• PT BMN Terima Suntikan Dana Rp1,5 Triliun untuk Jalan Tol Layang
    Oleh | Jumat, 10 Agustus 2018 | 11:11 WITA

    MAKASSAR, LINKSULSEL.COM – Jalan Tol Layang Makassar untuk pertama di Kota Makassar. Meski ditentang sejumlah lembaga pemerhati ingkungan, namun sepertinya pembangunan Jalan Tol Layang sepanjang Jalan AP Pettarani Makassar tersebut tetap berjalan mulus.

    Ini dibuktikan dengan suntikan dana dari Bank BCA bersama Bank Sulselbar. Dua bank ini  menyuntikkan dana segar senilai Rp1,54 triliun lebih dalam bentuk kredit sindikasi kepada PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) selaku pemengang proyek jalan Tol Layang Makassar.

    Direktur Utama PT BMN Anwar Toha  mengatakan, pihaknya percaya bahwa kerjasama ini akan semakin memperkuat struktur pendanaan pembangunan jalan tol layang di Jalan Andi Pangeran Pettarani, sebagai jalan tol layang pertama di Kota Makassar.  Pemberian fasilitas kredit sindikasi sejumlah Rp1,547.487 triliun ini akan digunakan untuk membiayai pembangunan proyek jalan tol layang tersebut

    Dalam penyerahan itu lakukan penandatanganan kredit sindikasi yang dilakukan oleh PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) bersama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar).

    Penandatanganan perjanjian tersebut oleh Anwar Toha selaku, Direktur BMN bersama Executive Vice President Group Corporate Finance BCA, Susiana Santoso, dan Vice President Group Corporate Banking BCA, Yayi Mustika Pudyanti dan Direktur Utama Bank Sulselbar Rahmat, di Four Points Hotel, Makassar.

    Kredit sindikasi tersebut terdiri atas pembiayaan konvensional yang diberikan oleh BCA dan Bank Sulselbar. Dari total plafon sebesar Rp1,54 triliun, BCA menyalurkan kredit sindikasi sebesar Rp1,31 triliun dan Bank Sulselbar sebesar Rp230 miliar.

    Dalam perjanjian kerjasama ini, BCA juga bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arrangers and Bookrunners (JMLAB), Agen Fasilitas, Agen Jaminan, dan Agen Penampungan. Perjanjian fasilitas kredit sindikasi itu berjangka waktu 12 tahun.

    “Langkah ini sekaligus merupakan representasi dari komitmen, untuk turut serta dalam memberikan solusi mengurai kepadatan kendaraan di Kota Makassar.  Sekaligus menjadi bukti konkrit perusahaan, dalam menerapkan skema pembiayaan Proyek Infrastruktur Non APBN atau Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah atau PINA,” terang Anwar.

    Executive Vice President Group Corporate Finance BCA Susiana Santoso pada kesempatan itu mengatakan, pihaknya melihat keberadaan jalan tol layang ini nantinya memberikan kontribusi besar terhadap mobilitas warga Makassar terutama pengguna jalan di kawasan itu.

    Bank BCA berharap dengan adanya jalan tol layang pertama di Makassar ini dapat memberikan solusi dan pengendali kepadatan arus kendaran yang ada di Makassar. Tak hanya itu, pihaknya berharap ke depan jalan tol layang ini dapat menjadi salah satu ikon baru kota Makassar

    Sementara Direktur Utama Bank Sulselbar, Andi Muhammad Rahmat menjelaskan,  pihaknya bangga bisa memberi kontribusi untuk Sulsel. “Sebagai Bank Pembangunan Daerah, kita berharap pembiayaan ini bisa terus menguatkan peran kita dalam pembangunan berbagai infrastruktur di Sulsel dan Sulbar,” ujar Andi Muhammad Rahmat.

    Pembangunan jalan Tol Layang tersebut dimulai akhir April 2018. Hingga kini, progres pembangunan memasuki tahap pengerjaan pemasangan pagar proyek (area widening), pembangunan direksi Keet, pembongkaran dan pembersihan separator.

    Selanjutnya, pelaksanaan georadar dan berbagai pekerjaan yang bersifat teknis lainnya. Jalan Tol Layang Andi Pangeran Pettarani (Seksi III) dibangun di atas jalan nasional dan memiliki nilai investasi Rp2 triliun lebih dengan masa kontruksi selama 22 bulan tanpa pembebasan lahan.

    Editor : Jesi Heny