• Kerjasama UNICEF, Dinkes Makassar Cegah KLB pada Anak
    Oleh | Jumat, 18 Agustus 2023 | 01:27 WITA

    MAKASSAR, LINKSULSEL.COM- Dinas Kesehatan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, bersama UNICEF melalui Yayasan Gaya Celebes mengintensifkan Program “Imunisasi Kejar” untuk mencegah kejadian luar biasa (KLB) yang bisa berakibat fatal hingga kematian anak.

    Program “Imunisasi Kejar” merupakan upaya memberikan imunisasi kepada anak karena tertinggal satu atau lebih dosis vaksin dari yang seharusnya diberikan.

    “Program ini kita lakukan dengan tujuan utama mencegah terjadinya KLB, kita beberapa kali mengirim sampel untuk uji laboratorium dan hasilnya negatif,” kata Subkoordinator Surveilans dan Imunisasi Dinkes Makassar Zakiah Darajat pada Evaluasi Program “Imunisasi Kejar” di Makassar, Selasa.

    Hal itu, katanya, sejalan dengan minimnya temuan terkait anak yang tidak lengkap imunisasi pada “skrining” Program “Imunisasi Kejar” karena pada sasaran posyandu tidak ditemukan sama sekali anak belum lengkap imunisasi.

    Program “Imunisasi Kejar” dilakukan di 10 posyandu dan 11 sekolah PAUD di Kota Makassar sebagai projek percontohan untuk diterapkan di seluruh posyandu dan PAUD di Makassar maupun Sulawesi Selatan. Program ini akan berlangsung hingga Mei 2023.

    Ia mengatakan masih ditemukan sejumlah anak belum lengkap imunisasi sehingga puskesmas setempat melakukan intervensi. “Ketika ada anak di bawah umur 5 tahun dan belum imunisasi maka akan diberikan haknya, kita lengkapi imunisasinya,” kata Zakiah.

    Dia mengakui hingga kini masih ada beberapa sekolah PAUD dalam proses memperoleh data status imunisasi murid dari orang tua. Komunikasi secara intens dilakukan agar memperoleh informasi valid terkait pemenuhan vaksin anak didik saat orang tua tidak bisa memperlihatkan buku KIA.

    Contohnya, di TK Aisyah Mamajang yang memiliki 193 murid. Kini masih tersisa 10 persen yang belum diperoleh status imunisasi sehingga sekolah membuat “google form” sebagai solusi kesibukan orang tua dalam menginformasikan status imunisasi anak mereka. Ini dinilai efektif.

     

    Editor: Rusli Ahmad