Makassar, Linksulsel.com- Angka penularan penyakit Tuberkulosis (TBC) atau TB di Kota Makassar masih cukup tinggi. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kota Makassar, penderita TB pada tahun 2019 mencapai 5.412, dengan angka kesembuhan 83%.
Kemudian pada tahun 2020, kasus sempat mengalami penurunan menjadi 3.250 dengan angka kesembuhan 85%, dan pada tahun 2021 kembali melonjak menjadi 3.911. Angka itu disebut masih cukup tinggi.
Ketua Forum Multi Sektor Percepatan Eliminasi Tuberkulosis, Indira Jusuf Ismail, menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi internal Pemerintah Kota Makassar untuk memberantas penyakit TB.
Hal ini disampaikan Indira dalam Rapat Koordinasi Menuju Makassar Bebas Tuberkulosis, sebagaimana dilansir dari Sindonews.com, Jumat 3 Juni 2022.
“Kami sudah melakukan berbagai macam cara eliminasi TB, tapi tetap saja membutuhkan koordinasi multisektoral dan tentunya paling utama kolaborasi dengan elemen yang ada di Pemkot Makassar agar semua bisa saling support, saling bantu,” ujar Indira.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, menyebut pihaknya kini masif melakukan pelacakan terhadap masyarakat yang terduga terjangkit penyakit TB.
Sayangnya, inisiatif masyarakat untuk memeriksakan diri dinilai masih sangat rendah. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat agar melakukan skrining mandiri melalui aplikasi Sobat TB.
“Semua masyarakat bisa mengakses aplikasi itu. Ini kami sosialisasikan ke camat lurah yang sudah mendownload aplikasi Sobat TB, lalu mereka akan sosialisasi lagi di wilayahnya. Dari aplikasi itu, Dinkes bisa menarik data berapa banyak terduga, berapa banyak tidak terduga,” jelas Ida, sapaan akrabnya.
Editor: Ahmad Rusli





