MAKASSAR, LINKSULSEL.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar mengungkapkan, pihaknya akan mengagendakan untuk melakukan pemuktahiran data sturting lanjutan. Sebab, ini untuk menindaklanjuti kegiatan pemuatakhiran tersebut bersama dengan pihak kelurahan.
Khususnya kelurahan yang tercatat berhasil menekan angka stuntingnya hingga zero dan kelurahan yang tercatat mengalami lonjakan angka stunting.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Masyarakat Sunarti mengungkapkan jika pendataan ini penting agar daerah lain bisa mencontohkan strategi yang dibangun oleh kelurahan.
Setelah menggelar Desiminasi publikasi pemutakhiran data stunting, Selasa 31 Oktober 2023, di Swis-belhotel, Dinas Kesehatan Kota Makassar masih mengagendakan pendataan lanjutan. Khususnya kelurahan yang stuntingnya berhasil zero dan kelurahan yang melonjak.
“Jadibagaimana caranya di2024 nanti bisa zero, yah minimal 14 persen (SsGI).” jelasnya, 4 November 2023.
Dia menerangkan sejumlah inovasi dan intervensi didorong pemkot untuk mencapai target tersebut. Salah satunya lewat program Bapak Asuh Stunting.
Program ini telah dikenalkan Dinkes sejak puncak peringatan Hari Keluarga Berencana
Nasional (Harganas) awal September lalu.
Program ini memberikan mandat ke OPD untuk mengurus anakyang terkena stunting.
Pun ini telah dibagi. Bagi OPD mengurus dua anak per orang.
Sedangkan khusus kepala sekolah negurus satu anak. Implementasi pada tahap
awal telah menyasar sebanyak 600 anak di berbagai kelurahan di Makassar.
Lebih lanjut, Sunarti membeberkan saat ini jumlah anak yang terkena stunting di Makassar mencapai 2.700 anak (3,14 persen).
Ini juga tercatat secara progresif menurun, dimana di tahun 2020 angka anak penderita stunting masih berad di 5.413 anak. Kemudian menurun di 2021 mencapai 3.902 dan di 2022 menjadi 3.333 anak.v(*)
editor :Heny





