Profile Nuzri Isla, S.T., M.A.P, Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan

Mengawal Demokrasi, Menjaga Amanah
Di balik layar demokrasi yang tampak megah, selalu ada sosok-sosok yang bekerja dalam senyap—mengatur ritme, menjaga keseimbangan, dan memastikan setiap proses berjalan tanpa cacat. Salah satu figur itu adalah Nuzri Isla, S.T., M.A.P, seorang aparatur sipil negara yang menjelma menjadi motor penggerak dalam sistem pengawasan pemilu di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.

Perjalanan Nuzri Isla bukan sekadar karier birokrasi biasa. Ia adalah kisah tentang ketekunan yang ditempa waktu, tentang visi yang tumbuh dari pengalaman, dan tentang dedikasi yang tidak pernah mengenal kata lelah. Sebagai seorang profesional di bidang manajemen pemerintahan, administrasi publik, dan pengawasan pemilu, ia telah membangun fondasi yang kokoh dalam mengelola sumber daya, merancang strategi, dan memastikan setiap roda organisasi berputar dengan presisi.

Kemampuannya memimpin Sekretariat Bawaslu di tingkat kabupaten/kota bukan hanya soal jabatan, melainkan soal tanggung jawab besar dalam menjaga marwah demokrasi. Di tangannya, sekretariat bukan sekadar unit administratif, tetapi menjadi pusat kendali yang memastikan pengawasan pemilu berjalan efektif, efisien, dan berintegritas.

Namun, jejak panjangnya tidak dimulai dari ruang-ruang pemerintahan. Jauh sebelum bergabung dengan Bawaslu, Nuzri Isla telah mengabdikan dirinya dalam dunia pemberdayaan masyarakat. Sejak tahun 2006, ia terlibat sebagai fasilitator bersama UNICEF, menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat akar rumput. Ia juga pernah berkarya dalam program community development bersama JICA Jepang, memperluas wawasan dan memperkaya perspektifnya tentang pembangunan berbasis masyarakat.

Tahun 2010 menjadi titik balik penting ketika ia resmi diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil melalui rekrutmen umum di Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar. Di sana, ia mulai menapaki jalur birokrasi dengan penuh dedikasi. Tiga tahun kemudian, pada 2013, ia melanjutkan pengabdiannya di tingkat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan—sebuah langkah yang memperluas cakrawala tugas dan tanggung jawabnya.

Namun, jiwa visionernya tidak pernah berhenti mencari ruang pengabdian yang lebih luas. Pada tahun 2019, ia mengambil keputusan strategis dengan mengalihkan status kepegawaian menjadi PNS Pusat dan bergabung dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI. Keputusan ini bukan sekadar perpindahan, tetapi lompatan besar menuju medan pengabdian yang lebih kompleks dan penuh tantangan.

Di Sekretariat Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, ia mengawali perannya sebagai Perencana Anggaran—sebuah posisi yang menuntut ketelitian, kecermatan, dan visi strategis. Dari sana, langkahnya terus menanjak. Pada tahun 2020, ia dipercaya sebagai Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Wajo, sebuah posisi yang menguji kemampuan kepemimpinan dan manajerialnya.

Belum genap dua tahun, ia kembali melangkah lebih jauh dengan mengikuti jenjang karier di Bawaslu Kota Makassar sebagai Kepala Subbagian Penanganan Pelanggaran dan Sengketa Pemilu. Di titik ini, ia berada di garis depan dalam menghadapi dinamika dan kompleksitas persoalan pemilu—sebuah pengalaman yang mengasah ketajaman analisis dan ketegasan sikapnya.

Puncaknya, sejak September 2023, ia dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Luwu. Kepercayaan ini bukan datang tanpa alasan—melainkan buah dari rekam jejak panjang yang konsisten dan teruji. Hingga akhirnya, pada Juni 2024, ia resmi dilantik oleh Sekretaris Jenderal Bawaslu RI sebagai Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Luwu secara definitif.

Pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi pengakuan atas kapasitas, integritas, dan dedikasi yang telah ia bangun selama bertahun-tahun. Ia kini berdiri sebagai garda terdepan dalam memastikan pengawasan pemilu di Kabupaten Luwu berjalan dengan standar tertinggi—transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Di luar tugas formalnya, Nuzri Isla juga aktif dalam berbagai organisasi profesi dan kepakaran, memperkuat jejaring serta memperluas kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan.

Jika ditarik benang merah dari seluruh perjalanan ini, akan terlihat satu hal yang menonjol: Nuzri Isla adalah sosok pekerja sunyi yang menggerakkan sistem besar dengan ketenangan dan keteguhan. Ia tidak mencari sorotan, tetapi hasil kerjanya berbicara dengan lantang.

Dalam lanskap demokrasi yang terus berkembang, kehadirannya menjadi bukti bahwa integritas tidak lahir dari kata-kata, melainkan dari kerja nyata yang konsisten.

Nuzri Isla bukan hanya bagian dari sistem pengawasan pemilu—ia adalah salah satu pilar yang menopangnya.

Fondasi Kuat Seorang Penggerak Sistem

Dalam dunia yang digerakkan oleh jaringan, kepercayaan, dan kapasitas intelektual, Nuzri Isla, S.T., M.A.P tidak sekadar hadir sebagai individu—ia menjelma menjadi simpul penting yang menghubungkan pengalaman, organisasi, dan keahlian dalam satu tarikan napas pengabdian. Perjalanan organisasinya bukan sekadar daftar keanggotaan, melainkan rangkaian proses pembentukan karakter kepemimpinan yang matang dan berlapis.

Langkah awalnya di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2013 menjadi titik di mana ia mulai meneguhkan diri sebagai bagian dari denyut gerakan kepemudaan. Di sana, ia tidak hanya belajar tentang organisasi, tetapi juga menyerap energi perubahan—bagaimana gagasan muda dapat diolah menjadi kekuatan nyata bagi masyarakat.

Perjalanannya kemudian berlanjut ke lingkaran yang lebih strategis melalui peran sebagai Fungsionaris Korps Alumni HMI (KAHMI) Wilayah Sulawesi Selatan periode 2022–2027. Dalam ruang ini, ia berinteraksi dengan para pemikir, praktisi, dan tokoh-tokoh berpengaruh—memperluas cakrawala berpikir sekaligus mempertajam kepekaan terhadap dinamika sosial dan kebangsaan. KAHMI baginya bukan sekadar organisasi alumni, tetapi ruang dialektika gagasan dan konsolidasi nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.

Keanggotaannya dalam Ikatan Alumni Lemhannas (AAFI) semakin menegaskan kualitas kepemimpinan strategis yang dimilikinya. Lemhannas dikenal sebagai kawah candradimuka bagi para calon pemimpin bangsa, dan menjadi bagian dari jejaring alumninya berarti berada dalam orbit pemikiran kebangsaan tingkat tinggi—sebuah ruang di mana strategi, geopolitik, dan visi kenegaraan bertemu.

Sebagai anggota KORPRI, Nuzri Isla juga menunjukkan komitmennya sebagai aparatur negara yang tidak hanya bekerja dalam sistem, tetapi turut menjaga kehormatan dan profesionalitas birokrasi. Ia berdiri sebagai representasi ASN yang berintegritas, menjunjung tinggi nilai pengabdian, dan siap menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik.

Namun, kekuatan Nuzri Isla tidak hanya terletak pada jejaring organisasi. Ia juga dipersenjatai dengan keahlian yang terstruktur dan teruji—sebuah kombinasi yang menjadikannya bukan sekadar pelaksana, tetapi pengendali sistem.

Dalam manajemen strategis, ia mampu melihat jauh melampaui hari ini—merancang langkah dengan presisi, membaca peluang di tengah tantangan, dan memastikan setiap kebijakan memiliki arah yang jelas. Dalam pengelolaan keuangan dan anggaran, ia menghadirkan ketelitian yang berpadu dengan akuntabilitas, memastikan setiap sumber daya dimanfaatkan secara optimal dan bertanggung jawab.

Kemampuannya dalam manajemen sumber daya manusia menjadikannya sosok yang tidak hanya memimpin, tetapi juga mengembangkan. Ia memahami bahwa kekuatan organisasi terletak pada manusia di dalamnya—dan karena itu, ia membangun tim, bukan sekadar struktur.

Di bidang administrasi publik, ia bergerak dengan sistematis dan terukur, menjadikan birokrasi bukan sekadar prosedur, tetapi instrumen pelayanan yang efektif. Sementara dalam pengawasan pemilu, ia berdiri sebagai penjaga integritas—mengawal setiap proses dengan ketegasan dan ketelitian, memastikan demokrasi berjalan sesuai prinsip keadilan.

Keahliannya dalam komunikasi dan negosiasi menjadikannya jembatan yang mampu menyatukan berbagai kepentingan, meredam konflik, dan membangun kesepahaman. Dalam situasi kompleks, ia tidak hanya berbicara, tetapi menghadirkan solusi.

Kemampuan problem solving yang dimilikinya adalah refleksi dari pengalaman panjang—ketika setiap persoalan bukan dilihat sebagai hambatan, tetapi sebagai tantangan yang harus ditaklukkan. Dan di era digital yang terus berkembang, penguasaan teknologi informasi menjadikannya tetap relevan, adaptif, dan siap menghadapi perubahan zaman.

Jika seluruh pengalaman organisasi dan keahlian ini dirangkai, maka akan terlihat sebuah gambaran utuh: Nuzri Isla adalah figur yang dibentuk oleh proses panjang, ditempa oleh pengalaman nyata, dan diperkaya oleh jejaring luas serta kompetensi mendalam.

Ia bukan hanya bagian dari sistem—ia adalah penggerak di dalamnya.
Ia bukan hanya pelaksana—ia adalah perancang arah.

Dan dalam setiap peran yang dijalani, Nuzri Isla membuktikan bahwa kekuatan sejati seorang pemimpin terletak pada kemampuan menghubungkan visi, manusia, dan tindakan dalam satu kesatuan yang utuh.

Pencapaian dan Visi: Jejak Integritas, Arah Pengabdian

Dalam perjalanan panjang seorang aparatur negara, ada titik-titik tertentu yang bukan sekadar penanda waktu, melainkan simbol dari pengakuan atas dedikasi, integritas, dan konsistensi. Bagi Nuzri Isla, S.T., M.A.P, pencapaian bukanlah tujuan akhir—melainkan jejak-jejak cahaya yang menegaskan bahwa setiap langkah pengabdiannya memiliki arti dan dampak nyata.

Salah satu tonggak penting dalam perjalanan tersebut adalah ketika ia dianugerahi Lencana Alumni Pendidikan Taplai Lemhannas RI pada tahun 2022. Penghargaan ini bukan sekadar simbol seremonial, tetapi sebuah legitimasi atas kapasitas kepemimpinan strategis yang dimilikinya. Lemhannas dikenal sebagai ruang pembentukan kader pemimpin bangsa—tempat di mana wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, dan kepemimpinan diuji dalam skala tertinggi. Menjadi bagian dari lingkaran ini berarti berada dalam orbit pemikiran besar tentang masa depan Indonesia.

Namun, jauh sebelum itu, pada tahun 2020, negara telah lebih dahulu memberikan pengakuan atas dedikasinya melalui Satyalancana Karya Satya 10 Tahun yang dianugerahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Penghargaan ini tidak datang begitu saja—ia adalah buah dari pengabdian panjang yang konsisten, disiplin, dan tanpa cela. Saat itu, Nuzri Isla tengah mengemban amanah sebagai Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Wajo, sebuah posisi yang menuntut keteguhan dalam menjaga sistem, sekaligus ketelitian dalam memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan.

Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa dalam diamnya kerja birokrasi, ada dedikasi yang bekerja tanpa henti—dan negara hadir untuk mengakuinya.

Namun bagi Nuzri Isla, pencapaian bukanlah tempat untuk berhenti. Ia justru menjadi bahan bakar untuk melangkah lebih jauh, memperluas dampak, dan memperdalam makna pengabdian. Dari sinilah lahir visi yang tidak sekadar normatif, tetapi hidup dan bergerak dalam setiap tindakan.

Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara di lingkungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), ia memikul komitmen besar: menjaga integritas dan transparansi proses pemilu sebagai fondasi utama demokrasi. Baginya, pemilu bukan sekadar agenda lima tahunan, melainkan mekanisme suci yang menentukan arah bangsa. Dan di situlah perannya menjadi krusial—sebagai penjaga agar proses itu tetap bersih, jujur, dan berkeadilan.

Visinya tidak berhenti pada sistem, tetapi menembus hingga ke inti organisasi: sumber daya manusia. Ia meyakini bahwa kekuatan Bawaslu tidak hanya terletak pada regulasi, tetapi pada kualitas manusia yang menggerakkannya. Oleh karena itu, ia mendorong peningkatan kapasitas SDM—agar tidak hanya memahami tugas, tetapi juga menguasai tata kelola keuangan negara secara profesional dan bertanggung jawab.

Dalam pandangannya, anggaran negara bukan sekadar angka dalam dokumen—melainkan amanah rakyat yang harus dikelola dengan integritas tinggi. Setiap rupiah harus memiliki arah, setiap program harus memiliki dampak, dan setiap keputusan harus dapat dipertanggungjawabkan.

Visi ini menjelma menjadi misi yang konkret: membangun sistem pengawasan pemilu yang kuat, meningkatkan kualitas manajemen organisasi, serta menciptakan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Ia ingin memastikan bahwa Bawaslu tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga menjadi teladan dalam praktik tata kelola pemerintahan yang baik.

Dalam setiap langkahnya, Nuzri Isla menunjukkan bahwa pengabdian sejati tidak diukur dari seberapa banyak penghargaan yang diraih, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dihasilkan. Pencapaiannya adalah bukti, visinya adalah arah, dan dedikasinya adalah jembatan yang menghubungkan keduanya.

Karena bagi Nuzri Isla, menjaga demokrasi bukan sekadar tugas—melainkan panggilan hidup yang dijalani dengan sepenuh hati, tanpa henti, dan tanpa kompromi.

BIODATA
• Nama Lengkap : Nuzri Isla, S.T., M.A.P
• Tempat, Tanggal Lahir : Polewali, 15 September 1980
• Jenis Kelamin : Laki-laki
• Pekerjaan : PNS Bawaslu RI
• Jabatan : Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Luwu
• Alamat : Kompleks Agraria Blok N No. 12, Makassar
• HP/WA : 08888099099
• Email : nuzriisla@bawaslu.go.id

Pengalaman Organisasi
• Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sulawesi Selatan (2013)
• Fungsionaris Korps Alumni HMI (KAHMI) Wilayah Sulawesi Selatan (2022–2027)
• Ikatan Alumni Lemhannas (AAFI)
• Anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI)

Keahlian
• Manajemen Strategis
• Pengelolaan Keuangan dan Anggaran
• Manajemen Sumber Daya Manusia
• Administrasi Publik
• Pengawasan Pemilu
• Komunikasi dan Negosiasi
• Problem Solving
• Penguasaan Teknologi Informasi

Tanggung Jawab Utama
Sebagai Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Luwu, Nuzri Isla memiliki tanggung jawab sebagai berikut:
a. Memimpin dan mengawasi seluruh kegiatan operasional sekretariat
b. Menyusun dan melaksanakan rencana strategis serta program kerja
c. Mengelola anggaran dan sumber daya secara efektif dan efisien
d. Memastikan kelancaran pelaksanaan tugas pengawasan pemilu
e. Membangun dan memelihara hubungan dengan pemangku kepentingan, termasuk KPU, pemerintah daerah, media, dan organisasi masyarakat sipil
f. Menyediakan dukungan administratif dan teknis bagi jajaran Bawaslu
g. Melaksanakan tugas lain sesuai arahan pimpinan

Pencapaian
• Penerima Lencana Alumni Pendidikan Taplai Lemhannas RI (2022)
• Penerima Satyalancana Karya Satya 10 Tahun dari Presiden Republik Indonesia (2020), saat menjabat sebagai Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Wajo

Visi dan Misi
Sebagai Aparatur sipil Negara,yang bertugas pada lemabaga penyelenggara pemilu,yakni ; Badan Pengawas Pemilu, berkomitmen untuk meningkatkan integritas dan transparansi proses pemilu. Dengan pemahaman human resources Sumber daya Manusia (SDM) di Bawaslu dapat memahami tata kelola keuangan yang baik dan bertanggung jawab dalam penggunaan anggaran Negara.

Alamat Kantor: Jln. Sawerigading Kelurahan Sabe Kecamatan Belopa utara Kantor Bawaslu Kab; Luwu.
Email: set.luwu@bawaslu.go.id

Pos terkait

http://linksulsel.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-09-at-17.01.041-1.jpeg

Tinggalkan Balasan