Profile Alexander Labobar, ST Owner PT Bahtera dan Lofish Mart

Mengukir Prestasi Ritel Perikanan Modern Sulawesi Selatan

Dunia wirausaha bukanlah sebuah jalan tol yang lurus dan mulus. Bagi sebagian orang, dunia usaha adalah rimba belantara yang penuh ketidakpastian. Realitas inilah yang dihadapi oleh seorang pemuda bernama Alexander Labobar, ST. Lahir di Bau-Bau pada 20 Februari 1982, pria yang akrab disapa Alex ini tumbuh dengan membawa modal terbesar seorang manusia: daya pikir dan keteguhan prinsip. Namun, gelar Sarjana Teknik (ST) yang disandangnya tidak serta-merta menjadi jaminan karier yang instan.

Ada masa-masa sunyi ketika tuntutan hidup menjepitnya begitu erat. Sebelum ombak kesuksesan datang seperti hari ini, Alex pernah berada pada titik di mana ia tidak memiliki usaha sama sekali. Ia mencoba peruntungan di berbagai lini bisnis, tetapi kegagalan demi kegagalan terus mengetuk pintunya.
Demi bertahan hidup, ia bahkan sempat merantau ke daerah pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara, memeras keringat di tengah kerasnya industri tambang. Namun, takdir belum berpihak. Langkahnya harus terhenti tanpa membawa hasil materi yang berarti.

Alex kemudian kembali ke Kota Makassar. Kota Anging Mammiri menyambutnya dengan keadaan serba terbatas—tanpa penghasilan, tanpa aset, dan tanpa kepastian masa depan. Di tengah kekosongan yang menyesakkan itu, banyak orang mungkin memilih menyerah pada keadaan atau menyalahkan takdir. Namun, di situlah letak pembeda seorang pejuang kehidupan. Kondisi sulit tersebut tidak mematikan nalar kritisnya.

Sebagai alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang pernah ditempa di Unit Penerbitan dan Penulisan Mahasiswa (UPPM), Alex memiliki modal utama yang tidak dapat dirampas oleh kemiskinan: kemampuan membaca realitas dan membuka cakrawala berpikir.

Baginya, pendidikan formal yang ia tempuh bukan sekadar lembar ijazah untuk mencari pekerjaan, melainkan alat untuk melihat peluang di tengah kesempitan. Di titik inilah badai ujian perlahan bertransformasi menjadi gagasan besar yang kelak mengubah hidupnya.

Romantisme Trotoar dan Lahirnya Sebuah “Mart”

Latar belakang keluarga Alex sama sekali jauh dari bau garam samudra. Ia bukan anak seorang nelayan, bukan pula keturunan pengusaha perikanan. Namun, ide-ide besar sering lahir dari hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Alex dikenal sebagai pencinta kuliner ikan segar. Dari kegemarannya mengonsumsi ikan, ia melihat sebuah fenomena menarik di pasar Sulawesi Selatan yang selama ini dianggap biasa oleh masyarakat.

Selama puluhan tahun, masyarakat terbiasa membeli ikan di tempat-tempat tradisional, seperti pasar rakyat yang becek, lapak emperan pinggir jalan, atau dari para pagandeng—penjual ikan keliling yang menggunakan sepeda motor menyusuri kompleks perumahan.

Belum ada pengusaha yang berani menghadirkan konsep penjualan ikan segar dalam format modern ala minimarket, yang mengutamakan kebersihan, kenyamanan, dan standar mutu premium. Alex kemudian berpikir sederhana namun visioner: jika susu, roti, dan kebutuhan rumah tangga lain dapat dijual di ruangan bersih dan ber-AC, mengapa ikan segar tidak bisa diperlakukan dengan standar yang sama?
Dari kegelisahan itulah lahir sebuah mimpi besar: mendirikan minimarket ikan segar modern. Sebuah jaringan ritel yang mampu membawa ikan berkualitas langsung dari nelayan ke meja makan konsumen dengan kondisi terbaik.

Ia kemudian membangun sebuah nama yang kelak dikenal luas, yaitu Lofish Mart, dengan tagline: “Daily Fresh, Segar Setiap Hari.” Kata “Mart” yang disematkan di belakang nama usahanya bukan sekadar identitas bisnis, tetapi juga doa dan gambaran besar masa depan yang telah ia rancang sejak awal.

Perjuangan membangun usaha itu dimulai melalui sistem kemitraan berbasis kompleks perumahan. Alex mencari mitra penjual, sementara dirinya bertugas menyuplai ikan segar dengan standar harga dan kualitas yang sama.
Namun, realitas di lapangan tidak semudah rencana di atas kertas. Sistem kemitraan tersebut menghadapi banyak kendala teknis dan akhirnya tidak berjalan efektif. Meski demikian, kegagalan itu tidak membuatnya berhenti melangkah.

Ketika konsep awal belum berhasil, Alex memilih turun langsung ke jalan menjadi pedagang kaki lima. Ia berjualan ikan di pinggir jalan Kota Makassar, berpindah-pindah lokasi demi mencari tempat strategis.

Di tengah panas matahari dan kerasnya kehidupan jalanan, sosok Fitriani, sang istri tercinta, setia mendampinginya. Bersama-sama mereka memilah ikan, melayani pembeli, dan menghitung keuntungan kecil demi mempertahankan usaha. Ketekunan itu perlahan membuahkan hasil. Dari trotoar sederhana di samping Gedung Olahraga (GOR), Lofish Mart akhirnya tumbuh menjadi minimarket ikan segar modern yang bersih, terpercaya, dan dikenal luas di Sulawesi Selatan.

Menakhodai Bahtera dengan Kompas Tauhid

Keberhasilan mengelola lini ritel tidak membuat Alexander Labobar berpuas diri. Selaras dengan cetak biru usaha yang telah dirancangnya sejak masa-masa sulit, ia mulai melakukan ekspansi bisnis.

Jika Lofish Mart bergerak di bidang penjualan eceran untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia akan ikan segar berkualitas, maka dibutuhkan pula sebuah lini usaha yang mampu memperkuat rantai pasok dan melayani pembelian dalam skala besar. Dari pemikiran itulah lahir PT Bahtera.

Sesuai dengan namanya, PT Bahtera diposisikan sebagai jangkar utama dalam distribusi hasil laut segar. Perusahaan ini mengemban visi untuk menjadi penghubung antara kekayaan laut Nusantara dengan kebutuhan masyarakat melalui kualitas terbaik.

Melalui PT Bahtera, Alex tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis semata, tetapi juga berupaya memperkuat kemitraan dengan para nelayan lokal, mengoptimalkan sistem distribusi rantai dingin (cold chain), serta menjaga kepercayaan dalam setiap proses usaha yang dijalankan.

Di balik perjalanan luar biasa dari seorang pedagang kaki lima hingga menjadi direktur perusahaan distribusi, terdapat prinsip hidup yang menjadi fondasi utama Alexander Labobar.

Prinsip tersebut bukan semata-mata strategi bisnis modern, melainkan nilai ketauhidan yang kuat. Bagi Alex, segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan berjalan atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Pemahaman itulah yang membuatnya tidak takut menghadapi kemiskinan dan tidak silau oleh keberhasilan, karena ia meyakini bahwa semua hanyalah titipan.
Alex menilai bahwa banyak orang gagal bukan karena kurang pintar, melainkan karena terlalu bergantung pada kemampuan diri sendiri hingga melupakan nilai spiritual. Menurutnya, ilmu, gelar, dan kecerdasan tidak akan berarti tanpa kerendahan hati dan petunjuk dari Sang Pencipta.

“Kita perlu menyelaraskan diri dengan aturan yang Kuasa,” ungkapnya penuh penghayatan. Prinsip inilah yang membuatnya tetap rendah hati saat sukses dan tetap kuat ketika menghadapi ujian kehidupan.

Dalam berbagai kesempatan, Alexander Labobar juga menegaskan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda. Baginya, kejujuran, amanah, disiplin, dan kegigihan adalah fondasi utama dalam setiap profesi. Melalui Lofish Mart dan PT Bahtera, ia turut mendukung berbagai kegiatan pemberdayaan dan edukasi kewirausahaan di Sulawesi Selatan.
Kini, bersama sang istri tercinta, Fitriani, Alex menatap masa depan dengan visi besar: menjadikan Lofish Mart sebagai jaringan minimarket ikan segar terbesar di Indonesia. Perjalanan hidupnya menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan dapat diraih melalui kerja keras, keteguhan hati, dukungan keluarga, dan keyakinan yang kuat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Data Pribadi
• Nama Lengkap: Alexander Labobar, ST
• Nama Panggilan: Alex
• Jabatan : Owner PT Bahtera dan Lofish Mart
• Agama: Islam
• Istri: Fitriani

Pendidikan
• Alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar
• Gelar: Sarjana Teknik (ST)
• Aktif di Unit Penerbitan dan Penulisan Mahasiswa (UPPM)

Perjalanan Karier
• Pernah merintis berbagai usaha mandiri
• Pernah bekerja di kawasan pertambangan nikel Sulawesi Tenggara
• Memulai usaha penjualan ikan segar dari lapak kaki lima di Makassar
• Pendiri dan pengembang jaringan ritel ikan segar modern Lofish Mart
• Pendiri perusahaan distribusi hasil laut PT Bahtera

Bidang Usaha
Lofish Mart
Usaha ritel modern yang bergerak di bidang penjualan ikan segar dengan konsep minimarket perikanan modern.
Tagline:
“Daily Fresh, Segar Setiap Hari”
PT Bahtera
Perusahaan distribusi dan pemasok hasil laut segar yang mendukung rantai pasok perikanan modern.

Motto Hidup
“Kerja keras, berpikir mandiri, dan berserah kepada Tuhan adalah fondasi keberhasilan.”

Pos terkait

http://linksulsel.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-09-at-17.01.041-1.jpeg

Tinggalkan Balasan