• Realisasi PKB Bapenda Sulsel Naik
    Oleh | Selasa, 18 Juli 2023 | 08:16 WITA

    MAKASSAR, LINKSULSEL.COM- Pemprov Sulsel tak menerapkan tarif pajak progresif. Semua kendaraan kena pembebasan. Pajak progresif adalah tarif pajak yang dikenakan kepada pemilik kendaraan yang memiliki lebih dari satu mobil atau motor.

    Ini sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 381/Il/Tahun 2023, tentang Pemberian Insentif Pajak Kendaraan Bermotor Progresif di Provinsi Sulawesi Selatan. Kebijakan ini mulai berlaku per 1 Februari s.d 29 Desember 2023.

    Secara nasional, dasar hukum yang digunakan dalam pengenaan pajak progresif merupakan UU No 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). Sedangkan untuk tarif progresif PPh, tertuang dalam UU PPh yang telah diubah menjadi UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) No 7/2021.

    Untuk tahun ini, besaran pajak progresif untuk kendaraan pertama, paling rendah 1 persen dan paling tinggi 2 persen. Sementara tarif kendaraan kedua dan seterusnya, paling rendah 2 persen dan paling tinggi 10 persen.

    Untuk Sulsel sendiri, besaran tarif pajak progresif untuk PKB kedua sebesar 2 persen. Kemudian 2,25 persen untuk kendaraan ketiga, 2,5 persen untuk kendaraan keempat, kemudian 2,75 persen untuk kendaraan kelima.

    Namun begitu, pembebasan pajak progresif ini hanya berlaku untuk kendaraan pertama. Dengan catatan pemilik merupakan orang yang sama, sesuai dengan nama dan alamat pemilik.

    Kepala Bidang Teknologi dan Sistem Informasi (TSI) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, Andi Satriady Sakka mengatakan, pembebasan pajak progresif ini merupakan kebijakan baru yang dikeluarkan Pemprov Sulsel untuk mempermudah layanan kepada masyarakat.

    Editor: Arus Ahmad