• BPBD Gelar Pelatihan Upaya Pengurangan Resiko Bencana
    Oleh | Senin, 26 November 2018 | 19:44 WITA

    MAKASSAR, LINKSULSEL.COM – Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar melaksanakan pelatihan upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) kepada tiga segmen/komunitas dari masyarakat.

    Ini sebagai upaya mengarusutamakan upaya-upaya PRB di Kota Makassar

    Kegiatan yang digelar sebanyak tiga angkatan ini dilaksanakan pada tanggal 21-27 November 2018.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, dr. Muhammad Rusly, M.Kes pada saat pembukaan berharap agar interaksi ini berlanjut menjadi kolaborasi dalam kerja-kerja penanggulangan bencana di Kota Makassar.

    “Upaya ini sesungguhnya mozaik yang akan terangkai utuh sebagai gambaran Kota Makassar yang tangguh terhadap bencana,” ujarnya.

    Perserta terdiri atas unsur Forum Sulsel Peduli, Kelompok Pencinta Alam Proni, komunitas Siaga Bencana berbasis masyarakat, organisasi SAR dan mahasiswa (KSR se Kota Makassar).

    Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan untuk kemudian menjadi kelompok masyarakat yang sadar bencana.

    “Selain itu, mampu mengkomunikasikan dan mengartikulasikan pengurangan risiko bencana di tengah masyarakat, tentunya dalam konteks lokalitas Makassar,” katanya.

    Peserta juga diajak memahami jenis ancaman, kerentanan dan kapasitas penanggulangan bencana Kota Makassar.

    Inj untuk menjadi bagian dari upaya-upaya konstruktif dalam penyadaran dan deseminasi informasi kebencanaan di masyarakat.

    “Mengingat pada saat terjadi bencana, justru kerap beredar informasi-informasi yang tidak jelas kebenarannya dan meresahkan masyarakat,” terangnya.

    Peserta diberikan mata pelatihan tentang kebijakan dan manajemen PB di Kota Makassar dan upaya pencegahan dan mitigasi bencana Kota Makassar.

    Materi mitigasi bencana geologi dan model kesiapsiagaan dibawakan Dr. Eng Adi Maulana, M.Phil (Kepala Puslitbang Studi Kebencanaan Unhas) sementara praktek cerdas adaptasi perubahan iklim oleh Kamaruddin Azis (Penggiat Pengembangan Masyarakat dan Lingkungan).

    Sedangkan revitalisasi kearifan lokal untuk ketangguhan oleh Nur Salam (Aktivis kemanusiaan) dan teknik komunikasi efektif oleh Harun Al Rasyid (Trainer dan Motivator).

    Editor : Heny