MAKASSAR, LINKSULSEL — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO) Sulawesi Selatan periode 2025–2030, Ir. Abu Hasan, menegaskan kepengurusan baru akan memfokuskan program pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kemitraan, peningkatan daya saing, hingga pembentukan kampung industri di berbagai daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Abu Hasan usai pelantikan Pengurus DPW ASPRINDO Sulsel periode 2025–2030 yang mengusung tema *”Membangun Sinergitas Pengusaha Bumiputera & Pemerintah Dalam Memicu Pertumbuhan Ekonomi Daerah”* di Hotel The Rinra Makassar, Minggu (19/7/2026).
Abu Hasan menjelaskan, dirinya dipercaya memimpin DPW ASPRINDO Sulsel menggantikan almarhum Ir. H. Kilat Karaka. Kepengurusan baru juga dibentuk melalui penyegaran organisasi dengan mengganti sejumlah pengurus yang tidak lagi aktif.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas surat resmi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ASPRINDO, H. Jose Rizal, yang meminta DPW Sulsel segera melakukan pergantian ketua menyusul wafatnya pimpinan sebelumnya, sekaligus menyusun kembali kepengurusan yang tidak lagi aktif.
Ia mengakui, pada periode sebelumnya terdapat sejumlah pengurus yang dinilai kurang optimal menjalankan organisasi. Selain itu, beberapa nama yang tercantum dalam kepengurusan sebelumnya juga tidak lagi mengonfirmasi kesediaannya untuk bergabung.
Meski demikian, Abu Hasan menilai antusiasme masyarakat terhadap ASPRINDO cukup besar. Hal tersebut menjadi dorongan bagi kepengurusan baru untuk lebih aktif menjalankan berbagai program organisasi.
Selain itu, ASPRINDO Sulsel juga berencana membangun kampung industri sebagai pusat pengembangan usaha masyarakat di tingkat desa. Melalui program tersebut, pelaku usaha akan memperoleh pembinaan sekaligus akses yang lebih luas terhadap permodalan, pemasaran, dan distribusi.





