Oleh: Muhammad Askar, SKM ( Pemerhati pembangunan kemajuan daerah )
—
Setahun lalu, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR) mengucapkan sumpah jabatan sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara periode 2025-2030. Bagi sebagian pengamat, kehadiran seorang perwira tinggi militer di kursi gubernuran kerap diidentikkan dengan pendekatan keamanan semata. Namun data dan fakta yang terhimpun sepanjang 2025 menunjukkan narasi berbeda: Sulawesi Tenggara tidak hanya stabil, tetapi mengalami percepatan pembangunan yang signifikan di berbagai sektor. Dalam kurun waktu yang biasanya baru cukup untuk penjajakan, ASR justru telah menorehkan catatan kinerja yang mengukuhkan predikat “Sultra Naik Kelas”.
Pertumbuhan Ekonomi di Atas Rata-Rata Nasional
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara menjadi bukti konkret pertama. Pada triwulan IV-2025, perekonomian Sultra tumbuh 5,79 persen (c-to-c), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 5,40 persen . Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 mencapai 5,94 persen (year-on-year) .
Angka ini konsisten dengan tren positif sepanjang 2025: triwulan II-2025 tumbuh 5,89 persen (y-on-y) , dan triwulan III-2025 tumbuh 5,65 persen (y-on-y) . Stabilitas pertumbuhan di kisaran 5,6-5,9 persen ini menunjukkan fondasi ekonomi yang semakin kokoh, didorong oleh ekspansi sektor-sektor produktif dan peningkatan aktivitas ekonomi wilayah.
Lebih penting lagi, pertumbuhan ini disertai perbaikan indikator kesejahteraan. Persentase penduduk miskin pada September 2025 turun menjadi 10,14 persen, menurun 0,40 persen poin dibanding Maret 2025 dan turun 0,49 persen poin dibanding September 2024 . Jumlah penduduk miskin berkurang 9.960 orang dalam setahun. Sementara itu, Gini Ratio yang mengukur ketimpangan pengeluaran penduduk turun dari 0,365 (September 2024) menjadi 0,357 (September 2025) , menandakan distribusi kesejahteraan semakin merata.
Indeks Pembangunan Manusia Meloncat ke Kategori Tinggi
Prestasi paling monumental tercatat dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada 2025, IPM Sulawesi Tenggara mencapai 74,25, naik 0,63 poin (0,86 persen) dari tahun sebelumnya yang sebesar 73,62 . Kenaikan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan penegasan status Sultra yang kini resmi menempati kategori “Pembangunan Manusia Tinggi” bersama 32 provinsi lainnya di Indonesia .
Jika direnungkan lebih jauh, perjalanan Sultra sungguh luar biasa. Pada 2010, IPM Sultra masih 65,99—tergolong kategori menengah. Dalam 15 tahun, indeks ini meroket 8,26 poin. Namun akselerasi terjadi justru dalam setahun terakhir: kenaikan 0,63 poin dalam satu tahun (2024-2025) lebih tinggi dari rata-rata kenaikan tahunan sepanjang 2020-2024 yang hanya 0,69 persen . Artinya, momentum pembangunan semakin cepat di bawah kepemimpinan baru.
Infrastruktur: Dari Janji Kampanye menjadi Realitas
Selama kampanye Pilkada 2024, ASR-Hugua menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai ukuran kemajuan daerah . Setahun kemudian, janji tersebut terbukti bukan retorika belaka.
Dalam kurun 10 bulan pertama kepemimpinan, Pemprov Sultra telah merealisasikan perbaikan jalan provinsi sepanjang 36 kilometer, mencakup peningkatan, rehabilitasi, dan rekonstruksi jalan strategis antarwilayah . Capaian ini melampaui target minimal dan menjadi dasar penghargaan nasional: Peringkat Ketiga Nasional kategori Pemerintah Daerah Provinsi dengan Kinerja Terbaik dalam Penyelenggaraan Jalan pada ajang Bina Marga Sutami Award 2025 .
Di sektor irigasi dan sumber daya air, seluruh paket pekerjaan irigasi tahun 2025 mencapai progres fisik 100 persen, meliputi rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan talud pengaman pantai, serta normalisasi sungai di berbagai kabupaten dan kota . Ini adalah terobosan penting mengingat sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi Sultra.
Revolusi Pendidikan dan Sumber Daya Manusia
Kebijakan paling berani ASR mungkin terletak pada pengalihan dana operasional gubernur untuk program beasiswa. Tahun 2025, beasiswa yang tersalurkan mencapai Rp4 miliar, dengan target tahun depan meningkat hingga Rp10 miliar . Lebih dari itu, gubernur menegaskan bahwa gaji gubernur tidak pernah diambil dan dialokasikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan .
Visi jangka panjang semakin tergambar dengan Program Sekolah Garuda. Dalam audiensi dengan Mendiktisaintek RI, ASR menyiapkan beasiswa gratis bagi 1.000 mahasiswa berprestasi untuk kuliah di PTN maupun luar negeri, dengan tahap awal 100 orang . Pembangunan Sekolah Garuda di Konawe Selatan, didukung infrastruktur akses jalan yang akan dikerjakan Maret 2026, serta empat SMA Transformasi sebagai pusat penguatan program, menunjukkan komitmen serius mencetak SDM kelas dunia dari Bumi Halooleo .
Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan dan Akuntabel
Setahun kepemimpinan ASR juga ditandai dengan penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 , yang membuktikan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintahan. Penghargaan Top Pembina BUMD 2025 dalam ajang Top BUMD Awards serta Baznas Award 2025 untuk kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia menegaskan tata kelola keuangan daerah yang semakin profesional.
Di tingkat kabupaten/kota, penghargaan Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) diberikan kepada Muna Barat (kategori A, indeks 84,10), Konawe (kategori B, indeks 80,41), dan Konawe Kepulauan (kategori B, indeks 75,25) , menunjukkan sinergi pembangunan antara provinsi dan daerah.
Tantangan yang Masih Menganga
Namun demikian, opini ini bukanlah pujian tanpa kritis. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada November 2025 masih 3,33 persen, naik tipis 0,02 persen poin dibanding Agustus 2025 . Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) turun 1,42 persen poin, menunjukkan perlunya intervensi lebih agresif di sektor ketenagakerjaan.
Infrastruktur jalan provinsi yang baru diperbaiki 36 km dalam setahun memang signifikan, namun jika dibandingkan dengan total kebutuhan dan kondisi jalan provinsi Sultra yang masih di bawah rata-rata nasional , pekerjaan rumah masih banyak. Target 40 km jalan provinsi tahun depan perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas dan pemeliharaan berkelanjutan.
Kesimpulan: Momentum yang Harus Dijaga
Setahun mungkin terlalu singkat untuk menilai keseluruhan kepemimpinan. Namun data dan fakta menunjukkan arah yang benar: pertumbuhan ekonomi stabil di atas 5,5 persen, penurunan kemiskinan dan ketimpangan, lonjakan IPM ke kategori tinggi, infrastruktur yang mulai massif dibangun, revolusi pendidikan berbasis beasiswa, serta tata kelola pemerintahan yang transparan.
Andi Sumangerukka telah membuktikan bahwa kepemimpinan militer yang disiplin, ketika dipadukan dengan visi pembangunan jangka panjang dan kebijakan pro-rakyat, mampu mengakselerasi transformasi daerah. “Sultra Naik Kelas” bukan lagi sekadar slogan kampanye, melainkan realitas yang terukur dalam angka-angka statistik dan penghargaan nasional yang diraih.
Tantangan ke depan adalah memastikan momentum ini tidak sekadar euforia setahun, melainkan fondasi untuk empat tahun berikutnya. Jika konsistensi terjaga, Sulawesi Tenggara berpotensi menjadi model pembangunan daerah di Indonesia timur yang berhasil keluar dari zona keterbelakangan menuju kemandirian dan kesejahteraan.
—
Referensi:
: SuaraEmpatPilar.com – Gubernur Sultra Paparkan Hasil Capaian Kinerja 2025
: Telisik.id – Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Beber Prestasi dalam 10 Bulan Menjabat
: KeratonNews.co.id – Gubernur Andi Sumangerukka Berikan Penghargaan Tiga Daerah IPKD Terbaik
: Disway.id – Sultra Cetak SDM Unggul! Gubernur Andi Sumangerukka Siapkan Beasiswa Hingga Sekolah Transformasi
: AntaraNews.com – Perekonomian Sultra triwulan IV-2025 tumbuh 5,79 persen
: BPS Sultra – Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2025 mencapai 74,25
: Telisik.id – IPM Sultra Naik: Kendari Tertinggi, Buton Tengah Terendah
: BPS Sultra – Ekonomi Sulawesi Tenggara Triwulan II-2025 Tumbuh 5,89 persen
: BPS Sultra – Ekonomi Sulawesi Tenggara Triwulan III-2025 Tumbuh 5,65 persen
: Wikipedia – Daftar provinsi di Indonesia menurut IPM
: World Bank – Analisis Keuangan Publik Provinsi Sulawesi Tenggara 2012





