• Meski Pro Kontra, Imunisasi MR Tetap Berjalan Hingga Akhir September 2018
    Oleh | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 16:00 WITA

    MAKASSAR, LINKSULSEL.COM –  Program imunisasi   Measles Rubella (MR) menjadi isu hangat yang digelindingkan beberapa waktu lalu. Meski menimbulkan pro kontra terkait kehalalan vaksin yang digunakan, namun tidak menghentikan langkah pemerintah untuk tetap melakukan program imunisasi tahap kedua yang dilakukan di luar Pulau Jawa sejak 1 Agustus 2018.

    Kementerian Kesehatan RI tetap berkomitmen melaksanakannya sampai selesai hingga akhir September 2018. Kampanye imunisasi MR sebagai upaya perlindungan bagi masyarakat dari penyakit berbahaya, terutama campak dan rubella terus dilakukan. Kementerian Kesehatan memberi kesempatan bagi masyarakat untuk meyakinkan diri, yakni memilih untuk menunggu terbitnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang imunisasi MR atau menerima imunisasi MR sampai dengan akhir September 2018.

    “Pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek syar’i dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan teknis. Sementara itu, pelaksanaan imunisasi MR yang mempertimbangkan aspek kehalalan dan/atau kebolehan vaksin secara syar’i dapat menunggu sampai MUI mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan imunisasi MR,”  ujar Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, sebagaimana rillis yang diterima media beberapa waktu lalu.

    Pernyataan Menkes Nila juga tertuang dalam surat edaran tentang Pelaksanaan Kampanye Imunisasi nomor HK.02.01/MENKES/444/2018 tertanggal 6 Agustus 2018. Surat edaran ditujukan kepada para gubernur dan bupati di seluruh Indonesia.

    Imunisasi MR di Makassar

    Ketakutan siswa SD untuk diimunisi Measles Rubella (MR)  juga terjadi di sebuah sekolah di Makassar.  Beberapa siswa yang bersekolah di SD tersebut enggan untuk diimunisasi MR. Pasalnya, takut jarum suntik, hal tersebut diceritakan wali murid tersebut kepada linksulsel.com.  Katanya, putranya takut disuntik. “Jadi pihak guru tidak bisa memaksakan. Hanya saya selaku wali murid  harus menandatangani surat pernyataan penolakan imunisasi MR kepada putra saya,” tutur Karmila wali murid di salah satu SD di Makassar, tapi enggan jika disebutkan SD tempat putranya bersekolah.

    Penulis : Jesi Heny