MAKASSAR, LINKSULSEL.COM– Bank Indonesia Sulsel menyelenggarakan Pekan Ekonomi Syariah 2018. Kegiatan ini dalam rangka mengoptimalkan kontribusi sistem ekonomi dan keuangan syariah terhadap pengembangan sektor riil.
Kegiatan yang diselenggarakan mulai 14-16 September 2018 di Mal Ratu Indah (MARI) ini dibuka langsung oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Jum’at, (14/9).
Adapun tema yang diangkat “Optimalisasi Wisata Berbasis Syariah untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif”.
Nurdin Abdullah sendiri menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini akan semakin memotivasi mengembangkan produk kita, halal food, fashion show muslim dan berbagai produk,” kata Nurdin.
Potensi untuk ekonomi syariah sendiri sangat besar dan terbuka lebar, mengingat jumlah masyarakat Muslim Indonesia terbesar di dunia. Jika bergerak bersama, maka ini akan terwujud. Dan hal tersebut akan berperan serta dalam melawan kemiskinan dan pengangguran.
Pada kesempatan ini, Gubernur juga mengajukan satu konsep pelayanan , yakni Kantor Perizinan Halal.
“Kantor perizinan halal, artinya tidak ada pungutan. Penyakit kita adalah birokrasi yang panjang dan mahal. Saya kira di era kami program kami 100 hari mulai benahi ini jadi tidak ada lagi izin tanpa kepastian,” sebutnya.
Nurdin Abdullah, berharap triple helix yang terdiri dari perguruan tinggi, pemerintah (Pemprov) dan dunia usaha dapat bersinergi untuk mendukung pembangunan di Sulsel, termasuk sektor ekonomi syariah. (Rls)
Editor: Ahmad