1 April, Dinas Kebudayaan Gelar Bulan Budaya

MAKASSAR, LINKSULSEL. COM- Dinas Kebudayaan Kota Makassar meluncurkan inovasi baru yakni hari kebudayaan.

Hari kebudayaan kota Makassar ini akan diperingati setiap tanggal 1 April. Bahkan, untuk memeriahkan akan dilaksanakan bulan budaya sepanjang bulan April.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Sittiara Kinnang mengatakan, penetapan tanggal 1 April sebagai hari kebudayaan kota Makassar bukan tanpa alasan. Sebab, pihaknya telah mengumpulkan semua pelaku sejarahwan, budayawan dan seniman se-Sulsel dalam seminar kebudayaan beberapa waktu lalu.

“Ini tupoksi kita menggali dan melestarikan budaya. Teman-teman punya ide bagaimana membuat hari kebudayaan. Makanya kita wujudkan hari kebudayaan itu di tanggal 1 April dan itu hasil keputusan teman-teman di seminar kebudayaan kenarin,” kata Sittiara, Kamis (14/3).

Namun, kata Sittiara Kinnang, hari kebudayaan ini tidak hanya fokus pada kebudayaan empat etnis di Sulsel. Pihaknya, akan mengikutsertakan kebudayaan lain yang ada di Makassar. Alasannya, Kota Makassar merupakan salah satu kota tua yang memiliki kebudayaan dari luar seperti Arab, Tiongkok dan Melayu.

“Jadi, kita menggali budaya bugis makassar tapi kita juga memberikan ruang etnis yang lama bermukin di Makassar. Supaya, orang Indonesia tahu ternyata ada juga budaya selain budaya Bugsi Makassar,” ucapnya.

Kata Ira, sapaan karibnya, pihaknya telah mengundang semua budaya yang bermukim di kota Makassar untuk membicarakan bulan kebudayaan sekaligus pencanangan hari kebudayaan kota Makassar di tanggal 1 April mendatang. Setali tiga uang, para pangyubuan tersebut antusias menyambut acara bulan kebudayaan.

“Mereka merespon sangat baik, karena mereka juga mau mengeksiskan budayanya dimana dia merantau. Sama kita juga kalau di rantau orang. Semua kebudayaan se Indoensia akan bersatu di bulan kebudayaan nanti,” ujarnya.

Bahkan, kata Ira, dirinya telah menawarkan pilihan hari dimana bisa menampilkan kebudayaannya. Bulan kebudayaan nanti, tidak hanya tarian budaya namun semua hal budaya yang dimiliki. Misalnya, permainan tradisional hingga makanan khas dari budayanya.

“Kita harap semua berpartisipasi. Seperti paguyuban, kita minta partisipasi full karena kita hanya fasilitasi panggung misalnya. Itu akan massif tapi tidak ada anggaran makanya semua SKPD diharapkanya partisipasinya. Intinya, kalau niat baik pasti ada jalannya,” paparnya.

Diharapkan, kata Ira, dengan adanya hari kebudayaan masyarakat bisa menggali dan mengingat tentang identitas kita tentanf kebudayaan yang dimiliki orang bugis makassar.

“Saya sudah tua tapi sudah tahu kebudayaan saya, kalau anak-anak mana dia tahu permainan rakyat. Terus kita harus jaga ini dan kita harap bisa jadi kalender tahunan karena tidak secara tidak langsung memberikan pemahaman kepada generasi selanjutnya,” jelasnya.

Sementara, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto mengatakan, kebudayaan sangat penting saat ini. Pasalnya, dengan kemajuan zaman yang ditandai revolusi industri 4.0 unsur kebudayaan kian menjauh. Olehnya itu, dirinya melihat pelestarian kebudayaan sebagai tantangan di masa mendatang.

“Revolusi Industri 4.0 itu prinsipnya replace (mengganti tempat). Saya takutnya, budaya kita ditinggalkan, pada saat yang sama inisiasi dinas kebudayan mewujudkan hari kebudayaan,” ujarnya.

Bagi Danny, lahirnya hari kebudayaan kota Makassar sebagai moment untuk memperkenalkan budaya Bugis Makassar. Pasalnya, budaya itu tidak hanya bicara nyanyian dan kuliner melainkan semua yang menyangkut tentang identitas diri.

“Tidak hanya budaya empat etniss sulsel tapi ada budaya luar negeri yang ada disini. Insya allah, semua budaya kita akan tampilkan di bulan kebudayaan,” cetusnya.

Editor : Heny

Pos terkait

http://linksulsel.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-09-at-17.01.041-1.jpeg

Tinggalkan Balasan