MAKASSAR, LINKSULSEL – Menghadapi ancaman musim kemarau yang dapat memperparah krisis air bersih, Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Hamzah Ahmad, menegaskan komitmen pihaknya untuk mengatasi persoalan pasokan air di Kota Makassar khususnya di wilayah rawan seperti bagian timur dan utara Kota Makassar.
Hal itu disampaikan langsung oleh Plt Dirut PDAM Makassar, Hamzah Ahmad dalam keterangan persnya di RM Istana laut, Jalan Datumuseng No. 1, Jumat (09/05/2025).
“Ini persoalan yang sudah terjadi sejak PDAM berdiri. Saat kemarau datang, dampaknya sangat dirasakan warga di timur dan utara kota. Tapi kami tidak tinggal diam. Solusi teknis sudah kami siapkan sejak 2020,” ujar,
Salah satu langkah konkret yang kini dipercepat adalah penyambungan jaringan pipa yang selama ini terbengkalai.
Dua titik utama di kawasan Pabaeng-Baeng dan wilayah utara telah ditetapkan sebagai lokasi koneksi jaringan. PDAM juga telah melakukan koordinasi teknis dengan Balai Wilayah Sungai dan pemerintah daerah untuk mempercepat proses perizinan.
“Jika izin keluar dalam waktu dekat, satu hingga tiga minggu ke depan air sudah bisa mengalir ke wilayah utara. Ini jadi harapan besar masyarakat, terutama di masa rawan kemarau seperti sekarang,” tambahnya.
Penyediaan mobil tangki dilakukan sebagai upaya penetrasi layanan ketika distribusi melalui pipa menghadapi hambatan teknis maupun sosial di lapangan, seperti akses jalan sempit dan resistensi warga di kawasan padat penduduk.
Selain langkah darurat, PDAM juga merancang pembangunan instalasi pengolahan air baku yang akan dimulai dalam dua hingga tiga tahun mendatang melalui skema kerja sama dengan investor. Instalasi ini akan mencakup proses pengambilan air baru, pengolahan hingga distribusi ke pelanggan.
“Kami akan menggandeng investor untuk membangun instalasi pengolahan air baku hingga penyaluran ke pelanggan. Ini upaya memastikan ketersediaan air bersih jangka panjang,” jelas Hamzah.





