• Berapa Gaji PNS? Yuk Cari Tahu
    Oleh | Sabtu, 5 Oktober 2019 | 21:01 WITA

    JAKARTA, LINKSULSELCOM- Bagi para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 yang sebentar lagi mendaftarkan diri, ada hal yang perlu kalian tahu mengenai besaran gaji yang akan diterima setelah lolos seleksi CPNS 2019.

    Besaran gaji CPNS 2019 nanti akan disesuaikan pendidikan terakhir pendaftar yang digolongkan dalam beberapa kelompok.

    Di antaranya, golongan IA, golongan IIA, golongan IIC, golongan IIIA, golongan IIIB, dan golongan IIIC.

    Hal itu seperti yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketujuh Belas atas Peraturan PEmerintah NOmor 7 Tahun 1997 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (PP 30/2015).

    Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan memperkirakan nominal gaji yang diterima CPNS hingga menjadi PNS pada tahun ini masih sama dengan periode pendaftaran sebelumnya.

    “Masih sama, kok, dengan penerimaan yang terakhir. Misal, untuk golongan IIIA yang fresh graduate S-1 di angka Rp 2,4 juta (gaji pokok),” ujar Ridwan kepada Kompas.com, Selasa (18/9/2018) lalu.

    Peserta dengan pendidikan terakhir sekolah dasar termasuk golongan IA, SMA dan sederajat masuk golongan IIA, D-3 sederajat golongan IIC, S-1 sederajat golongan IIIA, S-2 sederajat golongan IIIB, dan S-3 sederajat termasuk PNS golongan IIIC.

    Berdasarkan PP Nomor 30 Tahun 2015, gaji PNS terendah yakni untuk golongan IA dengan masa kerja nol tahun sebesar Rp 1.486.500.

    Sementara PNS dengan pengalaman kerja nol tahun yang gajinya tertinggi adalah golongan IVE sebesar Rp 3.422.100.

    Meski gaji pokoknya tergolong kecil setara upah minimum, PNS terkenal dengan banyaknya tunjangan kinerja. Bahkan, di beberapa instansi, tunjangannya bisa berkali-kali lipat dari gaji pokoknya.

    Meski begitu, tak ada aturan pemerintah yang mengatur soal tunjangan.

    Setiap institusi memiliki kebijakan sendiri soal tunjangan bagi PNS.

    Jumlah tunjangan pun berbeda antara pusat dan daerah.

    “Tergantung instansi masing-masing. Tunjangan kinerja di Jakarta pun berbeda dengan yang NTB,” kata Ridwan.

    Berikut rincian gaji PNS tanpa pengalaman kerja (sebagai PNS) yang diatur PP Nomor 30 Tahun 2015 :

    I A : Rp 1.486.500

    IIA : Rp 1.926.000

    IIIA : Rp 2.456.700

    IIIB : Rp 2.560.600

    IIIC : Rp 2.668.900

    IIID : Rp 2.781.800

    IVA : Rp 2.899.500

    IVB : Rp 3.022.100

    IVC : Rp 3.149.900

    IVD : Rp 3.283.200

    IVE : Rp 3.422.100.

    Kenaikan Gaji PNS dan Pensiunan

    Dilansir oleh makassar.tribunnews.com, gaji PNS, Anggota TNI-Polri dan pensiunan PNS bakal naik di tahun 2019 ini.

    Hal ini berdasarkan janji Presiden Jokowi yang sudah dilegalisasi artinya sifatnya sudah pasti. Lantas, berapa kenaikannya dan gimana cara menghitung jumlah naiknya? berikut selengkapnya.

    Pengumuman kenaikan gaji ini juga disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam Rapat Paripurna RAPBN 2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 18 Agustus 2018 lalu.

    “Pada 2019, pemerintah akan menaikkan gaji pokok dan pensiun pokok bagi aparatur negara serta pensiunan sebesar rata-rata 5 persen,” ucap Presiden Jokowi.

    Dari penjelasan Presiden Jokowi tersebut, maka cara menghitung kenaikan gaji PNS 2019 berdasarkan gaji pokok dan pensiunan pokok.

    Sebagai contoh, cara menghitung kenaikan gaji PNS 2019 dapat dilihat pada tabel di bawah.

    Menurut Jokowi, kenaikan gaji dilakukan pemerintah lantaran untuk melanjutkan tren positif, yang terjadi pada birokrasi selama 2018.

    Pada 2018, pemerintah telah melakukan percepatan pelaksanaan reformasi di 86 kementerian/lembaga (K/L), guna memberikan pelayanan publik yang lebih mudah, baik, dan cepat, serta transparan.

    Rencana kenaikan gaji pokok dan pensiun pokok itu pun diharapkan Jokowi bisa semakin meningkatkan kualitas birokrasi dalam negeri.

    “Peningkatan kualitas dan motivasi birokrasi terus dilakukan agar aparatur negara makin profesional, bersih, dan terjaga kesejahteraannya,” tutur Jokowi.

    Sri Mulyani mengungkapkan kenaikan gaji PNS dan pensiunan sebesar 5 persen pada 2019 adalah hal wajar.

    Hal itu karena gaji PNS tidak mengalami kenaikan dalam empat tahun terakhir. Kenaikan 5 persen dihitung dari gaji pokok.

    Untuk tunjangan, menurut Sri Mulyani, hal itu akan disesuaikan dengan kinerja masing-masing ASN.

    Saat ditanya apakah kenaikan gaji tidak akan membebani anggaran negara, Sri Mulyani tak menjawab dengan tegas.

    “APBN kan memang digunakan untuk membiayai kebutuhan negara,” ujar dia.

    Kuota CPNS 2019 & P3K 2019

    Seleksi CPNS Tahun ini semakin dekat. Tak hanya itu, pemerintah juga membuka kesempatan untuk P3K/PPPK 2019.

    Diprediksi jumlah peserta seleksi CPNS 2019 dan PPPK/P3K 2019 ini akan mencapai 5,5 juta orang.

    Total kebutuhan ASN nasional 2019 sejumlah 254.173 formasi yang mencakup 100.000 formasi CPNS 2019 dan 100.000 formasi PPPK/P3K 2019 tahap kedua, dan sisanya sudah dilaksanakan pada seleksi PPPK/P3K 2019 tahap pertama.

    Sebanyak 108 lokasi di seluruh Indonesia dapat dimanfaatkan melalui fasilitas yang disediakan BKN dan bekerja sama dengan sejumlah instansi pusat dan daerah.

    Hal ini diakui sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tak lagi memperbolehkan pemerintah daerah merekrut tenaga honorer.

    Dilansir dari Kompas.com, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin mengatakan, pemerintah daerah tak boleh lagi merekrut tenaga honorer.

    “Pemda tidak boleh rekrut honorer, nanti di sanksi Mendagri (Tjahjo Kumolo),” ujar Syafruddin di Jakarta, Rabu (21/8/2019) lalu.

    Namun, Syafruddin tak menjelaskan secara detail apa sanksi bagi pemerintah daerah yang masih membandel merekrut tenaga honorer.

    Mengenai masih adanya tenaga honorer yang belum diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara, Syafruddin tak mempermasalahkannya.

    Nantinya, para tenaga honorer tersebut akan dijadikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

    “Sisa yang (honorer) 15 tahun tetap diberikan ruang melalui PPPK,” kata mantan Wakil Kepala Polri itu.

    Mengenai pendidikan para tenaga honorer yang belum memenuhi klasifikasi, Syafruddin menjelaskan pemerintah akan menyekolahkan mereka jika nantinya sudah diangkat PNS.

    “50 persen ( ASN) sudah sarjana, tugas kita semua untuk yang sisanya itu bagaimana caranya di S1 kan,” ujarnya

    Pemerintah kembali membuka pendaftaran CPNS dan P3K.

    Tahun ini pendaftaran CPNS dan P3K dijadwalkan pada Oktober mendatang.

    Maka dari itu ada beberapa hal yang harus kamu ketahui dan persiapkan dari sekarang.

    10 tahapan pendaftaran

    Berdasarkan laman resmi BKN, berikut tahapan umum pendaftaran SSCN (Sistem Seleksi CPNS Nasional) tahun lalu:

    1. Pendaftaran dapat diakses melalui tautan resmi situs http://sscn.bkn.go.id

    2. Peserta membuat akun dengan memasukan: Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sudah terverifikasi Dukcapil Mengisi email aktif, kata sandi dan pertanyaan pengaman Upload pas foto ukuran minimal 120kb maksimal 200kb

    3. Calon peserta mencetak kartu informasi akun.

    4. Masuk kembali ke tautan resmi dengan akun yang telah dibuat.

    5. Upload foto selfie dengan memperlihatkan KTP dan kartu informasi akun,

    6. Mengisi biodata,

    7. Memilih institusi, formasi dan jabatan (hanya diperkenankan 1 institusi/jabatan/formasi).

    8. Cek resume, pastikan sudah mengisi biodata dan pilihan jabatan/formasi dengan benar.

    9. Klik simpan, data akan terkirim secara otomatis dan tidak dapat diubah dengan alasan apapun.

    10. Cetak dan simpan baik-baik kartu SCCN sebagai bukti telah melakukan pendaftaran.

     

     

     

     

    Editor: Jesi Henny Taroko