di Makassar, Kamis 20 Oktober 2022, mengatakan edaran yang dikeluarkannya merujuk pada keputusan Kementerian Kesehatan terkait dengan adanya kasus gagal ginjal akut pada anak.

    “Begitu ada keputusan yang dikeluarkan oleh Kemenkes, kami pun melakukan hal yang sama agar untuk sementara tidak mengeluarkan obat sirop untuk pasien,” ujarnya.

    Nursaidah mengatakan edaran yang dikeluarkan kepada seluruh layanan kesehatan, baik rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), maupun apotek, karena adanya kasus gagal ginjal akut saat ini.

    Menurut dia, instruksi yang dikeluarkan oleh Kemenkes itu langkah antisipasi sebelum ada penelitian mendalam terkait dengan penyebab gagal ginjal akut progresif atipikal yang mayoritas menyerang usia anak di Indonesia.

    “Yang diserang kasus gangguan ginjal akut ini adalah anak-anak. Kami pun terus memantau perkembangannya dan meminta kepada seluruh pusat layanan kesehatan agar tetap siaga jika ada warga yang mengalami gangguan kesehatan,” katanya.

    Terkait dengan apakah akan menarik semua obat berbentuk sirop itu, pihaknya masih menunggu arahan dan instruksi dari Kemenkes. Namun untuk saat ini, dirinya meminta agar semua obat jenis sirop itu disimpan terlebih dahulu.

    Dalam kasus kasus gagal ginjal akut progresif atipikal di Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan kasus mencapai 192 orang per Selasa 18 Oktober. Lonjakan kasus bulanan tertinggi tercatat terjadi pada September 2022 dengan 81 kasus yang dilaporkan.

    Editor: Ahmad Rusli