• 2021, Bank Sulselbar Bukukan Laba Rp854 Miliar
    Oleh | Selasa, 28 Juni 2022 | 05:59 WITA

    MAKASSAR, LINKSULSEL.CO – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) membukukan laba bersih senilai Rp854 miliar pada kuartal IV/2021.

    Capaian ini tumbuh 4,06 persen secara tahunan dan telah melebihi target sebesar Rp850 miliar.

    Direktur Pemasaran & Syariah, Rosmala Arifin, mengatakan kinerja Bank Sulselbar meski masih di tengah pandemi selama 2021, tetap tumbuh dengan baik, bahkan lebih baik dari tahun 2020.

    “Alhamdulillah ini tercapai karena ada produk dan aktivitas baru, banyak program digitalisasi di 2021 yang sangat membantu kinerja perbankan,” ujar Rosmala dalam paparan kinerja tahun Bank Sulselbar, Senin, 18 April.

    Bank Sulselbar mencatat kredit yang diberikan baik kredit produktif maupun konsumtif sama-sama terealisasi dengan baik, bahkan tercapai lebih dari 100 persen.

    Rosmala menyebut, total kredit dan pembiayaan Bank Sulselbar sebesar Rp21,32 triliun atau tercapai sekitar 117 persen dari target Rp21, 26 triliun.

    “Ada kredit konsumtif dan produktif tercapai di atas 100 persen, secara tahunan luar biasa. Begitu juga dengan pembiayaan syariah tumbuh 22,73 persen secara tahunan,” paparnya.

    Lebih lanjut dia, capaian positif juga dicatatkan dari Dana Pihak Ketiga (DPK) 2021 secara keseluruhan, dimana realisasinya mencapai 103 persen dengan dengan nilai Rp18,6 triliun. Dibandingkan tahun lalu, DPK tumbuh sekitar 15 persen.

    Menurut Rosmala, pertumbuhan giro tampak tidak terlalu besar untuk tahun ini. Alasannya kata dia, sebab di tengah pandemi pemerintah banyak merecofusing anggaran sehingga tidak tersimpan di bank.

    Dari situ, total aset Bank Sulselbar tumbuh sebesar 11,9 persen year on year. Total aset bank Sulselbar terealisasi mencapai Rp27,7 triliun per 31 Desember 2021, melebihi dari target Rp27,4 triliun.

    Selain itu, loan to deposit ratio (LDR) bank besar Sulselbar tetap berada pada level yang sehat dan menunjukkan likuiditas yang cukup tinggi. Sedangkan terkait kredit bermasalah non performing loan (NPL), Bank Sulselbar tetap mampu menekan di level 0,92 persen.

    Plt Direktur Utama PT Bank Sulselbar, H. Yulis Suandi menyebut, fungsi intermediasi di Bank Sulselbar ini meurapakan ketiga terendah dari BPD se-Indonesia.

    “Mempertahankan NPL ada tiga upaya yang dilakukan, tentu yang utama adalah kulitas SDM di bidang kredit, bisnis proses kredit bagaimana pemcairan kredit dan analisa kredit berjalan meningkatkan pencegahan resiko. Tahun 2021 kami sudah menambah struktur organisasi antara kredit, ada penambahan satu direktur sehingga penyaluran kredit lebih fokus dan lebih baik,” imbuhnya. (*)