Profile H. Ni’matullah Rahim Bone, S.E., Ak, Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan

Oplus_16777216

Motor Politik Demokrat, Mengakar Kuat di Sulawesi Selatan

Dalam lanskap politik Sulawesi Selatan yang dinamis dan penuh kompetisi, nama H. Ni’matullah Rahim Bone, S.E., Ak. menjulang sebagai salah satu figur yang tak sekadar hadir, tetapi membentuk arah. Ia bukan hanya politikus—ia adalah simbol konsistensi, ketekunan, dan energi yang seolah tak pernah surut oleh waktu.

Dari lorong-lorong intelektual kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) pada era 1990-an, Ni’matullah telah menapaki jalan panjang yang sarat idealisme. Sebagai aktivis mahasiswa, ia ditempa dalam dialektika gagasan, perdebatan, dan gerakan. Di sanalah fondasi kepemimpinan dan keberaniannya dibangun—menjadikannya bukan sekadar pengikut arus, tetapi pengarah gelombang.

Perjalanan itu kemudian bermetamorfosis menjadi kiprah politik yang kokoh. Ni’matullah bukan hanya bagian dari sejarah Partai Demokrat di Sulawesi Selatan—ia adalah salah satu arsiteknya. Bersama para pendiri awal, ia menanam benih yang kini tumbuh menjadi pohon besar dengan akar yang menghunjam kuat di tanah Sulsel.

Sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel yang dilantik pada 2022, ia tampil sebagai lokomotif yang menggerakkan mesin partai dengan ritme cepat dan terarah. Di tangannya, Demokrat bukan hanya organisasi politik, tetapi kendaraan perjuangan yang terus beradaptasi dengan zaman, tanpa kehilangan jati diri.

Namun, kekuatan Ni’matullah tidak hanya terletak pada struktur dan strategi, melainkan pada legitimasi publik yang tak terbantahkan. Ia mencatatkan prestasi gemilang dengan “hattrick” sebagai anggota DPRD Sulsel—tiga periode berturut-turut dipercaya rakyat. Ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa kehadirannya dirasakan, suaranya didengar, dan perjuangannya diakui.

Ia pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Ni’matullah berdiri di salah satu posisi strategis dalam menentukan arah kebijakan daerah. Ia dikenal sebagai sosok yang enerjik, lugas, dan responsif terhadap dinamika masyarakat. Dalam setiap keputusan, ia membawa semangat representasi—bahwa politik sejatinya adalah tentang memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan sekadar kekuasaan.

Tak hanya kuat di panggung politik, Ni’matullah juga dikenal sebagai pribadi yang tertata dan disiplin dalam kehidupan.

Di tengah derasnya arus perubahan zaman, H. Ni’matullah Erbe tetap berdiri sebagai figur yang tidak goyah. Ia adalah kombinasi langka antara idealisme masa muda dan kematangan pengalaman. Sosok yang mampu menginspirasi, menggerakkan, sekaligus menjaga kesinambungan perjuangan politik di Sulawesi Selatan.

Bagi banyak orang, Ni’matullah bukan sekadar nama dalam daftar pejabat. Ia adalah representasi dari tekad yang tak pernah padam—sebuah energi politik yang terus menyala, menerangi jalan bagi partai, dan menjadi harapan bagi masyarakat yang diwakilinya.

Koordinator Presidium MW KAHMI Sulsel

Di tengah pusaran zaman yang bergerak cepat dan dinamika politik yang kian berlapis, nama H. Ni’matullah Erbe kembali menggema. Ia dipercaya memegang kendali sebagai Koordinator Presidium Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Selatan—sebuah amanah besar yang bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan sejarah.

Penunjukan ini bukan hanya menegaskan pengaruhnya di lingkaran alumni HMI, tetapi juga menempatkannya sebagai salah satu poros penting dalam menjaga arah moral, intelektual, dan kebangsaan di Sulawesi Selatan. Di tangannya, KAHMI diharapkan tidak sekadar menjadi organisasi, tetapi menjelma menjadi kekuatan hidup—yang berpikir, bersuara, dan bergerak untuk rakyat.

Dengan nada tegas dan penuh keyakinan, Ni’matullah—yang akrab disapa Ullah—menggaungkan satu prinsip yang tak bisa ditawar: independensi. Baginya, independensi bukan sekadar sikap, tetapi napas organisasi yang harus dijaga di tengah riuhnya kepentingan politik praktis.

“Sebagai organisasi, independensi KAHMI adalah suatu keniscayaan. Kita harus menjaga betul itu, terutama dalam proses politik praktis,” tegasnya, seolah menancapkan kompas arah di tengah kabut kepentingan.

Dalam pandangannya, KAHMI tidak boleh larut dalam arus pragmatisme. Ia harus berdiri tegak sebagai mercusuar moral—memberi arah, menerangi jalan, sekaligus menjadi suara kritis yang membangun. Bukan menjadi penonton, apalagi terseret arus, tetapi hadir sebagai kekuatan yang mengoreksi dan menginspirasi.
Namun lebih dari itu, Ullah menegaskan bahwa KAHMI memikul mandat yang jauh lebih besar: menjadi juru bicara rakyat. Sebuah peran yang tidak ringan, tetapi justru menjadi jantung dari eksistensi organisasi.

“Peran KAHMI adalah sebagai juru bicara untuk memperjuangkan perbaikan nasib rakyat. Kita harus terus bersuara demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur,” ujarnya, dengan semangat yang seolah tak pernah padam.
Di bawah kepemimpinannya, KAHMI diharapkan bukan hanya berbicara di ruang-ruang diskusi, tetapi hadir nyata di tengah denyut kehidupan masyarakat—membawa gagasan, solusi, dan harapan.
Lebih jauh, Ullah mengajak seluruh kader KAHMI untuk menjadikan identitas mereka bukan sekadar simbol, tetapi komitmen hidup. Ia menegaskan bahwa di manapun kader berada—di pemerintahan, dunia usaha, akademisi, maupun masyarakat—mereka harus menjadi bagian dari solusi.
“Di manapun kita berkiprah, sebagai kader HMI dan warga KAHMI, kita harus selalu memberikan yang terbaik untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” imbuhnya.

Di tangan Ni’matullah Erbe, KAHMI Sulawesi Selatan tidak hanya melangkah—tetapi berlari dengan visi, berdiri dengan prinsip, dan bersuara dengan keberanian. Sebuah perjalanan yang bukan sekadar organisasi, tetapi gerakan moral yang terus menyala untuk Indonesia yang lebih adil dan bermartabat.
Dengan kepemimpinan Ni’matullah, KAHMI Sulawesi Selatan diharapkan semakin solid sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang mampu menjaga independensi sekaligus aktif mendorong perubahan demi kepentingan rakyat luas. (*)

Biodata:
Nama Lengkap: H. Ni’matullah Erbe, S.E., Ak.
Pendidikan: Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar (Angkatan 1992)
Jabatan : Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan (dilantik 2022)
Karier Politik :
Aktivis mahasiswa Universitas Hasanuddin pada era 1990-an
Salah satu perintis Partai Demokrat di Sulawesi Selatan
Terlibat dalam penguatan struktur dan konsolidasi Partai Demokrat di tingkat daerah
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan selama 3 periode (hattrick)
Dipercaya sebagai Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan

Pos terkait

http://linksulsel.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-09-at-17.01.041-1.jpeg

Tinggalkan Balasan