• Penyebar Hoax Bendungan Bili Bili Retak Dipulangkan
    Oleh | Minggu, 7 Oktober 2018 | 11:27 WITA

    MAKASSAR, LINKSULSEL.COM – Personel Subdit Cybercrime Polda Sulsel akhirnya memulangkan seorang anak perempuan berinisial AIS (17).

    Warga Kabupaten Jeneponto ini sempat diamankan karena diduga telah menyebarkan berita bohong atau hoax di sosial media facebook, terkait retaknya bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa.

    Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengungkapkan Subditrcrime Polda Sulsel yang dipimpin Kompol Hari Agung berhasil menangkap pelaku hoax berinisial AIS tapi sekarang sudah dipulangkan ke rumah keluarganya karena dibawah umur.

    Dicky menjelaskan, penangkapan berawal dari laporan terkait informasi hoax bendungan Bili-Bili retak. Sehingga anggota langsung menyelidiki dan berangkat ke Bantaeng pada 1 Oktober 2018.

    Namun setelah mengetahui keberadaan pelaku di Jeneponto, polisi pun bergerak ke lokasi dan mengamankan pelaku yang sedang bertugas magang di Pengadilan Negeri Jeneponto.

    AIS mengaku mengupload gambar di akun facebook miliknya dengan isi imbauan warga Sulsel agar tidak terlalu nyenyak tidurnya. Karena bendungan Bili-Bili retak akibat gempa.

    Cuitan pelajar SMK di facebook ini sempat menghebohkan warga sekitar, khusunya warga Sulawesi Selatan. Terlihat, terdapat 67 komentar dan 297 kali dibagikan serta netizen yang memberikan emot sebanyak 137.

    Selain di Jeneponto, Dittipidsiber Bareskrim Polri juga berhasil mengidentifikasi 14 akun medsos yang diduga telah menyebarkan berita bohong, berita yang berlebihan atau berita yang tidak lengkap tentang bencana di Sulawesi Tengah dan di NTB, yang berhasil menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

    Dalam pengungkapan tersebut, Bareskrim Mabes Polri berhasil meringkus empat tersangka yaitu, Epi Wariani yang ditangkap di Lombok Timur, Joni Afriadi ditangkap di Batam, Uril Unik Febrian ditangkap di Sidoarjo dan Bobby Kirojan ditangkap di Manado.

    Editor : Heny