Profile Hj. Yusniar Arifin, Owner SERUNI Catering Services

Kisah Luar Biasa, Fokus Mengubah Takdir

Siapa sangka, dari dapur sederhana dan sepeda motor penuh belanjaan pasar, lahir sebuah bisnis catering yang kini melayani pejabat hingga tokoh nasional. Di balik kisah itu, berdiri sosok tangguh: Hj. Yusniar Arifin.
Perempuan kelahiran Sengkang, 26 Juni 1968 ini membuktikan bahwa satu kata sederhana—fokus—mampu mengubah arah hidup seseorang secara dramatis.

Di saat banyak orang mencoba berbagai peluang sekaligus, Yusniar justru memilih satu jalan. Ia menajamkan fokusnya hanya pada satu bidang: catering. Keputusan itu bukan tanpa risiko. Bahkan, usaha percetakan milik sang suami rela ditutup demi satu tujuan besar—membangun bisnis jasa boga yang ia yakini sepenuh hati.
“Semakin kuat fokus kita, semakin besar hasil yang bisa kita capai,” menjadi prinsip yang ia pegang teguh.
Di tengah persaingan bisnis yang ketat, Yusniar datang dengan “tiga senjata” yang kemudian menjadi fondasi kejayaannya: mutu makanan, mutu pelayanan, dan mutu harga.

Ia tidak sekadar memasak—ia menghadirkan rasa, menjaga kebersihan, dan memastikan tampilan yang menggugah selera. Pelayanan pun dijaga dengan standar tinggi: ramah, rapi, cepat, dan tepat. Sementara harga tetap bersahabat, seolah membuka pintu bagi semua kalangan.

Hasilnya? Pelanggan bukan hanya datang—mereka kembali, lagi dan lagi.
Namun, perjalanan itu jauh dari kata mudah. Di awal merintis usaha pada 2001, Yusniar harus turun langsung ke lapangan, membawa brosur dari rumah ke rumah, dari kantor ke kantor. Tidak ada tim marketing, tidak ada modal besar—hanya tekad yang membara.

Ia bahkan harus bangun dini hari, pergi ke pasar, membawa sayur, ikan, dan daging dengan sepeda motor. Sebagai sarjana, rasa malu sempat menghantui. Tapi ia memilih menelan gengsi dan mengubahnya menjadi bahan bakar perjuangan.

“Kalau bukan kita yang berusaha, siapa lagi?”—kalimat sederhana yang menjadi penyemangatnya setiap hari.
Satu pesanan besar menjadi titik balik yang mengubah segalanya: ribuan kotak nasi dan ratusan porsi prasmanan untuk sebuah acara besar.

Itu bukan sekadar pesanan—itu adalah ujian. Dengan tenaga terbatas dan waktu yang mendesak, ia harus mengambil keputusan besar: mundur atau maju.
.
Dalam waktu singkat, ia mengumpulkan puluhan tenaga tambahan. Dengan kerja keras tanpa henti, pesanan itu selesai tepat waktu. Dari situlah, nama Seruni mulai menggema.

Bisnis yang dulu dipandang sebelah mata kini menjelma menjadi kekuatan besar. Peralatan lengkap, kendaraan operasional, hingga jaringan pelanggan dari berbagai kalangan berhasil dibangun dari nol.
Sang suami pun akhirnya turun tangan penuh, meninggalkan usaha lamanya demi memperkuat bisnis catering keluarga. Mereka menjadi tim solid—ibarat dua sisi mata uang yang saling melengkapi.

Filosofi SERUNI: Dari Bunga Kecil Menjadi Simbol Ketangguhan Tanpa Batas

Nama SERUNI bukan sekadar rangkaian huruf—ia adalah simbol kekuatan yang tak tergoyahkan. Di tangan Hj. Yusniar Arifin, bunga sederhana itu menjelma menjadi lambang ketahanan luar biasa: tidak mudah layu, tetap memancarkan keindahan bahkan di tengah badai kehidupan.

Seperti seruni yang bertahan dalam segala musim, begitulah ia membangun usahanya—kokoh, tak mudah runtuh, dan terus menjulang menembus batas. Bagi Yusniar, bisnis bukan hanya soal bertahan hidup, tetapi tentang menaklukkan tantangan demi tantangan dengan keyakinan yang tak pernah padam.
Lebih dari sekadar mengejar keuntungan, ia memandang usahanya sebagai amanah besar—sebuah tanggung jawab suci yang harus dijalankan dengan sepenuh hati.

“Keuntungan itu penting, tapi berkah jauh lebih utama,” ujarnya, menegaskan bahwa nilai sejati dari usaha bukan terletak pada angka, melainkan pada keberkahan yang mengalir di dalamnya.
Dari keyakinan itulah lahir prinsip hidupnya: memberi tanpa henti. Ia menunaikan zakat, membantu sesama, dan merangkul mereka yang membutuhkan—seolah menjadikan bisnisnya bukan hanya mesin ekonomi, tetapi juga ladang kebaikan yang tak pernah kering.

Kini, apa yang dulu hanya berawal dari dapur kecil telah menjelma menjadi sumber kehidupan bagi banyak orang. Bukan hanya keluarganya yang merasakan manfaat, tetapi juga para karyawan yang menggantungkan harapan dan masa depan pada usaha tersebut.

Namun bagi Yusniar, ini belumlah puncak. Ia memandang bisnisnya sebagai warisan—sebuah obor yang harus terus menyala dan diteruskan ke generasi berikutnya.

Dari ruang sempit penuh keterbatasan hingga panggung besar penuh pencapaian, kisah Hj. Yusniar Arifin bukan sekadar perjalanan sukses. Ini adalah ledakan inspirasi—bahwa dengan fokus yang tajam, keberanian tanpa kompromi, dan keteguhan hati yang tak tergoyahkan, seseorang bisa mengubah nasib, bahkan menulis ulang takdirnya sendiri.

Perluas Jaringan Usaha di Sulawesi Selatan
Di tengah denyut kehidupan kuliner yang tak pernah tidur, SERUNI Catering Service menjelma bak raksasa rasa yang merentangkan sayapnya ke berbagai penjuru, menghadirkan kelezatan yang seolah tak mengenal batas waktu dan tempat. Dari dapur yang penuh semangat, aroma masakan Seruni mengalir seperti alunan simfoni yang menggoda siapa saja untuk datang dan merasakan.

Di jantung kota, SERUNI Catering di Jl. Bontoduri Raya No. 5 berdiri sebagai pusat kelezatan, tempat di mana setiap hidangan diracik dengan cinta yang nyaris tak terlukiskan. Tak jauh dari sana, Rumah Makan SERUNI (SERUNI Tradisional Food) di Jl. Bau Mangga menjadi panggung keajaiban rasa. Menyajikan menu tradisional siap saji yang buka dari pagi pukul 09.00 Wita.Diiringi live music yang mengalun sejak pukul 19.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita, seakan setiap suapan memiliki irama dan setiap detik menjadi perayaan.

Sayap kejayaan SERUNI terus membentang. Di perbatasan Barru–Parepare, Catering SERUNI Cabang Lojie hadir seperti oase kuliner bagi para pelintas. Sementara di Kabupaten Bone, tepatnya di Jl. MH Thamrin, cabang SERUNI berdiri kokoh, menegaskan eksistensinya sebagai penguasa rasa yang tak tergoyahkan.

Tak berhenti di situ, Rumah Makan Bajoe di Jl. Tanggung Bajoe menjadi destinasi yang menggugah selera, seolah setiap sudutnya menyimpan rahasia kelezatan yang sulit dilupakan. Dan sebagai mahkota dari semuanya, Villa SERUNI Family Club di Moncongloe Pacelekkang hadir bak surga tersembunyi—tempat di mana kenikmatan kuliner berpadu dengan suasana yang menenangkan jiwa.

SERUNI Catering Service bukan sekadar usaha kuliner. Ia adalah legenda yang sedang ditulis, kisah tentang cita rasa yang melampaui imajinasi, dan perjalanan tanpa akhir menuju kesempurnaan rasa.

📞 Kontak Reservasi Seruni
• Seruni Bontoduri → 0823-4548-3192
• Rumah Makan Seruni Bau Mangga → 0813-4200-2248
• Seruni Cabang Bone → 0813-4247-7488
• Seruni Cabang Lojie → 0852-9998-0857
• Rumah Makan Seruni Bajoe → 0821-8704-7703
• Villa Seruni Family Club → 0852-5507-6514
📸 Instagram: @serunicatering

Biodata
Nama: Hj. Yusniar Arifin
Tanggal Lahir: 26 Juni 1968
Jabatan:
Owner SERUNI Catering Services
Keluarga:
Suami: Drs. H. Andi Buana Paty
Anak:
1.Andi Ilham Zulfausy
Isteri : Maudinah Rezkyani
Anak
 Andi Ilyas
 Andi Syifa
2.Andi Firyal Fahirah
Suami : Sutrisno Putra Baharuddin
 Rafaizan Ar Rayan
 Arabella Nuraisha
Pendidikan:
• SD 24 Sengkang
• SMP 10 Makassar
• SMA Islam Athirah
• S1 Sosial Politik, Universitas Hasanuddin
Organisasi:
• Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI)
• Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
• Ikatan Saudagar Muslim se Indonesia (ISMI)
• Family Forum Creative Community (FCC)
• Jameela Hijab Community
• Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI)

📞 Kontak Reservasi Seruni
• Seruni Bontoduri → 0823-4548-3192
• Rumah Makan Seruni Bau Mangga → 0813-4200-2248
• Seruni Cabang Bone → 0813-4247-7488
• Seruni Cabang Lojie → 0852-9998-0857
• Rumah Makan Seruni Bajoe → 0821-8704-7703
• Villa Seruni Family Club → 0852-5507-6514
📸 Instagram: @serunicatering

Pos terkait

http://linksulsel.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-09-at-17.01.041-1.jpeg

Tinggalkan Balasan