JAKARTA, LINKSULSEL.COM- Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjanji bakal meliburkan anak sekolah dan kampus-kampus selama Bulan Ramadan.
Tujuannya, agar anak-anak fokus mempelajari agama Islam.
“Pak Prabowo memberikan kesempatan kepada seluruh anak-anak sekolah fokus belajar agama Islam pada bulan ramadhan, serta mengembangkan nilai-nilai toleransi pada bulan Ramadhan,” kata Koordinator Jubir Prabowo Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak melalui akun twitternya, Jumat 15 Maret 2019.
Libur sekolah pada Ramadan sebenarnya sudah lama menjadi tradisi di Indonesia.
Akan tetapi, sejak tahun 1978 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden Soeharto mengubah aturan tersebut.
Daoed Joesoef mengubah libur Ramadan hanya beberapa hari di awal bulan puasa, kemudian di akhir Ramadan menjelang lebaran.
Keputusan tersebut sempat ditentang oleh MUI pada masanya. Akan tetapi, Pemerintah Orde Baru tetap menjalankannya.
Baru di saat Presiden Gus Dur menjadi presiden setelah reformasi, kebijakan ini diubah lagi.
Kegiatan pendidikan kembali diliburkan penuh selama Bulan Ramadan. Sekolah-sekolah diimbau membuat kegiatan pesantren kilat pada tahun 1999.
Akan tetapi, pada era Presiden Megawati tahun 2001, libur Ramadan kembali berubah seperti Orde Baru.
Kebijakan ini yang dijalankan sampai sekarang. Namun beberapa daerah dan sekolah swasta kadang menetapkan kebijakan libur yang lebih panjang di Bulan Ramadan.
Kebijakan tersebut misalnya diterapkan di pesantren-pesantren, mengingat Ramadhan dikenal sebagai waktu para santri pulang kampung dan mengabdi atau mengamalkan ilmu agamanya di kampung.
(MT)
Editor: Henny





