LINKSULSEL.COM– Gelombang tinggi air laut menerjang pantai Anyer di Kabupaten Pandeglang dan Lampung Selatan telah menyebabkan 28 orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka.
Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono, seperti dikutip dari tvOne, Minggu 23 Desember 2018.
“28 tewas info dari posko di Kecamatan Labuan,” katanya.
Dia mengungkapkan sebanyak 600 personel polisi telah diturunkan untuk membantu warga. “Kami lakukan patroli bersama TNI dan Satpkl PP untuk memastikan rumah warga aman,” ucapnya.
Sementara itu data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka-luka, 2 orang hilang dan puluhan bangunan rusak.
“Data korban kemungkinan masih akan terus bertambah mengingat belum semua daerah terdampak di data,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.
Dari 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka dan 2 orang hilang terdapat di 3 wilayah yaitu di Kabupaten Padenglang, Lampung Selatan dan Serang. Di Kabupaten Pandeglang daerah yang terdampak terdapat di Kecamatan Carita, Panimbang dan Sumur. Data sementara tercatat 14 orang meninggal dunia, 150 orang luka-luka, 43 rumah rusak berat, 9 unit hotel rusak berat dan puluhan kendaraan rusak. Daerah yang terdampak parah adalah permukiman dan wisata di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita.
Di Kabupaten Lampung Selatan terdapat 3 orang meninggal dunia dan 11 orang luka-luka. Sedangkan di Kabupaten Serang terdapat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka dan 2 orang hilang. Daerah yang terdampak di Kecamatan Cinangka.
Sementara itu, reporter TvOne melaporkan sekitar 6.000 orang mengungsi. Situasi di Pantai Anyer sudah mulai kondusif.
(VV)
Editor: Ahmad





