MAKASSAR, LINKSULSEL.COM – Penanganan Stunting di Kota Makassar terus berlanjut,pada tanggal 3 – 30 Juni 2024 Kemenkes RI melakukan intervensi serentak stunting di seluruh provinsi, kabupaten/kota di indonesia. Dimana angka anak yang diukur di kota Makassar sebesar 80.443 anak,dan hasil per awal bulan Juli 2024 mencapai 98.23 persen yang masih terus berjalan hingga didapatkan capaian pengukuran 100 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kota makassar Dr.Nursaidah Sirajuddin,M.kes mengatakan dari hasil data intervensi tersebut didapatkan 3.2 persen anak penderita stunting. Ini menandakan bahwa penanganan stunting baik intervensi spesifik ataupun intervensi spesifik cukup baik,ini hasil kolaborasi semua Tim TPPS yang ada di Kota Makassar diantaranya adalah SKP dari Bapeda,Dinas kesehatan,Dinas Sosial,DP3A,DP2 dan lainnya yang terlibat ucapnya.
“Ada beberapa inovasi juga yang dilakukan terkait bagaimana memaksimalkan penanganan stunting di Makassar ini berdasarkan penilaian dat e-PPGBM (aplikasi elektronik Pencatatan dan pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat),yaitu pemerintah kota membuat kebijakan dengan program 1 kepala SKPD mengevaluasi 2 anak stunting,tanggung jawab berupa asupan gizi hariannya harus dipenuhi oleh 1 kepala SKPD dan itu hasilnya cukup luar biasa”lanjut Dr.Nursaidah Sirajuddin,M.Kes.
Intervensi Spesifik ini harus benar-benar dilakukan dari hulu ke hilir,seperti memantau ibu hamil yang harus melakukan 6 kali pemeriksaan selama masa kehamilannya,memantau ibu-ibu yang menyusui terkait kecukupan gizinya,memantau calon pengantin dan remaja putri.
Dinas Kesehatan juga telah melakukan MoU dengan Departemen Agama agar calon pengantin yang ke KUA harus menyarankan mereka juga ke Puskesmas untuk di imunisasi,edukasi kesehatan calon pengantin ke ibu hamil,pasca melahirkan dan menjaga anak di masa 2 – 5 tahun. Di level Puskesmas Dinas Kesehatan akan melakukan intervensi per bulannya terkait data-data di lapangan agar benar nyata dampak di lapangan stunting ini tertangani dengan maksimal tutupnya.
Editor :Maya





