MAKASSAR, LINKSULSEL.COM- Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Makassar menjadi salah satu contoh perusahaan yang berhasil menerapkan kepemimpinan inovatif.
Di bawah kepemimpinan Beni Iskandar selaku direktur utama, PDAM Kota Makassar berhasil menutup utang dan membukukan kinerja laba positif sebesar Rp21 miliar.
Ini merupakan kali pertama BUMD tersebut memperoleh laba tertinggi sepanjang sejarah perjalanannya sejak berdiri pada 1976.
Kantor Akuntan Publik (KAP) Mohammad Sunusi & Rekan melaporkan saldo laba sebesar Rp27.002.103.577 setelah audit dari sebelumnya Rp5.935.103.523 per 31 Desember 2021.
Pertumbuhan tersebut berhasil diselesaikan oleh Direksi PDAM Kota Makassar yang belum genap setahun dilantik menjadi direksi yang definitif.
Dengan hasil audit tersebut, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017, jika saldo laba negatif telah tertutupi maka BUMD telah dapat membentuk saldo dana cadangan.
Direktur Utama Beni Iskandar menyampaikan rasa syukurnya karena selama ini catatan yang saldo negatif sudah bisa menjadi positif.
“Tentunya ini merupakan cambuk bagi kami untuk bekerja lebih keras lagi dan akan terus meningkatkan pendapatan untuk membantu pemerintah kota yang tentunya juga setoran dividen kita akan meningkat seiring bertambahnya pendapatan,” ujar Beni.
Bukti kerja keras Beni Iskandar dalam mengelola Perumda Air Minum Kota Makassar bukanlah kali pertama. Tercatat, Beni pernah beberapa kali mendapat penghargaan nasional.
Baru-baru ini Beni Iskandar berhasil menyabet penghargaan sebagai Top CEO BUMD Award 2024 yang diselenggarakan oleh Top Business yang bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (I-OTDA).
Sementara itu, PDAM Makassar sebagai perusahaan yang dipimpinnya juga memperoleh Penghargaan Bintang 4 Top BUMD Award 2024 sebagai Perusahaan yang Berkinerja Sangat Baik.
Editor: Arus Ahmad





