• BPBD Makassar Catat 24 Titik Genangan dan Banjir di Dua Kecamatan
    Oleh | Jumat, 27 Mei 2022 | 18:11 WITA

    MAKASSAR,LINKSULSEL.COM – Hujan deras yang melanda Makassar tadi malam mengakibatkan sejumlah titik tergenang.

    Hingga pukul, 09.00, Jumat, 27 Mei, pagi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar sementara ini mencatat ada sebanyak 14 titik genangan dan banjir di Kecamatan Biringkanayya.

    Kepala Plt  BPBD Kota Makassar, A. Hendra Hakamuddin mengatakan, kecamatan Biringkanayya menjadi kecamatan yang paling signifikan terdampak “Semua kecamatan ada sebenarnya, saya lewat Pettarani tadi ada, tapi memang yang paling terdampak itu di Biringkanayya,” terang Hendra.

    Adapun rinciannya di Kelurahan Katimbang, Biringkanayya yaitu Blok AC Kesatuan RT 08/RW 05 Ketinggian air kurang lebih 35 cm status tergenang. Jl Keberkahan 01 RW 04 (semua RT) Ketinggian air kurang lebih 20 cm, Status tergenang, selanjutnya Jl. Keberkahan 13 RT 03 RW 04 Ketinggian air 25 cm status tergeng.

    Lalu NHP blok D3,D7,D8 RT 04 RW 02 ketinggian air kurang lebih 25 cm, status tergenang. Jl. Keberkahan 25 RT 02 RW 04 Ketinggian air kurang lebih 25, status tergenang.

    Jl. Kotipa 14 ketinggian air kurang lebih 50 cm, status tergenang, NHP Blok C3, C4, C5, C6 RT 03 RW 02

    Ketinggian air kurang lebih 20 cm, status tergenang.

    BTP Blok AD Keberkahan RT 4 RW4, ketinggian air kurang lebih 25 Cm, starus tergenang, kelurahan Sudiang Raya Perum Maruki RT.06 RW,01 30 Cm S/d 60 cm, status tergenang.

    Sedangkan di Kelurahan Berua Kecamatan Biringkanayya yaitu Jl Paccerakkang / Nur Aqsha RT.002 RW.006, ketinggian air kurang lebih 10 cm, status tergenang. Selanjutnya Jl Poros Paccerakkang / Depan ojolali Ketinggian air kuran lebih 10 cm, satus tergenang.

    Bumi Berua indah, ketinggian air kurang lebih 10 cm status tergenang, Jl Poros Depag, ketinggian air kurang lebih 10 cm, status tergenang. Jl Lanraki Lr.6. Ketinggian air kurang lebih 20 cm, status tergenang.

    Hendra mengatakan status Makassar saat ini dalam siaga banjir. Namun demikian personel yang diturunkan belum signifikan. “Kita punya carester piket 24 jam masih normal 4 setiap carester, kan ada 3 tambah 1 posko PB tambah 1 posko Warroom jadi 20 orang, seperti itu setiap hari,” kata dia

    Dia mengaku belum ada laporan permintaan untuk mengungsi dari warga yang masuk. Sementara itu rata-rata warga yang terdampak genangan/banjir masih bertahan di rumahnya, pun di Blok 8 dan 10 Antang yang menjadi langganan, belum signifikan.

    Sedangkan di Kecamatan Manggala, juga tercatat ada 10 titik genangan kecil hingga sedang juga terbentuk. Kelurahan Borong, Jl Borong Indah RW 10 RT 01, RT 02, ketinggian 10 cm Status Aman / tergenang, Jl Toddopuli 10 RW 06, RW, 11 ketinggian 10 cm, status tergenang.

    Kelurahan Antang, Jl.Bukit Batu RW 07, ketinggian kurang lebih 10 cm status tergenang, Jl.Antang RAya RW 05, ketinggian kurang lebih 10 cm, status tergenang

    Kelurahan Batua, Jl Toa Daeng 3. Ketinggian kurang lebih 40 cm status siaga, Jl. Pasarankeke, ketinggian kurang lebih 25 cm, status tergenang/Siaga.

    Jl Inpeksi PAM, ketinggian kurang lebih 30 cm, status tergenang/aman, Jl Inpeksi Kanal, ketinggian kurang lebih 20 cm status tergenang, Jl Inpeksi PAM Lr. 1 RW 1, ketinggian kurang lebih 20 cm, status tergenang, Jl Inpeksi PAM Lr Kanal, Ketinggian kurang lebih 30 cm, status tergenang.

    Idra melanjutkan selain curah hujan yang tinggi semalam, genangan juga sebagian besar dibawa oleh daerah-daerah penyangga yang kata dia memiliki tingkat intensitas hujan tinggi.

    “Hujan lebat iya, ekstrim belum, ada faktor yang kita perlu cermati di Kota Makasar, di Gowa, Maros Takalar (deras hujan) implikasinya ke Makassar, kemarin hujan deras (di Makassar) tidak sebabkan banjir seperti ini, hanya saja di Gowa sampai ada jembatan hanyut mereka lebih tinggi dari kita, alirannya berdampak ke Makassar,” kata Hendra.

     

    Sementara itu tingginya curah hujan yang terjadi akibat adanya anomali gangguan di Selat Makassar. Dari keterangan BMKG, terjadi kenaikan suhu permukaan laut (SPL) hingga 2 derajat cilcius.

    Ditambah adanya belokan angin, membuat awan-awan hujan berkumpul di Sulsel bagian Barat. Kodisi ini membuat Makassar dan sekitarnya masih rawan diguyur hujan, Kendari secara resmi telah masuk musim panas pada awal Mei lalu.

    “Ada terjadi perubahan angin, berkumpul, sampai hari ini masih ada peringatan, hujan lebat bisa terjadi pagi ini,” kata dia. (*)