Dr. H.M. Amir Uskara, M.Kes
Komisaris di Mandiri Sekuritas
Dari Tanah Gowa ke Puncak Senayan
Dalam bentangan panjang sejarah politik Sulawesi Selatan hingga panggung nasional, nama Dr. H.M. Amir Uskara, M.Kes. menjulang sebagai salah satu figur yang tak lekang oleh waktu. Ia bukan sekadar politisi, melainkan arsitek perjalanan panjang Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sosok yang tumbuh dari akar rumput dan menjelma menjadi salah satu pilar utama di tingkat nasional.
Lahir di Gowa pada 9 Desember 1965, Amir Uskara memulai langkahnya dari ruang-ruang sederhana—dari organisasi kepemudaan, dari denyut kehidupan masyarakat, dari semangat perubahan yang menyala sejak era reformasi. Ia adalah representasi dari generasi yang tidak menunggu kesempatan, tetapi menciptakan jalan.
Jejak kepemimpinannya telah terlihat sejak muda. Dari aktivitas di lingkungan Nahdlatul Ulama hingga memimpin GP Ansor Kabupaten Gowa, ia ditempa dalam tradisi organisasi yang kuat—membentuk karakter kepemimpinan yang tangguh, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai keumatan.
Tahun 1999 menjadi titik awal lonjakan karier politiknya. Di usia 34 tahun, ia menembus DPRD Kabupaten Gowa—sebuah langkah yang bukan sekadar awal, tetapi tanda bahwa ia adalah pemain besar yang sedang lahir. Kepercayaan publik terus mengalir, membawanya melaju hingga kursi Wakil Ketua DPRD Gowa. Dari sini, ia tidak berhenti—ia terus menanjak.
Dari Gowa, ia meluaskan pengaruhnya ke DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Namun bagi Amir Uskara, panggung provinsi hanyalah jembatan menuju cakrawala yang lebih luas. Tahun 2014, ia menembus Senayan. Dengan lebih dari 60 ribu suara, ia membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar kandidat—tetapi kekuatan elektoral yang nyata. Lima tahun kemudian, angka itu melonjak drastis menjadi 91.970 suara, seolah menjadi penegasan bahwa pengaruhnya semakin tak terbendung.
Di DPR RI, Amir Uskara bukan hanya duduk—ia bergerak, mengatur, dan mengendalikan ritme politik. Sebagai Sekretaris Fraksi PPP selama dua periode, ia menjadi motor penggerak strategi partai di parlemen. Hingga akhirnya, ia dipercaya mengemban jabatan Wakil Ketua MPR RI pada 2024—sebuah posisi prestisius yang menempatkannya di jantung kekuasaan nasional.
Namun, kekuatan Amir Uskara tidak hanya terletak pada jabatan. Di internal PPP, ia adalah salah satu “ruh” partai. Dari Ketua DPW PPP Sulsel hingga Wakil Ketua Umum DPP PPP selama dua periode, ia menjadi penjaga arah, penentu langkah, sekaligus pengikat soliditas partai di tengah badai politik yang silih berganti.
Di balik semua itu, ia juga membangun fondasi intelektual yang kuat. Dari bangku STIE YPUP Makassar hingga meraih gelar doktor di Universitas Hasanuddin, ia memadukan kekuatan akademik dengan insting politik yang tajam. Bahkan, ia turut mengabdikan diri sebagai dosen, membagikan pengetahuan kepada generasi penerus.
Jejaknya juga merambah dunia usaha dan organisasi. Dari HIPMI hingga dunia olahraga melalui Sitoryu Indonesia Karatedo, ia menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak mengenal batas sektor. Ia hadir, membangun, dan memberi pengaruh di setiap ruang yang ia pijak.
Dr. H.M. Amir Uskara bukan sekadar nama—ia adalah perjalanan panjang tentang ketekunan, konsistensi, dan keberanian menembus batas. Dari Gowa hingga Senayan, dari kader hingga pemimpin nasional, ia telah menulis kisahnya dengan tinta perjuangan.
Dan di tengah perjalanan yang terus berlanjut, satu hal menjadi pasti: sosok Amir Uskara akan tetap menjadi bagian penting dalam denyut politik Indonesia—sebuah energi yang tak pernah padam, terus bergerak, dan terus memberi arah.
Terpilih Komisaris Mandiri Sekuritas, Penguatan Profesionalisme di Industri Pasar Modal
Langit karier Dr. H.M. Amir Uskara, M.Kes. kembali bertambah tinggi. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada 4 Desember 2025, nama politisi senior itu resmi dipahat dalam jajaran Komisaris Mandiri Sekuritas—salah satu institusi paling prestisius di jagat pasar modal Indonesia.
Keputusan tersebut bukan sekadar pergantian posisi, melainkan langkah strategis yang mengguncang lanskap korporasi nasional. Mandiri Sekuritas, sebagai anak usaha Bank Mandiri, dikenal sebagai “mesin raksasa” di industri investasi—mengendalikan arus modal, menghubungkan kepentingan investor global, dan menjadi barometer kekuatan finansial negeri. Di ruang inilah kini Amir Uskara berdiri, membawa pengalaman panjang dari panggung politik ke pusat kendali ekonomi.
Penunjukan ini terasa semakin simbolik—bahkan nyaris dramatis—karena bertepatan dengan momen ulang tahunnya pada 9 Desember. Sebuah “kado” yang bukan hanya personal, tetapi juga mencerminkan pengakuan atas perjalanan panjang, integritas, dan kapasitasnya sebagai tokoh nasional.
Di jajaran baru tersebut, Hoesen dipercaya sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, sementara Oki Ramadhan mengemban peran sebagai Direktur Utama bersama para profesional lainnya. Namun, kehadiran Amir Uskara memberi warna tersendiri—menghadirkan perspektif strategis yang ditempa dari pengalaman legislatif, kepemimpinan organisasi, hingga jejaring luas di tingkat nasional.
Bagi banyak pihak, langkah ini bukan kebetulan. Ini adalah konsekuensi dari rekam jejak panjang yang konsisten—dari Gowa, DPRD, hingga Senayan, dan kini memasuki ruang-ruang elite dunia korporasi. Ia tidak hanya berpindah panggung, tetapi memperluas pengaruh—dari kebijakan publik ke arsitektur ekonomi.
“Alhamdulillah, kapasitas dan integritas beliau mendapat pengakuan. Amanah ini tentu diharapkan memberi manfaat bagi daerah dan bangsa,” ungkap Fathuddin Lewa, menegaskan bahwa penunjukan ini adalah bentuk legitimasi atas dedikasi panjang Amir Uskara.
Rasa bangga juga mengalir dari daerah asalnya. Nur As’ad Hijaz, anggota DPRD Gowa, menyebut pencapaian tersebut sebagai kebanggaan kolektif.
“Kita sebagai orang Gowa tentu bersyukur dan bangga. Ini bukti bahwa putra daerah mampu menembus level tertinggi,” ujarnya.
Kini, di balik meja Komisaris Mandiri Sekuritas, Amir Uskara tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga harapan besar. Ia hadir di titik temu antara politik, ekonomi, dan masa depan—mengawasi, mengarahkan, dan memastikan bahwa roda besar industri pasar modal terus bergerak dengan integritas dan visi.
Dari lorong kekuasaan hingga jantung finansial negeri, langkah Amir Uskara seakan tak mengenal batas. Dan penunjukan ini bukan akhir, melainkan babak baru dari perjalanan panjang seorang tokoh yang terus menembus sekat—menghubungkan kekuatan, dan meninggalkan jejak di setiap panggung yang ia pijak.
BIODATA
Nama : Dr. H.M. Amir Uskara, M.Kes
Tempat Tanggal Lahir : Gowa, 9 Desember 1965
Jabatan : Politisi
Pendidikan
SD Negeri Sungguminasa (1973–1979)
SMP Negeri 1 Sungguminasa (1979–1982)
SMU Negeri 1 Sungguminasa (1982–1985)
S-1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar (2001–2005)
S-2 Universitas Hasanuddin (2008–2010)
S-3 Universitas Hasanuddin
Organisasi
Wakil Ketua IP NU Kabupaten Gowa (1984–1989)
Ketua HIPMI Kabupaten Gowa (1996–1998)
Ketua GP Ansor Kabupaten Gowa (2000–2005)
Ketua DPC PPP Kabupaten Gowa (2004–2009)
Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan (2009–2014)
Wakil Ketua PBSI Sulawesi Selatan (2010–2015)
Ketua Umum Sitoryu Indonesia Karatedo Sulawesi Selatan (2010–2020)
Wakil Ketua Umum DPP PPP (2016–2021, 2021–2026)[3]
Ketua dewan pembina MAS Arifah Gowa (sejak 2019)
Karier
Direktur Utama PT Triputra Gowa Mandiri (1996–1998)
Direktur Utama PT Makassar Multi Niaga (1997–1999)
Sekretaris Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gowa (1992–2002)
Ketua Komisi Bidang Ekonomi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gowa (2002–2004)
Dosen Luar Biasa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (2010–2015)
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gowa (2004–2009)
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (2009–2014)
Anggota DPR-RI (2014–2024)
Sekretaris Fraksi PPP DPR-RI (2017–2019, 2019–2024)
Wakil Ketua MPR RI (2024)





