Fatmawati Rusdi, Perempuan Pertama Menorehkan Sejarah di Kursi Wakil Gubernur Sulsel

Hj. Fatmawati Rusdi, S.E., M.M.
Wakil Gubernur Sulsel

Perempuan Pertama Menorehkan Sejarah di Kursi Wakil Gubernur Sulsel

Di antara riuh dinamika politik dan pembangunan di Sulawesi Selatan, nama Fatmawati Rusdi hadir sebagai simbol keteguhan, kerja keras, dan keberanian perempuan menembus batas sejarah. Lahir di Parepare pada 9 Mei 1980, ia tumbuh dari lingkungan sederhana dengan semangat besar untuk terus belajar dan melangkah maju.

Perjalanan hidupnya tidak dibangun dalam sekejap. Dari bangku pendidikan dasar di Sidenreng Rappang hingga meraih gelar sarjana dan magister di Universitas Jayabaya, Fatmawati menempa diri dengan disiplin dan ketekunan. Ia memahami bahwa pendidikan adalah fondasi utama untuk membuka pintu-pintu pengabdian yang lebih luas.

Sebelum terjun ke dunia politik, Fatmawati lebih dulu mengukir jejak di dunia usaha. Bersama suaminya, Rusdi Masse Mappasessu, ia membangun bisnis di sektor pelayaran dan logistik melalui PT Bayumas Jaya Mandiri Lines. Dari dunia usaha inilah ia belajar tentang kepemimpinan, manajemen, dan pentingnya jaringan—yang kemudian menjadi bekal kuat saat memasuki dunia organisasi dan politik.

Keterlibatannya dalam organisasi seperti Indonesian National Shipowners Association (INSA) dan Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (GEFEKSI) memperluas cakrawala dan jejaringnya di tingkat nasional. Namun, di balik aktivitas profesionalnya, Fatmawati tetap menanamkan kepedulian sosial sebagai bagian dari jati dirinya.
Sejak 2008, ia aktif dalam gerakan pemberdayaan masyarakat melalui PKK di Kabupaten Sidenreng Rappang.

Selama satu dekade, ia memimpin dan membina berbagai program sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, terutama perempuan dan keluarga. Dari sinilah ia dikenal sebagai sosok yang tidak hanya hadir di ruang-ruang formal, tetapi juga dekat dengan denyut kehidupan rakyat.

Langkah politiknya dimulai ketika ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2014–2019 dari Partai Persatuan Pembangunan. Di Komisi V, ia terlibat dalam berbagai isu strategis seperti infrastruktur, perhubungan, hingga pembangunan daerah tertinggal—membentuk perspektifnya sebagai pemimpin yang berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat.

Kariernya terus menanjak saat ia dipercaya menjadi Wakil Wali Kota Makassar periode 2021–2023, mendampingi Moh Ramdhan Pomanto. Di posisi ini, ia semakin mengasah kapasitas kepemimpinannya dalam mengelola pemerintahan kota yang dinamis dan kompleks.

Puncak perjalanan itu tiba pada 7 Maret 2025, ketika Fatmawati Rusdi resmi dilantik sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Selatan periode 2025–2030, mendampingi Andi Sudirman Sulaiman. Momen ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan tonggak sejarah—menjadikannya perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut di Sulawesi Selatan.

Di balik jabatan yang diembannya, Fatmawati membawa semangat perubahan. Ia hadir sebagai representasi perempuan yang mampu berdiri sejajar, mengambil peran strategis, dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah. Perjalanannya menjadi bukti bahwa kepemimpinan tidak ditentukan oleh gender, tetapi oleh kapasitas, integritas, dan dedikasi.

Berbagai penghargaan yang diraihnya, mulai dari apresiasi sebagai perempuan inspiratif hingga pengakuan di tingkat nasional, semakin menegaskan kiprahnya. Namun bagi Fatmawati, penghargaan bukanlah tujuan akhir—melainkan pengingat untuk terus bekerja dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
Kini, di panggung pemerintahan provinsi, Fatmawati Rusdi melangkah dengan visi besar: membangun Sulawesi Selatan yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. Ia tidak hanya membawa nama sebagai pejabat, tetapi juga harapan banyak perempuan bahwa mimpi besar dapat diraih—selama ada keberanian untuk melangkah dan keteguhan untuk bertahan.

Menaklukkan Panggung Politik Makassar

Jejak kepemimpinan Fatmawati Rusdi bukanlah kisah yang lahir dari ruang hampa. Ia adalah perjalanan panjang yang ditempa oleh disiplin ilmu, pengalaman, dan keberanian menembus batas. Berbekal latar belakang pendidikan ekonomi—Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen dari Universitas Jayabaya—Fatmawati membangun fondasi intelektual yang kokoh sebelum melangkah ke gelanggang yang lebih luas.

Langkah awalnya dimulai dari dunia profesional. Di tengah kerasnya persaingan industri, ia berdiri sebagai direktur di PT Banyumas Jaya Mandiri, menakhodai sektor jasa pengiriman dengan ketegasan dan visi. Dunia usaha menjadi kawah candradimuka yang menempa naluri kepemimpinan, ketangguhan, serta kemampuannya membaca peluang di tengah gelombang perubahan.

Di sisi lain, ia berjalan beriringan dengan sosok Rusdi Masse Mappasessu—figur politik berpengaruh yang menjadi pasangan hidup sekaligus mitra perjuangan. Namun, Fatmawati tidak sekadar berada di bayang-bayang. Ia menjelma menjadi kekuatan sendiri, membangun identitas politik yang berdiri tegak dengan karakter dan visinya.

Namanya mulai menggema luas saat panggung Pemilihan Wali Kota Makassar 2020 dibuka. Berpasangan dengan Moh Ramdhan Pomanto, ia membawa energi baru lewat tagline “Adama”—sebuah simbol harapan, perubahan, dan keberanian menantang status quo. Pertarungan politik kala itu bukan sekadar kontestasi angka, melainkan duel gagasan dan kepercayaan publik.

Dan ketika hasil diumumkan, kemenangan itu terasa seperti gelombang besar yang menggulung keraguan. Pasangan Danny–Fatma meraih 218.908 suara (41,3 persen), meninggalkan para pesaingnya dan menegaskan kepercayaan rakyat Kota Makassar kepada kepemimpinan mereka. Kemenangan itu bukan sekadar angka—ia adalah legitimasi, adalah mandat rakyat yang diukir dengan harapan besar.
Sebagai Wakil Wali Kota Makassar periode 2021–2023, Fatmawati tidak hanya hadir sebagai pelengkap kekuasaan.

Ia menjelma menjadi denyut kedua dalam tubuh pemerintahan—menghidupkan ritme kerja, menguatkan arah kebijakan, dan menghadirkan sentuhan kepemimpinan yang humanis namun tegas. Dari ruang-ruang birokrasi hingga denyut kehidupan masyarakat, namanya hadir sebagai bagian dari solusi.

Namun jauh sebelum panggung Makassar, perjalanan politiknya telah dimulai sejak ia mendampingi dinamika kepemimpinan di Sidenreng Rappang. Dari sanalah ia mengenal denyut politik dari akar rumput. Bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan, ia melangkah pasti hingga terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2014–2019 dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan III.

Perjalanan itu bukan sekadar rangkaian jabatan, melainkan transformasi—dari seorang profesional, menjadi politisi, hingga akhirnya menjelma sebagai pemimpin perempuan yang diperhitungkan. Setiap langkahnya seperti ukiran di atas batu: tegas, dalam, dan tak mudah terhapus oleh waktu.

Fatmawati Rusdi adalah bukti bahwa keberanian melangkah dapat mengubah arah hidup, bahkan mengubah arah sejarah. Dari Parepare, ia menyalakan mimpi. Di Makassar, ia membuktikan diri. Dan di panggung yang lebih besar, ia terus melangkah—membawa harapan, mengukir perubahan, dan meninggalkan jejak yang tak lekang.

BIODATA
Nama lengkap: Hj. Fatmawati Rusdi
Tempat, tanggal lahir: Parepare, Sulawesi Selatan, 9 Mei 1980
Agama: Islam
Pasangan: Rusdi Masse Mappasessu (Anggota DPR RI 2019 & Ketua DPW Partai NasDem Sulsel 2016)
Anak: Gandi, Dinda, Alexa, Gibran, dan Gian

Pendidikan:
SD Negeri 4 Benteng, Sidenreng Rappang (1992)
SMP Negeri Rappang (1995)
SMA Negeri 1 Rappang (1998)
S1 Universitas Jayabaya (2010-2012)
S2 Universitas Jayabaya (2015-2018)
Pekerjaan: Wakil Gubernur Sulawesi Selatan 2025-2030

Riwayat Organisasi

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidenreng Rappang (2008-2018)
Pembina Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sidenreng Rappang (2008-2018)
Wakil Bendahara DPP Partai NasDem (2019-2024)
Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kota Makassar (2021-2024)
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Kota Makassar (2021-2024)
Wakil Ketua Umum INSA (2023-2028)

Penghargaan
Influential in Female Leadership – Dream.co.id & Kementerian Kominfo RI (2023)
Perempuan Inspirator Bidang Sosial – Pemprov Sulawesi Selatan (2021)
Penghargaan Swasti Saba – Kementerian Kesehatan RI (2011)

Pos terkait

http://linksulsel.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-09-at-17.01.041-1.jpeg

Tinggalkan Balasan