Profile Muhammad Hasrul Hasan, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat

Oplus_16777216

Jejak Panjang Menuju Panggung Kebijakan Nasional

Muhammad Hasrul Hasan adalah salah satu sosok yang namanya mengalir kuat dalam lanskap penyiaran Indonesia, khususnya di wilayah timur Nusantara, seperti sebuah arus besar yang tak pernah surut membawa gagasan, kerja keras, dan dedikasi tanpa jeda. Lahir di Ujung Pandang pada 22 Desember 1983, ia tumbuh dalam dinamika zaman yang terus berubah, dan dari ruang itulah lahir seorang figur yang kelak tidak hanya menjadi saksi perkembangan media, tetapi juga menjadi salah satu penggeraknya.

Dalam perjalanan panjangnya, Muhammad Hasrul Hasan bukan sekadar hadir sebagai pelaku industri penyiaran, melainkan menjelma sebagai bagian dari denyut nadi itu sendiri. Ia menapaki jalan karier dari bawah, dari ruang-ruang redaksi yang sederhana hingga panggung kebijakan yang menentukan arah besar dunia penyiaran.

Setiap langkahnya seakan menjadi bagian dari mozaik besar perjalanan media di Indonesia Timur—penuh kerja senyap, penuh konsistensi, namun meninggalkan jejak yang tidak mudah dihapus oleh waktu.

Kariernya dimulai sebagai Reporter Berita Kota Makassar pada tahun 2003, sebuah titik awal yang menjadi fondasi keteguhan profesionalismenya.

Dari lapangan berita yang keras, cepat, dan penuh tekanan, ia belajar membaca realitas masyarakat secara langsung—merekam denyut kehidupan kota, menyuarakan peristiwa, dan menyampaikan fakta tanpa kehilangan nurani jurnalistik.

Dari sana, ia terus bergerak, melampaui batas peran yang sekadar pelapor menjadi pembentuk narasi informasi.
Pada tahun 2005, ia melangkah sebagai Kontributor Global TV di bawah PT. Global Informasi Bermutu, memperluas cakrawala jurnalistiknya ke ranah yang lebih luas.

Dua tahun kemudian, pada 2008, ia dipercaya sebagai Koordinator Daerah SUN TV Makassar, sebuah posisi strategis yang menuntut kepemimpinan, ketepatan visi, dan kemampuan mengorkestrasi kerja-kerja penyiaran di daerah. Kariernya terus menanjak, hingga pada 2010 ia mengemban amanah sebagai Manager Teknik dan Produksi PT. Sunu Network Broadcast Televisi (Celebes TV), memperlihatkan kapasitasnya tidak hanya sebagai jurnalis, tetapi juga sebagai pengelola sistem produksi media yang kompleks.

Tidak berhenti pada struktur industri, Muhammad Hasrul Hasan kemudian memperluas jejaknya ke ranah kreatif dan kemandirian usaha dengan mendirikan CV. Inspirasi Rumah Kayu (IRK Production) pada tahun 2014.

Langkah ini menjadi simbol keberanian untuk tidak hanya berada dalam sistem, tetapi juga membangun sistem itu sendiri—sebuah manifestasi dari kemandirian berpikir dan keberanian berkarya.

Sempat Terpilih Ketua KPID Sulsel

Perjalanan panjang dalam dunia penyiaran yang ditempuhnya seolah bukan sekadar rangkaian jabatan, melainkan sebuah narasi besar tentang pengabdian yang terus naik kelas—dari ruang-ruang sunyi redaksi hingga panggung strategis kebijakan nasional yang menentukan arah arus informasi sebuah bangsa.

Puncak awal dari kiprah tersebut terlihat ketika ia dipercaya mengemban amanah sebagai Komisioner KPID Sulawesi Selatan periode 2017–2020, sekaligus memegang tanggung jawab sebagai Koordinator Bidang PS2P.

Pada fase ini, perannya tidak lagi sekadar hadir sebagai pengamat yang berdiri di pinggir sistem, melainkan telah menjelma menjadi bagian dari mekanisme utama yang mengatur denyut etika penyiaran di daerah.

Ia berdiri sebagai penjaga gerbang moral informasi publik, memastikan bahwa setiap gelombang siaran yang mengalir ke masyarakat tidak berubah menjadi kabut disinformasi, melainkan tetap berada dalam jalur yang sehat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Dalam lanskap penyiaran yang penuh dinamika, ia hadir seperti kompas yang menjaga arah, agar media tidak terseret arus kepentingan yang menyesatkan.
Kepercayaan yang terus menguat itu kemudian mengantarkannya pada amanah yang lebih tinggi dan lebih kompleks, yakni sebagai Ketua KPID Sulawesi Selatan periode 2020–2022.

Pada titik ini, ia tidak hanya memimpin sebuah lembaga, tetapi juga memikul beban besar dalam mengawal ekosistem penyiaran daerah yang terus bergerak cepat, berubah, dan semakin menuntut ketegasan regulasi.

Ia berdiri di garis depan, bukan sebagai penonton perubahan, melainkan sebagai salah satu arsitek yang memastikan perubahan itu tetap berada dalam koridor kepentingan publik. Dalam masa kepemimpinannya, ia seakan menjadi nakhoda yang mengendalikan kapal besar bernama penyiaran daerah, menavigasi gelombang kepentingan, teknologi, dan tantangan etika yang datang silih berganti tanpa henti.

Jejak pengabdian yang terus menguat di tingkat regional itu akhirnya mengantarkannya pada panggung yang jauh lebih luas: tingkat nasional. Ia dipercaya menjadi Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2023–2026. Di titik ini, perannya tidak lagi terbatas pada satu wilayah, melainkan telah memasuki jantung kebijakan penyiaran nasional.

Ia terlibat dalam ruang-ruang pengambilan keputusan strategis yang menentukan arah industri penyiaran Indonesia secara keseluruhan—sebuah ruang yang hanya diisi oleh mereka yang telah ditempa oleh pengalaman panjang, integritas, dan ketajaman visi. Dari Makassar hingga Jakarta, dari pengalaman lokal hingga kebijakan nasional, ia seperti sedang menapaki sebuah tangga panjang yang setiap anak tangganya dibangun dari kerja keras, konsistensi, dan dedikasi yang tak pernah padam.
Fondasi intelektual dari perjalanan tersebut turut diperkuat melalui jalur akademik yang ia tempuh.

Ia menyelesaikan pendidikan Strata 2 (S2) di Universitas Muhammadiyah Makassar pada periode 2007–2009. Pendidikan ini bukan sekadar gelar, melainkan sebuah ruang penguatan nalar yang menyatukan pengalaman empiris di lapangan dengan kerangka teori yang lebih sistematis.

Dari sini lahir keseimbangan antara praktik, pemikiran, dan kebijakan—sebuah kombinasi yang kemudian menjadi modal penting dalam menavigasi kompleksitas dunia penyiaran.

Jika seluruh perjalanan itu dirangkai dalam satu garis besar, maka tampaklah sebuah kisah besar tentang konsistensi yang nyaris tak pernah goyah. Sebuah perjalanan panjang yang tidak selalu disorot lampu panggung, namun jejaknya terasa luas dalam lanskap penyiaran. Ia adalah bagian dari denyut sejarah media, sekaligus salah satu sosok yang ikut merancang arah dan wajahnya di masa kini—sebuah peran yang tidak hanya administratif, tetapi juga historis dalam membentuk ekosistem informasi yang lebih sehat dan beradab.

Perjalanan Karya, Pemikiran, dan Peran Strategis dalam Ruang Publik

Di balik deretan nama dan judul yang tampak sederhana, tersimpan sebuah perjalanan intelektual yang nyaris seperti epik panjang tentang kegigihan, keberanian, dan ketekunan seorang insan yang menjadikan kata sebagai senjata, dan gagasan sebagai cahaya yang tak pernah padam.

Jejak pemikiran itu terpatri kuat dalam karya-karya yang lahir bukan sekadar dari ruang baca dan meja tulis, melainkan dari pergulatan batin, pengalaman sosial, serta pergulatan realitas yang keras dan sering kali tidak bersahabat.

Tahun 2018 menjadi tonggak awal yang monumental dengan hadirnya karya “Merajut Asa Si Anak Penjual Sayur”. Buku ini bukan sekadar narasi biasa, melainkan sebuah mozaik kehidupan yang merangkum getirnya perjuangan dari lorong-lorong sederhana hingga cakrawala harapan yang lebih luas. Setiap halamannya seperti denyut kehidupan yang dipahat dengan emosi, menghadirkan kisah yang seolah mampu membuat pembaca ikut berjalan di antara pasar pagi, aroma sayur segar, dan mimpi-mimpi yang tumbuh diam-diam namun pasti. Karya ini menjadi simbol bahwa harapan tidak pernah benar-benar mati, bahkan di tengah keterbatasan yang paling sunyi sekalipun.

Lalu pada tahun 2020, lahirlah “Pewarta Pemberani”, sebuah karya yang mengguncang kesadaran tentang arti keberanian dalam dunia informasi dan komunikasi. Buku ini seakan menjadi manifestasi dari semangat jurnalistik yang tidak tunduk pada tekanan, tidak goyah oleh intimidasi, dan tidak runtuh oleh kepentingan.

Di dalamnya, keberanian bukan hanya konsep, tetapi napas yang hidup—mengalir dalam setiap paragraf, menyala dalam setiap narasi, dan berdiri tegak sebagai saksi bahwa kebenaran selalu menuntut pengorbanan. Karya ini seakan menempatkan penulisnya sebagai penjaga gerbang integritas informasi, yang dengan lantang menolak segala bentuk distorsi realitas.

Puncak refleksi pemikiran itu kemudian kembali mengemuka dalam “Gelombang Perubahan KPI” pada tahun 2025. Buku ini hadir seperti badai pemikiran yang mengguncang stagnasi, membawa gelombang ide reformasi dan pembaruan dalam lanskap penyiaran. Ia bukan sekadar catatan akademik, tetapi juga seruan intelektual yang menggema jauh melampaui halaman buku.

Setiap babnya seperti ombak besar yang memecah kebekuan, menantang sistem lama, dan menawarkan arah baru yang lebih progresif. Dalam karya ini, terlihat jelas bagaimana gagasan tidak hanya ditulis, tetapi diperjuangkan dengan kesadaran penuh akan pentingnya perubahan yang berkeadilan dan berintegritas.

Namun perjalanan intelektual tersebut tidak berhenti pada tulisan semata. Ia menjelma dalam ruang-ruang nyata kehidupan publik, salah satunya melalui pengalaman profesional sebagai Panelis Debat Publik Kedua Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Serentak Tahun 2024. Peran ini bukan sekadar posisi formal, melainkan panggung strategis yang menuntut ketajaman analisis, keberanian mengajukan pertanyaan kritis, serta kemampuan menjaga keseimbangan wacana publik di tengah dinamika politik yang kompleks. Di atas panggung itu, setiap kata yang diucapkan bukan hanya sekadar pertanyaan, melainkan alat untuk menguji gagasan, mengukur komitmen, dan menimbang arah masa depan sebuah daerah.

Dari karya-karya literer yang menggugah hingga keterlibatan aktif dalam ruang diskursus publik, terbentang sebuah garis perjalanan yang tidak hanya panjang, tetapi juga dalam.

Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa gagasan, ketika dirawat dengan konsistensi dan keberanian, dapat berubah menjadi kekuatan yang mempengaruhi cara pandang banyak orang, bahkan dapat ikut membentuk arah zaman.

BIODATA
Nama: Muhammad Hasrul Hasan
Jabatan : Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2023–2026.
Tempat Tanggal Lahir : Ujung Pandang, 22 Desember 1983

PENGALAMAN KERJA
Komisioner KPI Pusat (Periode 2023–2026)
Ketua KPID Sulawesi Selatan (Periode 2020–2022)
Komisioner / Koordinator Bidang PS2P KPID Sulawesi Selatan (Periode 2017–2020)
Mendirikan CV. Inspirasi Rumah Kayu (IRK Production) (Tahun 2014)
Manager Teknik dan Produksi PT. Sunu Network Broadcast Televisi (Celebes TV) (Tahun 2010)
Koordinator Daerah SUN TV Makassar (Tahun 2008)
Kontributor Global TV – PT. Global Informasi Bermutu (Tahun 2005)
Reporter Berita Kota Makassar (Tahun 2003)

PENDIDIKAN TERAKHIR
Strata 2 (S2), Universitas Muhammadiyah Makassar (2007–2009)

ORGANISASI
Ketua Departemen DPP GRADASI (Ekosistem Penyiaran dan Konten Digital), Dewan Pengurus Pusat Generasi Digital Indonesia (GRADASI) (Periode 2025–2030)
Ketua Aliansi Jurnalis Video (AJV) Sulawesi Selatan (2020–sekarang)
Sekretaris Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Sulawesi Selatan (2012–2017)
Pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar (2006–2012)
Ketua Saka Bhayangkara Cabang Makassar (Tahun 2000–200?) (tahun akhir belum lengkap)

BUKU & KARYA ILMIAH
Merajut Asa Si Anak Penjual Sayur (2018)
Pewarta Pemberani (2020)
Gelombang Perubahan KPI (2025)

SERTIFIKASI / PENGALAMAN PROFESIONAL
Panelis Debat Publik Kedua Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Serentak Tahun 2024

Pos terkait

http://linksulsel.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-09-at-17.01.041-1.jpeg

Tinggalkan Balasan