• DPRD Makassar Tanggapi Isu Limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan
    Oleh | Kamis, 30 Mei 2024 | 10:51 WITA

    MAKASSAR, LINKSULSEL.COM- Dalam rapat Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Makassar 2025-2045, Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Suharmika, menanggapi isu limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari fasilitas pelayanan kesehatan yang kembali menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah.

    Limbah B3 ini meliputi berbagai jenis limbah medis seperti jarum suntik bekas, sisa obat-obatan, perban, dan bahan kimia berbahaya yang digunakan dalam berbagai prosedur medis. Penanganan yang tidak tepat dapat menyebabkan risiko serius terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

    Menurutnya, penanganan limbah B3 dari fasilitas kesehatan harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak terkait, termasuk pemerintah, rumah sakit, dan perusahaan pengelola limbah.

    “Limbah B3 ini memiliki potensi bahaya yang tinggi, baik bagi petugas kesehatan yang menangani langsung maupun bagi masyarakat umum jika tidak dikelola dengan baik,” ujarnya Kamis, 30 Mei 2024.

    Ia menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat dalam pengelolaan limbah B3. “Setiap fasilitas pelayanan kesehatan harus memastikan bahwa limbah B3 dikumpulkan, disimpan, dan diangkut sesuai dengan regulasi yang berlaku. Selain itu, perlu ada edukasi dan pelatihan berkelanjutan bagi petugas yang terlibat dalam proses ini,” tambahnya.

    Editor: Arus