Profile Ketua KPID Provinsi Sulsel Dr. Irwan Ade Saputra, S.IP, M.Si.

Oplus_16777216

Dari Gelombang Radio ke Puncak Regulasi Penyiaran Sulsel

Di tengah derasnya arus informasi yang tak lagi mengenal batas, nama Dr. Irwan Ade Saputra, S.IP., M.Si. menjelma sebagai salah satu figur sentral yang mengawal arah penyiaran di Sulawesi Selatan. Sebagai Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Selatan periode 2024–2027, ia bukan sekadar pejabat—melainkan nahkoda yang mengarahkan gelombang media agar tetap berada di jalur etika, edukasi, dan kepentingan publik.

Lahir di Ujung Pandang, 16 April 1984, Irwan tumbuh dari akar sederhana dengan semangat yang tak pernah padam. Putra dari almarhum Muh. Azis Longi dan Sitti Rosmini ini menapaki jalan panjang pendidikan hingga mencapai puncak akademik. Dari SD Inpres Barugaya Takalar, hingga menembus Universitas Hasanuddin, ia mengukir prestasi demi prestasi, hingga akhirnya meraih gelar Doktor Ilmu Politik pada tahun 2025—sebuah pencapaian yang menegaskan kapasitas intelektualnya di panggung kebijakan publik.
Jejak akademiknya bukan sekadar formalitas. Karya ilmiahnya menggambarkan kedalaman analisis terhadap birokrasi dan kekuasaan, mulai dari skripsi tentang demokratisasi di Kabupaten Gowa, tesis mengenai efektivitas organisasi pemerintahan, hingga disertasi yang membedah birokrasi sebagai instrumen regenerasi kekuasaan. Ia tidak hanya belajar sistem—ia memahami dan mampu membedahnya hingga ke akar.

Namun, Irwan bukanlah sosok yang hanya besar di ruang teori. Ia adalah praktisi yang ditempa oleh pengalaman panjang lintas sektor. Kariernya dimulai dari dunia penyiaran sebagai penyiar sekaligus pendiri M Radio 105,8 FM di Kendari pada 2001—sebuah langkah awal yang kelak menjadi fondasi kuat dalam mengawal dunia broadcasting.
Langkahnya terus meluas. Ia menjadi peneliti di berbagai lembaga nasional, memimpin perusahaan, hingga menduduki posisi strategis sebagai komisaris di sejumlah entitas bisnis. Di dunia akademik, ia mengabdikan diri sebagai dosen Fisip Universitas Hasanuddin, mentransfer pengetahuan kepada generasi muda.

Puncak pengabdiannya di sektor penyiaran terlihat saat ia dipercaya memimpin KPID Sulawesi Selatan selama dua periode, 2020–2024 dan kembali 2024–2027. Di bawah kepemimpinannya, KPID bukan hanya menjadi regulator, tetapi penjaga moral ruang publik—mengawasi konten, menjaga kualitas siaran, dan memastikan media tetap menjadi sarana edukasi, bukan sekadar hiburan tanpa arah.
Tak hanya itu, kiprahnya juga meluas sebagai tenaga ahli di berbagai lembaga pemberdayaan masyarakat, memperkuat perannya sebagai jembatan antara kebijakan dan kebutuhan riil masyarakat.
Di balik kesibukan dan capaian besar tersebut, Irwan tetap berdiri sebagai kepala keluarga yang kokoh. Bersama sang istri, Yessy Yoanna Ariestiani, S.IP., M.AP., ia membangun keluarga harmonis dan membesarkan dua putri, Alesha Yudia Putriasy dan Ayesha Yumna Putriasy—sebuah keseimbangan antara pengabdian publik dan tanggung jawab pribadi.

Dr. Irwan Ade Saputra bukan sekadar birokrat atau akademisi. Ia adalah perpaduan langka antara intelektual, praktisi, dan pemimpin visioner. Dari gelombang radio sederhana hingga panggung regulasi penyiaran tingkat provinsi, ia membuktikan bahwa perjalanan besar selalu dimulai dari langkah kecil—namun dengan visi yang tak pernah kecil.
Di era di mana informasi bisa menjadi kekuatan sekaligus ancaman, sosok seperti Irwan hadir sebagai penjaga arah—memastikan bahwa setiap frekuensi yang mengudara tetap berpihak pada kebenaran, etika, dan kepentingan masyarakat luas.

Hidup Berpindah Mengikuti Ayah
Tak semua orang dilahirkan dengan akar yang menancap kuat di satu tanah. Sebagian justru ditakdirkan menjadi pengelana sejak membuka mata. Begitulah kisah seorang anak kolong—anak tentara—yang hidupnya seakan digerakkan oleh kompas tak kasat mata, berpindah dari satu asrama ke asrama lain, seolah bumi sendiri tak cukup luas untuk menahannya tetap diam.
Ia lahir di jantung disiplin: Asrama Batalyon Linud 700. Tangisan pertamanya bukan hanya memecah kesunyian malam, tapi juga menjadi tanda lahirnya seorang jiwa tangguh yang kelak terbiasa dengan suara sepatu lars, aba-aba komando, dan perpindahan tanpa kompromi.

Masa kecilnya bukanlah kisah tentang halaman rumah yang tetap, melainkan lorong-lorong asrama yang terus berganti wajah. Dari bangku SD hingga SMP, ia ditempa di Asrama Yonif 726 Takalar—tempat di mana persahabatan sering kali harus dipeluk sebentar, lalu dilepas tanpa janji untuk bertemu kembali. Namun hidup belum selesai mengujinya.
Angin takdir kembali berhembus kencang, membawanya menyeberang ke Asrama Yonif 725 Boroboro, Kendari. Di sana, ia belajar satu hal yang tak diajarkan di buku pelajaran: bagaimana menjadi kuat tanpa kepastian, dan bagaimana tetap berdiri tegak meski dunia terus bergerak di bawah kaki.

Memasuki masa SMA di SMA 1 Kendari, hidupnya belum juga menetap. Ia kembali berpindah ke Asrama Kodim Kendari—seolah hidupnya adalah barisan perintah tanpa titik. Namun justru di tengah ketidakpastian itulah ia menempa arah, mengubah perpindahan menjadi kekuatan, dan menjadikan ketidakstabilan sebagai bahan bakar mimpi.
Dan akhirnya, seperti anak panah yang dilepaskan dari busurnya, ia kembali ke Makassar—bukan sebagai anak kecil yang mengikuti arus, tetapi sebagai mahasiswa Universitas Hasanuddin, membawa seluruh cerita, luka, dan ketangguhan yang terakumulasi dari perjalanan panjangnya.

Ini bukan sekadar kisah berpindah tempat. Ini adalah legenda kecil tentang ketahanan, tentang bagaimana seorang anak kolong menaklukkan peta hidupnya sendiri—melangkah dari satu titik ke titik lain, hingga akhirnya menemukan arah yang ia pilih sendiri.

Tumbuh Jadi Figur Sentral Gerakan Kepemudaan dan Sosial

Jika organisasi adalah kawah pembentukan karakter, maka Dr. Irwan Ade Saputra, S.IP., M.Si. adalah sosok yang ditempa dalam bara yang tak pernah padam. Sejak usia muda, ia telah menjadikan dunia organisasi sebagai panggung pengabdian—bukan sekadar tempat berproses, tetapi medan perjuangan yang membentuk kepemimpinan dan jejaringnya hingga hari ini.
Perjalanannya dimulai dari bangku sekolah sebagai pengurus OSIS SMU Negeri 1 Kendari pada 2001. Dari titik awal itu, langkahnya melesat tanpa jeda. Memasuki dunia kampus di Universitas Hasanuddin, ia menjelma menjadi motor penggerak di berbagai organisasi strategis—mulai dari Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Renang, pengurus KOSKIP Himapem, hingga aktif di Hasanuddin Government Study Club (HGSC-UH).

Tak berhenti di sana, Irwan tampil sebagai koordinator dan inisiator berbagai forum besar, termasuk Forum Bersama UKM Unhas (FORBES), serta menjadi penggerak diskursus nasional melalui kegiatan ilmiah dan kepemimpinan mahasiswa tingkat nasional. Ia bahkan terlibat sebagai fasilitator dalam embrio pembentukan Forum Keluarga Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Indonesia (FOKERMAPI)—sebuah langkah visioner yang menunjukkan kapasitasnya jauh melampaui usia.

Memasuki fase pascakampus, kiprahnya justru semakin eksplosif. Ia mendirikan dan memimpin Institute for Social Education and Empowerment (ISEE), aktif di berbagai lembaga riset, serta mengisi peran penting di organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan. Namanya tercatat dalam struktur KNPI, Karang Taruna, hingga Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan KAHMI—menunjukkan konsistensinya dalam merawat semangat gerakan.

Di bidang kemanusiaan, Irwan juga menjadi bagian penting Palang Merah Indonesia (PMI), mulai dari tingkat kecamatan hingga kota, bahkan dipercaya sebagai Wakil Ketua PMI Kota Makassar. Perannya tidak sekadar administratif, tetapi menjadi garda depan dalam berbagai aksi sosial dan kebencanaan.

Tak kalah mencolok, ia juga aktif di dunia kewirausahaan dan profesional. Keterlibatannya di HIPMI, KADIN, hingga asosiasi pengembang perumahan dan konstruksi menunjukkan kapasitasnya dalam menjembatani dunia bisnis dan kebijakan. Ia bahkan turut menjadi bagian dari jejaring kota kreatif Indonesia (Indonesia Creative Cities Network), memperluas pengaruhnya ke sektor inovasi dan ekonomi kreatif.

Di tingkat nasional dan regional, Irwan terus memperluas jejaring melalui berbagai organisasi strategis, termasuk Masika-ICMI, ADIPSI, hingga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan. Ia juga aktif sebagai pengurus dan penasehat di berbagai organisasi alumni, memperkuat posisinya sebagai figur pemersatu lintas generasi.
Tak hanya aktif berorganisasi, ia juga konsisten dalam dunia penelitian. Kajiannya mencakup pemetaan potensi investasi, indeks kepuasan masyarakat, hingga studi kelayakan pembangunan pasar di Kabupaten Maros—membuktikan bahwa kontribusinya tidak hanya dalam wacana, tetapi juga pada solusi nyata bagi pembangunan daerah.

Dengan rentang pengalaman organisasi yang begitu luas—dari tingkat sekolah, kampus, hingga nasional—Irwan Ade Saputra menjelma menjadi figur langka: seorang intelektual yang tidak hanya berpikir, tetapi bergerak; tidak hanya berbicara, tetapi membangun.
Di tengah kompleksitas zaman, ia berdiri sebagai simpul—menghubungkan pemuda, masyarakat, birokrasi, dan dunia usaha dalam satu tarikan visi besar: membangun Indonesia dari daerah, dengan semangat kolaborasi tanpa batas.


Produktif Menulis, Jadikan Ilmu Sebagai Senjata Perubahan

MAKASSAR — Di tengah hiruk-pikuk aktivitasnya sebagai akademisi, peneliti, dan pemimpin organisasi, Dr. Irwan Ade Saputra, S.IP., M.Si. menunjukkan satu sisi lain yang tak kalah dahsyat: produktivitas intelektual yang mengalir tanpa henti. Ia bukan hanya pelaku kebijakan—ia adalah penulis yang mengabadikan gagasan, menjadikan ilmu sebagai senjata untuk mengubah arah zaman.
Jejak pemikirannya tersebar dalam berbagai jurnal ilmiah, opini publik, hingga forum internasional. Karya-karyanya bukan sekadar tulisan—ia adalah peta jalan, kritik tajam, sekaligus solusi atas persoalan bangsa.

Pada 2022, ia mengangkat tema transformasi kepemudaan melalui kemitraan, membedah relasi strategis antara KNPI dan Pemerintah Kota Makassar. Tulisan ini menjadi alarm sekaligus inspirasi tentang bagaimana pemuda dapat menjadi kekuatan perubahan jika diberi ruang kolaborasi yang tepat.
Tak berhenti di sana, pada 2024 ia kembali mengguncang wacana publik melalui berbagai karya ilmiah. Mulai dari isu transparansi keuangan desa berbasis masyarakat, hingga debirokratisasi sebagai kunci pertumbuhan UMKM di Kota Baubau. Dalam setiap tulisannya, Irwan seolah menantang sistem untuk berubah—mengajak birokrasi keluar dari zona nyaman menuju tata kelola yang lebih terbuka dan adaptif.

Ia juga turut mengulas isu strategis nasional, seperti komunikasi kebijakan pemindahan Ibu Kota Nusantara, serta implementasi e-government melalui program digitalisasi pariwisata di Bulukumba. Tak hanya berhenti pada jurnal, ia bahkan menembus ruang opini media dengan tulisan “Pilkada: Galaunya Birokrasi” yang menggugah kesadaran publik akan kompleksitas politik lokal.
Memasuki 2025, langkahnya semakin mendunia. Karya ilmiahnya tentang peran pemimpin politik dalam keadilan lingkungan dipublikasikan dalam forum internasional bergengsi IOP Conference Series. Ia juga terlibat dalam riset strategis mengenai pencapaian SDGs melalui kebijakan penanggulangan stunting, serta studi tentang mobilisasi politik melalui jalur birokrasi—membuktikan kapasitasnya sebagai pemikir yang tak hanya lokal, tetapi global.

Tak hanya menulis, Irwan juga mengukuhkan karya intelektualnya melalui hak kekayaan intelektual (HAKI). Disertasinya tentang birokrasi sebagai instrumen regenerasi kekuasaan resmi tercatat sebagai karya cipta, begitu pula bukunya tentang manajemen sumber daya manusia. Ini bukan sekadar pengakuan administratif, tetapi legitimasi atas orisinalitas dan kontribusinya dalam dunia ilmu pengetahuan.

Di luar itu, ia aktif sebagai peneliti lapangan dan narasumber dalam berbagai kegiatan nasional. Dari survei sosial, studi komparatif lintas universitas di Indonesia, hingga pendampingan masyarakat dan penelitian kebijakan publik—semuanya memperkaya perspektifnya sebagai ilmuwan yang “turun ke lapangan”, bukan hanya berteori di balik meja.
Kontribusinya juga terpatri dalam bentuk buku. Mulai dari Etnografi Budaya Kota Makassar, City Branding Kota Makassar, hingga karya terbaru tentang Manajemen Sumber Daya Manusia dan Inovasi Organisasi. Buku-buku ini bukan sekadar bacaan, tetapi referensi penting bagi akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan.
Dr. Irwan Ade Saputra membuktikan bahwa kekuatan sejati seorang intelektual tidak hanya terletak pada jabatan, tetapi pada gagasan yang terus hidup dan memberi dampak. Ia menulis bukan untuk dikenang, tetapi untuk menggerakkan.
Di tangannya, pena bukan sekadar alat—melainkan senjata perubahan.

BIODATA
Nama
Dr. Irwan Ade Saputra, S.IP., M.Si.
Tempat, Tanggal Lahir
Ujung Pandang, 16 April 1984
Keluarga
Istri : Yessy Yoanna Ariestiani, S.IP., M.AP.
Anak :
• Alesha Yudia Putriasy
• Ayesha Yumna Putriasy
Ayah : Alm. Muh. Azis Longi
Ibu : Sitti Rosmini

RIWAYAT PENDIDIKAN
1996 : SD Negeri 203 Inpres Barugaya, Takalar
1999 : SLTP Negeri 2 Ranomeeto, Kendari
2002 : SMU Negeri 1 Kendari
2006 : S1 Politik Pemerintahan, FISIP Universitas Hasanuddin
2014 : S2 Magister Administrasi Publik, Pascasarjana Universitas Hasanuddin
2025 : S3 Doktor Ilmu Politik, FISIP Universitas Hasanuddin

KARYA ILMIAH
• Skripsi (2006)
Peranan Birokrasi dalam Proses Demokratisasi Pemerintahan Kabupaten Gowa
• Tesis (2014)
Efektivitas Desain Struktur Organisasi pada Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Makassar
• Disertasi (2025)
Birokrasi sebagai Instrumen Regenerasi Kekuasaan: Studi Kasus Kekuasaan Adnan Purictha Ichsan di Kabupaten Gowa

Pengalaman Pekerjaan
• Penyiar sekaligus Pendiri M Radio 105,8 FM Kendari (2001)
• Peneliti Yayasan Indonesiaku (2006)
• Peneliti Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC) (2007)
• Peneliti Pusat Informasi dan Pemberdayaan Masyarakat (PIPMI) (2008)
• Peneliti Reform Institute (2008)
• Peneliti Pusat Informasi Cinta Lingkungan Indonesia (PORTALINDO) (2008)
• Direktur CV. Putra Saharu, Makassar (2009)
• Direktur Administrasi PT. Pancawahid Multi Barakka (2009)
• Komisaris CV. Zulias Ambassador, Makassar (2011)
• Komisaris PT. Ambassador Zulias, Makassar (2015)
• Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Selatan (2020–2024)
• Dosen FISIP Universitas Hasanuddin (2022–sekarang)
• Tenaga Ahli AAS Foundation (2024–sekarang)
• Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Selatan (2024–2027)
• Tim Ahli Pemberdayaan Masyarakat PT. Sinergi Peduli Negeri Indonesia (2024–2029)
• Tim Ahli Pemberdayaan Masyarakat Yayasan Peduli Negeri (2024–2029)
• Komisaris PT. Orion Galaksi Imperium

Pengalaman Organisasi
• Pengurus OSIS SMU Negeri 1 Kendari (2001)
• Pengurus IKA SMUNSA Kendari Cabang Makassar (2002)
• Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Renang Universitas Hasanuddin (2003–2004)
• Pengurus Kelompok Studi Kajian Ilmu Pemerintahan (KOSKIP) Himapem FISIP Unhas (2003–2004)
• Dewan Eksekutif Hasanuddin Government Study Club (HGSC-UH) (2003–2004)
• Ketua Panitia FORBES UKM UNHAS Expo oleh Forum Bersama UKM Unhas (2003)
• Koordinator Forum Bersama UKM Universitas Hasanuddin (FORBES UKM-UH) (2004)
• Koordinator Badan Pekerja (BP) Himapem FISIP Unhas (2005)
• Sekretaris Majelis Perwakilan Mahasiswa (Maperwa) Kema FISIP Unhas (2005–2006)
• Sekretaris Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FISIP Unhas (2005–2006)
• Anggota Parlemen Mahasiswa DPF Kema Unhas, utusan FISIP Unhas (2006–2007)
• Ketua Panitia Pertemuan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan se-Indonesia & LKPTM Nasional (2006)
• Fasilitator Government Science Forum (pra pembentukan FOKERMAPI) (2006)
• Ketua Panitia Philanthropy Goes to Campus oleh PIRAC, Ford Foundation, dan BEM Unhas (2006)
• Pendiri & Direktur Departemen Pendidikan ISEE (2007–2010)
• Pengurus IKA FISIP Universitas Hasanuddin (2007–2012)
• Wakil Ketua Pemuda PDK Sulawesi Selatan / Pengurus DPD KNPI Kota Makassar (2008–2011)
• Kepala Divisi Humas PMI Kota Makassar (2009–2014)
• Direktur Institute for Social Education and Empowerment (ISEE) (2010–2012)
• Pengurus DPD KNPI Kota Makassar (2011–2014)
• Wakil Ketua Karang Taruna Kota Makassar (2011–2016)
• Wakil Ketua Insan Muda Demokrat Indonesia Kota Makassar
• Ketua PMI Kecamatan Tamalanrea (2009)
• Wakil Sekretaris PMI Kota Makassar (2014–2019)
• Bendahara PMI Kota Makassar (2014–2019)
• Wakil Ketua PMI Kota Makassar (2019–2024)
• Pengurus HIPMI Kota Makassar (2011–2014)
• Ketua Bidang UKM & Koperasi BPD HIPMI Sulawesi Selatan (2013–2016)
• Pengurus BPC HIPMI Kota Makassar (2014–2017)
• Kompartemen Pembinaan Daerah BPD HIPMI Sulawesi Selatan (2016–2019)
• Sekretaris Umum Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia Sulsel (2014–2019)
• Sekretaris DPD KNPI Kota Makassar (2014–2017)
• Ketua Forum Penanggulangan Risiko Bencana Kota Makassar (2015–2020)
• Deklarator & Formatur Jejaring Kota Kreatif Indonesia (2015)
• Wakil Ketua Indonesia Creative Cities Network (2015)
• Koordinator Wilayah Sulsel Indonesia Creative Cities Network (2017)
• Wakil Bendahara IPSI Sulawesi Selatan (2015–2019)
• Ketua Bidang APERSI Sulawesi Selatan (2014–2018)
• Ketua Bidang Organisasi & Pembinaan GAPSINDO Sulawesi Selatan (2015–2020)
• Pengurus MW KAHMI Sulawesi Selatan (2016–2021; 2022–2027)
• Sekretaris Generasi Muda Trikora Kota Makassar (2016–2021)
• Wakil Sekretaris IKA FISIP Unhas (2016–2020)
• Sekretaris Umum IKA FISIP Unhas (2021–2025)
• Ketua Majelis Pemuda KNPI Kota Makassar (2017–2020)
• Wakil Ketua Majelis Pemuda KNPI Kota Makassar (2021–2024)
• Ketua Umum Karang Taruna Kota Makassar (2015–2020)
• Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Makassar (2019–2024)
• Pengurus Koperasi Solidaritas Mandiri Bersama Relawan (2020–2023)
• Pengurus Asosiasi Ilmu Politik Indonesia Kota Makassar (2020–2024)
• Pengurus KADIN Sulawesi Selatan (2021–2026)
• Wakil Sekretaris PW Masika-ICMI Sulawesi Selatan (2022–2026)
• Dewan Penasehat IKA Ilmu Pemerintahan FISIP Unhas (2022–2026)
• Ketua Bidang Organisasi & Keanggotaan PP IKA Unhas (2022–2026)
• Pengurus Yayasan Panrita Makassar Insani (2022–sekarang)
• Pengurus PMI Provinsi Sulawesi Selatan (2023–2028)
• Pengurus Pusat KKSS (2025–2030)
• Anggota ADIPSI (2025–sekarang)
• Pengurus Daerah XIX KB FKPPI Sulawesi Selatan (2025–2030)

Penelitian
• Pembuatan Peta Potensi Investasi Kabupaten Maros (2023)
• Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap layanan keagamaan, pelayanan dasar, dan infrastruktur di Kabupaten Maros (2024)
• Kajian Feasibility Study Pengembangan Pasar Turikale, Kabupaten Maros (2024)

Publikasi Karya
1. Transformasi Kepemudaan melalui Kemitraan: Studi Kasus KNPI dan Pemerintah Kota Makassar
Jurnal Ilmiah Pranata Edu — Irwan Ade Saputra (2022)
2. Peningkatan Tata Kelola Fiskal Perdesaan melalui Transparansi Keuangan Berbasis Masyarakat
Jurnal Ilmiah Pranata Edu — Ahmad Subhan, Irwan Ade Saputra (2024)
3. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal: Pendekatan Debirokratisasi untuk Pengembangan UMKM di Kota Baubau
Jurnal Administrasi Negara — Irwan Ade Saputra (2024)
4. Komunikasi Kebijakan Pemindahan Ibu Kota Nusantara
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran — Astinana Yuliarti, Rosalina Kumalawati, Wisnu Putra Danarto, Yogi Prasakti, Irwan Ade Saputra, Ghinia Anastasia Muhtar (2024)
5. Analisis Implementasi Electronic Government melalui Program KAREBA (Karcis Elektronik Kawasan Bira) pada Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba
Mutmainnah MA, Andi Lukman Irwan, Irwan Ade Saputra (2024)
6. Pilkada: Galaunya Birokrasi
Opini Tribun Timur — Irwan Ade Saputra (2024)
7. Political Leaders as Drivers of Environmental Justice: A Scientometric Analysis
IOP Conference Series: Earth and Environmental Science — Irwan Ade Saputra, Armin Arsyad, Nurlinah, A. M. Rusli, A. Hasyim Asyari, Amir Husni (2025)
8. Local Government Strategies to Achieve SDGs Social Development: Governance Policy of Stunting Mitigation in Bantaeng Regency, Indonesia
Otoritas: Jurnal Ilmu Pemerintahan — Saharuddin, A. Lukman Irwan, Rahmatullah, Abd. Rasyid Djalil, Irwan Ade Saputra, A. Ilmi Utami Irwan, Amos Shifrieth Makalew (2025)
9. Political Mobilization Through Bureaucratic Channels: The Roles of Camat and Lurah in Gowa Regency
International Journal of Environmental Sciences — Irwan Ade Saputra, Armin Arsyad, Nurlinah, Andi M. Rusli, Zami Adia Puma (2025)

HAKI/Paten
• Nomor EC002025103674
Ciptaan disertasi berjudul “Birokrasi sebagai Instrumen Regenerasi Kekuasaan: Studi Kasus Kekuasaan Adnan Purictha Ichsan di Kabupaten Gowa” (1 Agustus 2025)
• Nomor EC002025225672
Ciptaan buku berjudul “Manajemen Sumber Daya Manusia” (24 Desember 2025)

Pengalaman Lapangan dan Narasumber
• Peneliti survei sosial kemasyarakatan oleh ACSI (Active Society Institute) (2004)
• Studi komparatif Hasanuddin Government Study Club (HGSC) di Pulau Jawa, meliputi: Universitas Indonesia (UI), Universitas Nasional (UNAS), IISIP Jakarta, Universitas 17 Agustus (UNTAG), Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Pasundan (UNPAS), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), serta STPMD-APMD Yogyakarta
• Peneliti pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Workshop “Media Diagnostic” oleh Local Government Support Program (LGSP) dan Yayasan Indonesiaku di Kabupaten Enrekang dan Kota Palopo (2006)
• Penelitian kesiapan masyarakat menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung di Kabupaten Barru dan Kabupaten Maros oleh Jurusan Ilmu Politik Pemerintahan FISIP Unhas (2005)
• Pendamping pengamen jalanan Kota Makassar oleh Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial Politik Indonesia (ILMISPI) Wilayah IX (2005)
• Tim survei pemantauan penyaluran kompensasi bahan bakar minyak (PKSBBM) oleh Universitas Hasanuddin (2005)
• Penelitian peranan birokrasi dalam proses demokratisasi pemerintahan di Kabupaten Gowa (tugas akhir), Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Unhas (2006)
• Tim sukarelawan program Bosowa Pulang Kampung oleh PT Semen Bosowa bekerja sama dengan Celebes Care Center (3C) (2006)

Buku
1. Etnografi Budaya Kota Makassar
ISBN 978-602-71757-2-3 — Vier-Antares Institute (2016)
2. Perancangan City Branding Kota Makassar
ISBN 978-602-71757-6-1 — Vier Antares Institute (2017)
3. Manajemen Sumber Daya Manusia
ISBN 978-634-04-5833-6 — AAA Publisher (2025)
4. Inovasi dan Perubahan dalam Organisasi
ISBN 978-634-260-132-7 — Yayasan Kita Menulis (2025)

Pos terkait

http://linksulsel.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-09-at-17.01.041-1.jpeg

Tinggalkan Balasan